INOVASI SEMEDI SRAGEN MASUK TOP 20 KIPP


humas | 09 Agustus 2019 | 158

SRAGEN - Sekda Sragen Tatag Prabawanto menerima Tim verifikasi dan observasi lapangan Top 20 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah, di Aula Dinas Dikcapil Sragen, Rabu (10/8/2019). Tim tersebut, melakukan pengecekan lapangan terkait Inovasi Semedi (Sedino Mesti dadi) yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen.

Sekda meyakini Disdukcapil bisa mengembangkan inovasi yang bermanfaat dalam pelayanan untuk masyarakat. Inovasi Semedi ini sudah berjalan sejak 2015 dan oleh pemerintah pusat ditunjuk menjadi proyek percontohan nasional.

“Sebelumnya,inovasi Semedi itu lolos dalam tahap presentasi dan wawancara TOP 40 KIPP di Semarang 25 Juli 2019. Sekarang inovasi Semedi sudah masuk Top 20 KIPP," ungkapnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Wahyu Lwiyanto menyampaikan melalui program Semedi, pengurusan akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya bisa sehari jadi.

Selain itu Inovasi layanan cepat ini juga untuk memberantas ruang gerak praktik percaloan.

“Di sragen, inovasi Semedi ini sudah bermitra dengan RSUD dan RS Swasta lainnya dalam mengurus pelayanan adminduk seperti BARATA ( Bayi Lahir Berakta) dan PAWARTA (Pasien Wafat Berakta), ujar Wahyu.

Lebih lanjut wahyu menyampaikan dalam pelayanan Barata , pasien yang mengajukan permohonan akta kelahiran, akan diterbitkan 3 surat sekaligus yaitu Akte kelahiran, KK, dan KIA, sedangkan dalam pelayanan Pawarta juga akan diterbitkan 3 surat yaitu akta kematian, KK terbaru, KTP terbaru dengan status pernikahan diganti cerai mati.

“Selain Barata dan Pawarta, ATM KIA juga sudah bermitra dengan toko-toko untuk pembelian peralatan sekolah,“ pungkasnya.

Yunita Dwi Prasetyanti salah satu tim juri, setelah mengecek langsung ke lapangan melihat inovasi Semedi ini, menilai peran pentingnya pelayanan publik bagi masyarakat di Sragen.

“Kami kesini untuk memverifikasi sejauh mana, inovasi SEMEDI ini memberikan dampak langsung ke masyarakat, dan secara garis besar kami sudah melihat langsung terbantunya masyarakat dengan inovasi ini,” ungkapnya. (PAS_HUMAS)

Berita Terbaru

Top