BUPATI, WABUP DAN JAJARAN TERJUN KE LAPANGAN GERAKKAN PSN DI MONDOKAN

Oleh : humas
27 Januari 2019
131
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno,SE menggerakkan seluruh jajaran dan pejabat struktural ke-Kecamatan Mondokan untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama di Dukuh Guli, Desa Gemantar Kecamatan Mondokan, Sabtu (26/01/2019).

Sebab daerah tersebut tercatat paling banyak menderita DBD, oleh karena itu hal ini dilakukan sebagai upaya menurunkan korban penderita penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti.

Sebelumnya, Bupati juga memberikan pengarahan terlebih dahulu sebelum menuju ke lokasi masing-masing yang sudah ditentukan pada tiap-tiap OPD bahwa gerakan PSN ini untuk memberikan edukasi ke masyarakat .

"Tolong diperhatikan di setiap rumah, pastikan di cek semua tempat air minum, dispenser, atau air di bawah lemari es, kita berikan edukasi, pastikan tuan rumah ikut serta melaksanakan agar bisa memahami cara pencegahan itu," jelas Bupati.

Bupati menambahkan selain dengan fogging tindakan utama yang dilakukan adalah menguras penampungan air, menutup tempatnya, lalu mengubur barang bekas yang tidak terpakai, yang berpotensi sebagai sarang jentik nyamuk .

Adanya gerakan PSN ini, Bupati berharap agar masyarakat bisa rutin dan mandiri, untuk menekan jumlah nyamuk penular penyakit demam berdarah .

“Pencegahan dan penanggulanan ini DBD tidak bisa dilakukan oleh satu pihak yakni pemerintah saja, tetapi memerlukan upaya dan kesadaran bersama seluruh pihak termasuk peran serta dari masyarakat,” imbuh Bupati.

Gerakan PSN ini juga sebagai tindak lanjut dari rakor penanganan DBDB Kabupaten yang dilaksanakan beberapa hari lalu, dalam rakor tersebut Bupati mengintruksikan Dinas Kesehatan untuk memverifikasi lagi data penderita karena terkait penetapan Kejadian Luar biasa (KLB). Bupati meminta validasi data tersebut, apakah termasuk DBD atau penyakit lainnya, jika betul jumlahnya maka Sragen bisa ditetapkan sebagai KLB demam berdarah.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menyampaikan di Kecamatan Mondokan ada 65 kasus, keseluruhan sampai saat ini sudah ada 504 kasus laporan, dengan kategori Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) 222 kasus. Sedangkan yang kategori positif DBD terdapat 186 kasus. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account