"Dongkrak" Minat Baca Lewat Komunitas Buku

Oleh : admin
08 Mei 2018
467
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak orang beranggapan, hobi membaca buku saat ini tergeser dengan kegiatan lainnya. Misalnya menonton televisi, video, atau berselancar di media sosial. Namun ternyata, buku masih banyak diminati, dan bahkan tak tergeser dengan keberadaan media digital. Sayangnya, keberadaan komunitas buku yang mewadahi para pecinta buku dianggap belum terlalu banyak. Pertimbangan inilah yang kemudian melatari Plaza Indonesia membentuk sebuah komunitas buku, bernama Plaza Indonesia Book Club (PIBC). "Banyak yang merasa di Indonesia tidak banyak pecinta buku." "Padahal, kalau kita lihat sebenarnya banyak book lovers, tapi kayak kurang komunitasnya. Khususnya di Jakarta."

Demikian dipaparkan person in charge (PIC) PIBC, Janet Kusuma dalam peluncuran PIBC, Senin (7/5/2018).

Nantinya akan ada serangkaian kegiatan rutin berkaitan dengan buku. Seperti diskusi buku terbaru, workshop, book signing, dan lainnya. Sesi kumpul anggota komunitas, menurut Janet, akan lebih intim. Misalnya, bisa dilakukan di kafe atau restoran. Janet mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak-banyaknya para pecinta buku untuk bergabung. Tak hanya lintas genre, namun juga lintas usia. "Kami juga ingin expand untuk anak-anak. Jadi PIBC tidak hanya satu target, tapi semua umur," kata dia. Peran penting sebuah komunitas untuk meningkatkan hobi membaca juga disampaikan social media Periplus, Petrus Hepi.

Menurut Petrus, saat ini banyak komunitas-komunitas kecil yang terdiri dari orang-orang yang senang membaca buku. Meski tak begitu terlihat di masyarakat, namun komunitas-komunitas tersebut tergolong aktif. "Misal, Jakarta Book Club. Setiap anggota disuruh bawa buku kesukaan dan harus di-sharing. Memang enggak terlihat rutin, tapi komunitasnya hidup," ujar Hepi.

Antusiasme para pecinta buku semakin terlihat pada acara-acara yang mengupas buku secara lebih spesifik, baik itu genre spesifik maupun judul buku spesifik. Hepi mencontohkan salah satu kesempatan, saat praktisi bisnis Rhenald Kasali meluncurkan dua buku. Ia mengaku kaget dengan jumlah pecinta buku yang hadir karena, melebihi ekspektasi. "Pada saat book review yang datang banyak banget, dan juga berbicara soal generasi millenial sekaligus generasi masa lalu yang mulai belajar media sosial." "Jadi sebenarnya masih banyak (yang mencintai buku)," tutur dia.

Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Glori K. Wadrianto

https://lifestyle.kompas.com


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account