LAMPU HIAS SEPAT MASARAN

Oleh : kominfo
10 Juli 2018
64
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

MASARAN-  Lampu hias lebih mementingkan efek estetika daripada fungsi sebagai penerang itu sendiri. Meski perannya sekunder, keberadaan lampu hias di dalam ruangan, dapat memberikan efek suasana yang berbeda. Kesan mewah, romantis, atau dramatis, bisa seketika terlihat berkat hadirnya lampu hias di salah satu titik ruangan.

Kebutuhan masyarakat akan nilai estetika ini, dilihat Mulyono (48) sebagai sebuah peluang bisnis. Sekitar enam tahun lalu, dirinya dan beberapa rekannya berburu hingga negeri Cina , membeli lampu-lampu indah untuk dijual kembali. Seiring berjalannya waktu, Mulyono menyadari jika lampu-lampu semacam itu dapat dibuat sendiri. Kini, di tempat tinggalnya di Dukuh Wonorejo RT 11 RW 03 Sepat Masaran, menjadi workshop lampu-lampu indah hasil karyanya.

Terbuat dari rangka alumunium yang diukir dan akrilik warna sebagai media melembutkan cahaya, lampu hias Mulyono memiliki motif yang khas. Motifnya antara lain batik, logo klub sepakbola dunia, abstrak dan sebagainya. Peminatnya banyak dari kalangan hotel, cafe dan rumah makan di seluruh Indonesia. Bahkan, karyanya yang diberi tajuk “Krisna Jaya” yang juga dipasarkan secara online itu mampu menembus pasar manca negara.

Mulyono mematok bandrol rata-rata Rp.300.000 unruk sebuah lampu hias berukuran sedang. Dalam sebulan, ia dapat mengantongi omzet hingga puluhan juta dari usaha yang ditekuninya ini. Dibantu oleh 10 orang pemuda desa setempat yang memiliki talenta berbeda-beda, Mulyono juga membuat tas aanyaman, kapstok hias dari besi atau kawat, dan berbagai pajangan indah lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sragen diakui Mulyono sering mengundangnya untuk membuka stand di setiap even pameran potensi derah. Kesempatan ini ia gunakan untuk memperluas relasi serta lebih mensosialisasikan produknya secara offline.

Desa Sepat Masaran memang dikenal sebagai daerah yang memiliki kegiatan ekonomi produktif. Mulyono menularkan ilmu membuat lampu hias kepada banyak warga setempat. Mereka kini tergabung dalam sebuah paguyuban pengrajin, yang mengepul produksinya bersama di Koperasi “Manunggal” milik mereka. Sebagian warga yang juga menjadi perantau di berbagai kota di Nusantara, turut berperan dalam persebaran produk lampu hias asli Desa Sepat ini. Mereka menjadi agen untuk memenuhi kebutuhan pasar daerah perantauan masing-masing. Itulah yang membuat produk lampu hias ini tersebar merata di seluruh Indonesia. _diskominfo

 

 


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account