PENYERAHAN BANSOS USAHA EKONOMI PRODUKTIF BAGI KELUARGA RAWAN SOSIAL EKONOMI

Oleh : humas
12 Oktober 2018
89
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - Bupati Sragen dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyerahkan bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif bagi Keluarga Rawan Sosial Ekonomi (UEP KRSE) sejumlah 215 orang di ruang Sukowati pada selasa (10/10/2018). Tampak hadir Wakil Bupati, Kepala Dinas Sosial, Kepala UPTPK, Camat dan Kepala Desa/Lurah.

Adapun kriteria sasaran bantuan ini adalah keluarga miskin berusia produktif, sebagai tulang punggung keluarga, serta mempunyai kemuan dan ketrampilan yang dapat dikembangkan ke arah usaha ekonomi produktif.

Kepala Dinas Sosial Supriyatno menyampaikan bahwa tahun ini jumlah penerima bantuan sosial KRSE Se-kabupaten Sragen teralokasikan di 14 Kecamatan yaitu di Kecamatan Sidoharjo, Karangmalang, Sragen, Kalijambe, Gesi, Kedawung, Sukodono, Tanon, Ngrampal, Gondang, Plupuh, Sambungmacan, Masaran, Sambirejo.

Sedangkan untuk ke enam Kecamaan lain sudah ada bantuan kelompok usaha bersama (KUBE) yaitu di Kecamatan Gemolong, Miri, sumberlawang, Mondokan, Tangen dan Jenar.

“Harapan kami bantuan UEP KRSE ini digunakan untuk modal usaha, agar bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga. Nilainya per orang Rp 2 juta, sehingga total bantuan untuk tahun ini senilai Rp.430 juta, penggunaan bansos ini kami monitoring dan evaluasi bersama petugas pendamping dari Program Keluarga Harapan (PKH)”, terang Supriyatno.

Sementara itu Wakil Bupati Dedy Endiyatno mengharapkan bantuan yang diberikan tidak untuk keperluan konsumtif . Wabup juga menceritakan contoh beberapa pengusaha asli Sragen yang dulunya termasuk biasa saja bahkan termasuk “tidak punya’ tapi bisa menjadi sukses di luar sragen atau yang menetap di Sragen.

“Seberapapun rejeki itu amanah, gunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha, dijaga modal yang ada, yang diambil hasil untung dari modal itu”, jelas Wabup.

Dalam pengarahannya, Bupati memberikan contoh slogan “ora obah ora mamah”, yang dimaksud yaitu semua orang harus gerak, harus punya usaha, tidak hanya menunggu.

“Yang namanya bantuan sedikit banyak bisa terlihat kurang, jika tidak memiliki niat bagaimana mengaturnya untuk menghidupi diri sendiri dan tentunya keluarga”

“Alhamdulillah, dari bantuan yang diberikan sejak 2015 ini, 90% yang mendapatkan bisa amanah dalam mengembangkan usahanya, karena memberikan bantuan ini telah melalui verifikasi, yang dilihat kesungguhannya dlm berwirausaha”,terang Bupati.

Bupati berharap para Camat dan Kepala Desa/Lurah bisa menggerakkan warganya untuk mengembangkan usahanya dan ikut memonitoring bantuan tersebut. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account