PERTAMA KALI, UPACARA MEMBATIK SRAGENAN LINTAS GENERASI

Oleh : humas
06 Oktober 2018
98
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - Pertama kalinya, upacara adat istiadat "Membatik Sragenan Lintas Generasi" di selenggarakan di Dk. Jantran, Ds. Pilang, Kec. Masaran, Sragen, pada Sabtu (06/10). Kegiatan tersebut guna melestarikan budaya membatik menggunakan cara yang tradisional agar terjalin kesinambungan antara pembatik generasi tua dengan generasi muda.

Rangkaian upacara yang diawali dengan ritual proses membatik secara tradisonal ini, dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sragen Drs. Suwardi,M.M, Camat Masaran dan Kades/Lurah se Kec. Masaran.

Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara Suwanto menyampaikan kegiatan terlaksana atas inisiatif kelompok paguyuban batik Sidomukti selain itu acara ini juga diikuti oleh 25 orang anggota paguyuban batik Sidomukti dk. Jlatran, Pilang, Masaran.

Pihaknya menambahkan upacara lintas membatik sragenan ini untuk memperkenalkan kembali prosesi membatik menggunakan cara tradisional.

"Nenek moyang kita dulu membatik dengan urutan-urutan ritual yang sempurna tidak dengan cara instant. Dan acara pagi ini, kita suguhkan ritual proses membatik secara tradisional." jelasnya.

"Setelah adanya gambaran tata cara adat membatik ini, kita lebih bisa menghargai batik." imbuhnya.

Sementara itu, Ka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen Drs. Suwardi,M.M dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini dan berharap acara seperti ini agar dapat dikembangkan serta di ikuti paguyuban - paguyubanS batik lainnya.

"Batik sakarang berkembang luar biasa namun proses pembuatannya ditinggalkan. Inilah pembaruan untuk mengangkat kembali tradisi membatik, semoga selanjutnya tidak hanya dari paguyuban batik sidomukti saja, tapi paguyuban batik yang lain juga seperti ini. Agar lebih luas dan berkembang." terangnya.

Pihaknya menyampaikan setelah kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi kreatif di masyarakat.

"Branding batik agar bisa kita jual luar daerah untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kab. Sragen." jelasnya.

Suwardi berharap kepada pembatik untuk berkomitmen mempertahankan batik tradisional.
"Kami harap agar ibu-ibu pembatik dapat memberikan ilmunya kepada generasi muda dalam membatik dengan tradisional."

Selain kegiatan upacara adat membatik, rangkaian yang berlangsung mulai hari ini (Sabtu 06/10) hingga besok (Minggu 07/10) juga di isi dengan pertunjukan fashion show bertema batik, senam masal, persembahan seni musik lokal hingga aneka stand pameran batik, dan stand kuliner jajanan pasar. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account