Ternyata, Mengurangi Karbohidrat Bukan Cara Diet Terbaik

Oleh : admin
11 Januari 2018
75
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Bukan hal aneh jika berat badan bertambah usai liburan. Dan, diet menjadi kata yang banyak terdengar usai berlibur.

Sayangnya, dari semua jenis diet yang populer, tidak semuanya efektif melangsingkan tubuh.

Salah menerapkan program diet bukan hanya membuat kesehatan merosot tetapi bisa jadi malah membuat berat badan makin bertambah.

Banyaknya saran yang beredar tentang diet ini justru membuat kepala makin pusing. Agar  tidak semakin pusing, para ahli kesehatan di AS telah mengevaluasi 40 diet paling populer.

Hasilnya, banyak faktor yang menentukan keberhasilan program diet yang harus dijalani seseorang, seperti nutrisi, keefektifan, keamanan, dan kemudahan.

Secara keseluruhan, Weight Watchers - sebuah organisasi yang fokus pada penurunan berat badan - menobatkan pola diet terbaik adalah dengan mengatur sumber daya kesehatan.

Hasil akhirnya mungkin bukan apa yang Anda harapkan. Tapi, jika Anda memikirkannya lebih dalam, apa yang direkomendasikan Weight Watcher ini adalah cara paling efektif.

Weight Watcher tidak hanya menyediakan program yang sehat dan efektif untuk menurunkan berat badan, tetapi juga mendukung para pelaku diet melalui pertemuan kelompok.

Pertemuan kelompok ini diharapkan bisa memberikan motivasi jangka panjang bagi mereka yang menjalankan program diet.

Ahli gizi Lisa Drayer mengatakan, menggabungkan semua jenis makanan ke dalam pola diet juga menawarkan komponen pendukung yang bisa sangat bermanfaat.

Sementara itu, diet keto yang populer bukanlah pola diet terbaik. Begitupula dengan diet dukan yang konon dijalankan Kate Middleton.

Pola diet yang menerapkan konsumsi makanan rendah karbohidrat juga bukanlah yang terbaik.

Menurt Lisa Drayer, diet keto tidak memiliki efek berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Ini tidak mengajarkan cara untuk mendapatkan kebiasaan makan yang sehat. Ini bagus untuk mendapatkan hasil yang cepat. Tapi, kebanyakan orang yang saya kenal hampir tidak bisa meninggalkan pasta dan roti, apalagi kacang dan buah," ucapnya.

 

Penulis  : Ariska Puspita Anggraini

Editor    : Ervan Hardoko

Sumber : Reader's Digest

http://lifestyle.kompas.com


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account