WAKIL GUBERNUR JATENG HARAP PONPES JADI GARDA DEPAN PENANGKAL NARKOBA DAN RADIKALISME

Oleh : humas
04 Oktober 2018
83
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN – Wakil Gubernur Prov. Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen didampingi Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menghadiri Sarasehan Pondok Pesantren (ponpes) yang pada kali ini diselenggarakan di halaman ponpes Walisongo, Ds. Plumbungan, Kec.Karangmalang, Sragen, Kamis (04/10)

Kegiatan yang bertemakan "Santri Keren, Santri Pelopor Anti Radikalisme dan Narkoba" ini dalam rangka upaya mencetak generasi yang akhlaqul karimah, cinta tanah air, unggul dan berdaya saing serta menanamkan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya paham radikalisme dan narkoba yang saat ini yang mengancam generasi bangsa.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dalam sambutannya menyampaikan Pendidikan pondok pesantren sangat penting untuk menanggulangi narkoba dan radikalisme.

Pihaknya mengingatkan kepada orang tua agar tidak setengah-setengah dalam memberikan pendidikan kepada putra-putrinya.

”Kami sampaikan ke seluruh masyarakat agar ikut peduli agar lingkungan kita bersih dari paham radikalisme dan narkoba,” terang Wabup.

Wabup berharap agar para santri memperkuat keimanan mereka.

"Agama adalah bagian dari hal pentingnya bagian dalam menanggulangi radikalisme dan bahaya narkoba." Pesannya.

Sementara itu dalam isi sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,S.H., M.IP yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gubernur menyampaikan berdasarkan data dari Kemenag Kanwil Jateng tahun 2016, Jateng menempati urutan tiga Tingkat Nasional sebagai daerah dengan jumlah pesantren terbanyak.

Di Jateng terdapat 4.759 Pondok Pesantren dengan jumlah santri mencapai 614.569 santri. Jika dibandingkan dengan sekolah formal, jumlah santri yang nakal dengan siswa yang nakal tentu perbandingannya sangat jauh.

"Artinya pendidikan di Pondok Pesantren secara karakter bisa dikatakan jauh lebih unggul dibandingkan dengan sekolah formal. Di Pesantren, landasan moral dan Agama begitu kuat diajarkan sehingga para santri mampu menyerap nilai-nilai tersebut dan hasilnya pun kita bisa lihat sendiri, pesantren mampu menghasilkan SDM yang mempunyai karakter Akhlakul Karimah serta mempunyai moral sesuai ajaran Islam." terangnya.

Lebih lanjut Wakil Gubernur menambahkan agar ponpes harus menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme dan juga narkoba. Menurutnya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di Jawa Tengah sangat memprihatinkan. Sehingga perlu penanganan serius oleh semua pihak.

"Saya yakin para santri mampu menjadi benteng dari gelombang radikalisme dan narkoba yang mengancam bangsa." pesan Wagub.

Wagub menuturkan panangkalan penyalahgunaan narkoba termasuk salah satu langkah penguatan akhlak dan iman yang dapat ditempuh melalui pendidikan di ponpes karena ponpes memiliki sistem pengawasan peserta didik dan pendidikan yang menguatkan pada karakter remaja.

"Adik-adik kita beri pemahaman, tidak hanya di ponpes tapi juga seluruh masyarakat. Untuk menekan peredaran kami masukkan ke karakter pengetahuan agama, karena semua agama itu menolak. Peran pesantren dan peran BNN vital disini,” terangnya.

Selanjutnya Wagub melakukan tanya jawab sekaligus membagikan beasiswa berupa tabungan pendidikan kepada santri dan santriwati ponpes Walisongo.

Hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Ponpes Walisongo K.H Ma'ruf Islamuddin, jajaran pemprov Jawa Tengah, BNN Prov Jawa Tengah, Muspika Kec. Karangmalang, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, dan ratusan santri ponpes Walisongo. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account