10 Teknologi yang Tutup Usia Pada 2017

Oleh : admin
05 Januari 2018
219
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Tahun 2017 telah menorehkan beberapa sejarah dalam perkembangan teknologi, terutama gadget dan software. Walau beberapa teknologi baru dikenalkan, namun ada pula yang terpaksa harus dimatikan.

Alasannya beragam. Entah karena teknologi tersebut sudah tidak relevan, atau sepi peminat. Dalam menyambut tahun baru 2018, KompasTekno merangkum daftar 10 teknologi yang pada 2017 lalu dihentikan atau ditutup layanannya.

Padahal, beberapa teknologi tersebut pernah mendunia dan digandrungi oleh pengguna di masanya. Apa saja? berikut daftarnya, seperti dirangkum KompasTekno dari GadgetNow, Kamis (4/1/2017).

Ponsel Windows

Seri ponsel pertama yang dikembangkan oleh raksasa teknologi, Microsoft ini dihentikan produksinya kisaran bulan Oktober 2017. Pengumuman ini diberitahukan langsung oleh Joe Belfiore, Vice President Windows 10 dalam akun Twitter resminya.

Waktu itu, Belfiore menyatakan bahwa Microsoft berhenti mengembangkan ponsel Windows. Alasannya, pengembang tidak mendukung platform pada ponsel windows. Kebanyakan dari mereka berfokus pada pengembangan aplikasi iOS dan Android yang memang memiliki banyak pengguna.

Meski begitu, Microsoft akan terus mendukung sistem operasi Windows Phone dengan memberbaiki bug dan pembaruan keamanan.

Microsoft Kinect

Di awal kemunculannya, Microsoft Kinect menawarkan pengalaman yang tidak pernah dilakukan oleh industri game. Bagaimana tidak, mesin ini mampu memadukan game konsol dengan kamera sensor.

Tapi sayang, software ini harus dimatikan oleh Microsoft pada tahun ketujuh setelah ia diperkenalkan ke publik. Kurangnya permainan yang memanfaatkan teknologi ini menjadi alasan kenapa konsol ini harusmati muda.

Meski begitu, Microsoft Kinect telah menorehkan sejarah di jagat gaming. Tahun 2011, Microsoft Kinect yang dipasang melalui mesin konsol Xbox 360 memecahkan rekor penjualan tercepat.

Di hari pertama rilis, 1 juta unit Xbox 360 terjual dalam kurun wakut 24 jam. Sebagai informasi tambahan, rekor ini juga tercatat di buku rekor dunia.

TV 3D

Nasib TV berteknologi 3 dimensi (3D) harus berakhir di tahun 2017. Alasannya, penjulan televisi jenis ini kian menurun dari waktu ke waktu. Meski pada saat itu produsen televisi 3D sudah memasang harga yang tergolong murah.

TV 3D sendiri sebetulnya sempat populer pada tahun 2010. Kala itu, film "Avatar" tengah menjadi topik perbincangan. Alhasil, minat masyarakat mengadopsi TV 3D tergolong tinggi.

iPod Shuffle dan iPod Nano

Dua produk pemutar musik yang pernah populer dari Apple, iPod Shuffle dan iPod Nano diberhentikan produksinya di tahun 2017. Tidak hanya itu, beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa Apple menarik kedua jenis produk itu dari pasar.

Alasannya, Apple akan menyederhanakan lini pemutar musiknya di satu produk, yakni iPod Touch.  

Wajar saja jika kedua perangkat ini ditarik dari pasar. Sebab, iPod shuffle dan iPod Nano tidak dilengkapi dengan kemampuan mengakses internet sehingga sulit diperbaharui.

AOL Instant Messenger (AIM)

Setelah 20 tahun populer di kalangan pengguna internet, layanan chatting populer di Amerika ini harus berhenti beroperasi di penghujung tahun 2017, tepatnya pada 15 Desember.

Menjamurnya aplikasi perpesanan di smartphone menjadi alasan mengapa AIM harus berhenti beroperasi. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir, pengguna AIM mengalami penurunan.

Ia hanya memiliki sekitar 10 juta pengguna. Sedangkan Aplikasi lain yang tergolong baru sepeti WhatsApp dan Facebook Messenger memiliki pengguna hingga satu miliar.

Google Tango

Pada Desember tahun 2017, Google mengumumkan bahwa proyek augmented reality (AR) untuk smartphone miliknya, Project Tango akan berhenti beroperasi. Sebagai gantinya, Google akan fokus dengan proyek lain yang mengusung tema sama yakni ARCore.

Project Tango dikenalkan Google pada 2014, yang menyediakan solusi AR dalam smartphone atau tablet, memanfaatkan kamera perangkat.

Kamera milik smartphone atau tablet berkemampuan Tango bisa menampilkan citra 3D dalam layar, mirip kemampuan yang dimiliki oleh peranti HoloLens yang dikembangkan Microsoft.

Meski sudah diumumkan tahun 2017, Google Tango sendiri akan berhenti beroperasi pada awal Maret 2018.  

Google Chrome Apps

Pada Desember 2017, Google akan mematikan toko aplikasi webstore Chrome. Toko aplikasi itu berisi add-on (opsi tambahan) untuk browser Chrome. Namun keputusan ini tidak dilakukan ke semua versi, melainkan pada Chrome yang ter-instal pada sistem operasi   Windows, Mac, dan Linux saja.

Sedangkan untuk perangkat yang menggunakan Chrome OS seperti laptop Chromebook, pilihan tersebut masih tersedia.

Berdasarkan e-mail yang dilayangkan pada pengembang Chrome, sejumlah add-on yang sudah di-instal di browser Chrome masih bisa digunakan. Namun, fungsinya akan benar benar dihentikan pada kuartal pertama 2018.

Google Talk

Google talk mengalami nasib yang sama dengan layanan instant messenger lainnya. Dikenalkan Google pada 2005, fitur ini telah dihentikan operasinya pada 2017.

Namun penghentian Google Talk ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja. Google telah menyiapkan aplikasi serupa, yakni Google Hangout yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif dan mudah.

Produk yang mulai dikembangkan Google sejak 2013 ini tersedia di kolom navigasi Gmail sebelah kiri. Sedangkan untuk versi mobile,Hangout memiliki aplikasi tersendiri.

Groove Music

Satu lagi aplikasi yang dimatikan oleh Microsoft. Ia adalah Groove music. Aplikasi ini merupakan layanan streaming musik gratis dan berbayar yang diciptakan oleh perusahaan milik Bill Gates.

Pada Desember 2017, Groove mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan layanan ini dan akan menghapusnya dari toko penyedia layanan.

Nintendo Entertainment System (NES Edisi Klasik)

Konsol game nan legendaris, NES edisi klasik tidak akan diproduksi lagi oleh Nitendo. NES memang berbeda dengan game konsol yan beredar beberapa waktu terakhir. Ia tidak menawarkan grafis yang hidup. Tampilannya juga sangat sederhana. Sama seperti saat pertama kali ia dirilis pada 1985.

Hanya saja, untuk mengikuti perkembangan zaman, konsol ini dilengkapi dengan port HDMI. Dengan begitu, NES masih bisa dimainkan di TV flat yang populer saat ini.

Meski sudah dihentikan produksinya, Peminat NES masih cukup tinggi. Semenjak dihentikan produksinya, banyak orang yang masih mencari konsol ini. Bahkan, beberapa pelapak di e-Bay menjual perangkat ini dengan harga yang cukup tinggi.

Penulis    : Rizky Chandra Septania

Editor      : Reska K. Nistanto

Sumber   : GadgetsNow

http://tekno.kompas.com/


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account