WADUK GEBYAR SAMBIREJO

Oleh : admin
06 September 2018
137
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

       SAMBIREJO - Waduk Gebyar di Sambirejo Sragen Jawa Tengah ini merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Indonesia. Waduk Gebyar ramai dikunjungi wisatawan, baik hari biasa maupun hari libur. Tempat wisata ini cukup murah dan mudah dijangkau dengan tiket seharga Rp. 3.000 kita sudah bisa menikmati pemandangan wisata Waduk Gebyar ini. Tempat ini sangat indah dan memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari-hari. Sayang jika anda tidak mengunjungi tempat wisata Waduk Gebyar yang tiada duanya ini.

       Keindahan Waduk Gebyar ini berlatar belakang keindahan Gunung Lawu. Keberadaan waduk yang ditengah tengah perbukitan dan sangat cocok dijadikan lokasi berburu foto bagi para pecinta maupun penggemar fotografi. Di waduk ini kita dapat menikmati indahnya sunrise dan sunset. Pemandangan Waduk Gebyar akan nampak lebih indah jika dipandang dari atas bukit yang ada di sebelah timur laut waduk, karena bentuknya menyerupai simbol Love. 

       Waduk yang dibangun pada masa kolonial Belanda itu bisa dijangkau setelah melewati tanjakan jalan di Dusun Mbayut RT 012, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Waduk Gebyar berjarak sekitar 20 km dari Kota Sragen. Waduk Gebyar dikenal juga dengan sebutan Waduk Bayut. Disebut Waduk Bayut karena berlokasi di Dusun Mbayut. Menurut cerita dari para sesepuh, di lokasi tak jauh dari waduk itu terdapat makam Mbah Buyut atau orang yang dituakan di kampung itu. Disebut Waduk Gebyar karena pengisian waduk itu menggunakan air yang dialirkan dari Dusun Segebyar, Desa Lempong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, yang jaraknya tidak berjauhan.

       Waduk Gebyar dibangun di area persawahan. Lokasinya diapit beberapa bukit. Oleh warga sekitar, bukit-bukit itu diberi nama Gunung Kunci, Gunung Bon Jambu dan Gunung Watu Lumbung. Masing-masing bukit itu punya cerita latar belakang sejarah yang berbeda-beda. Menurut Cipto Wiyono, proses pembangunan Waduk Bayut dilakukan bertahap dalam waktu sekitar 5 (lima) tahun. Peresmian waduk ini dimeriahkan pertunjukan wayang kulit. Selain difungsikan sebagai sarana irigasi, Waduk Gebyar biasa dijadikan lokasi mancing. Di kalangan anak muda, sarana irigasi seluas sekitar 9 hektare itu biasa disebut Waduk Cinta. Disebut Waduk Cinta karena bila dilihat dari ketinggian bentuknya menyerupai lambang hati layaknya daun waru. Tak jauh dari Waduk ini juga terdapat Bukit Cinta. Tempat ini biasa dijadikan lokasi pasangan muda-mudi untuk berfoto dengan berlatar belakang Waduk Gebyar dan Gunung Lawu


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account