Pabrikan Helikopter Incar Pasar Taksi Udara dan Militer di Indonesia

Oleh : admin
07 Februari 2018
450
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Pabrikan helikopter AS, Bell Helicopter mengatakan, pada 2018 ini pihaknya akan memfokuskan diri ke segmen militer dan air taxi alias taksi udara di pasar Indonesia. Sebab, segmen-segmen itulah yang pada tahun lalu menjadi penyumbang besar bagi keuntungan Bell Helicopter.

Saat ditemui wartawan KompasTekno Reska K. Nistanto di ajang Singapore Airshow 2018, Selasa (6/2/2018), Managing Director Asia Pacific Bell Helicopter Sameer Rehman mengatakan bahwa klien besar Bell Helicopter di Indonesia berasal dari kalangan militer, pemerintah, dan swasta.

TNI Angkatan Darat diketahui mengoperasikan belasan unit Bell 412 yang selama ini dinilai memiliki daya tahan tinggi untuk beroperasi di lingkungan yang keras, cocok untuk transportasi pasukan, serta tangguh untuk operasi dalam keadaan bencana.

Sementara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada September 2017 lalu juga baru saja menerima helikopter tipe Bell 426. Helikopter jenis ini cocok untuk penegakan hukum (airborne law enforcement) dan evakuasi medis.

Dari sektor swasta, maskapai swasta dan operator taksi udara di Indonesia, Whitesky Aviation, memesan sebanyak 30 unit Bell 505, yang dua di antaranya sudah dikirim pada 2017 lalu. Pada 2018 ini, Whitesky juga akan menerima pengiriman dua unit Bell 505. Helikopter ini tergolong keluarga baru di lini Bell, dan mulai dikirim ke pembeli pada 2017.

Whitesky Aviation menjadi operator pertama Bell 505 untuk kawasan ASEAN. Oleh Whitesky, Bell 505 dijadikan sebagai heli transport ringan yang bisa disewa, melalui bisnis Heli City yang diluncurkan pada Desember 2017 lalu.

"Kami senang dengan apa yang dilakukan oleh Whitesky Aviation, mereka bisa membuat bisnis baru yang menguntungkan, sehingga jadi yang pertama (mengenalkan konsep air taxi) di Asia Tenggara," ujar Rehman.

Sempat lesu

Bisnis penjualan helikopter sendiri pada 2017 lalu mulai kembali menanjak, setelah dua tahun sebelumnya mengalami kelesuan. Hal itu diungkapkan oleh Patrick Moulay, VP Sales International Bell Helicopter.

"Kami senang pada 2017 lalu bisa menerima pesanan lebih banyak dari jumlah pengiriman kami," kata Moulay pada kesempatan yang sama.

Moulay sendiri mengatakan Bell Helicopter mendapatkan peningkatan pemesanan helikopter sebesar 75 persen hingga akhir 2017 lalu.

Menurut dia, hal itu termasuk luar biasa mengingat industri yang sedang terseok-seok.

Mayoritas pesanan menurut Moulay berasal dari China dan negara-negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Untuk Indonesia sendiri, Moulay mengatakan bahwa pesanan Bell Helicopter dari Indonesia termasuk prestasi utama pabrikan helikopter yang bermarkas di Texas, AS itu dalam beberapa bulan belakangan, terutama dari segmen militer dan air taxi seperti dijelaskan di atas.

 

Penulis : Reska K. Nistanto

Editor   : Oik Yusuf

http://tekno.kompas.com


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account