WABUP DEDY HARAP BKK JATENG BISA MENGURANGI RENTENIR DI KABUPATEN SRAGEN


humas | 08 Oktober 2019 | 71

SRAGEN - BPR BKK JATENG (Perseroda) diharapkan ikut menekan rentenir yang kerap memberi pinjaman kepada pedagang pasar tradisional. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno usai menyaksikan penyaringan undian Tamades dan Deposito PD BPR BKK JATENG tahun 2019, Senin (07/10) di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen.

Acara Gebyar Fantastis Undian Tabungan PT BKK Jateng Perseroda tahun 2019 ini dibuka oleh Kabag Perhubungan Penanaman Modal dan Pariwisata Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Agus Prasutyo dan dihadiri ratusan nasabah BKK Jateng se – Soloraya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Dedy juga meminta kepada masyarakat Sragen dapat menjalin kerjasama dengan PT BKK JATENG (Perseroda) dalam hal menyimpan dana dan membutuhkan modal usaha.

Lebih lanjut, Wabup Dedy menambahkan dengan menabung di PT BKK JATENG (Perseroda) berarti ikut berpartisipasi dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Sragen, dan umumnya di seluruh Provinsi Jawa Tengah karena keuntungan / Laba Usaha PT BKK JATENG (Perseroda) menjadi salah satu sumber PAD Kab. Sragen dan Provinsi Jawa Tengah.

“Ikut berpartisipasi dalam pemerataan dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Sragen dan Jawa Tengah, karena dana – dana tersebut kembali disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan modal usaha,” jelas Wabup Dedy dalam sambutannya.

Adanya PT BKK JATENG (Perseroda) menurut Wabup Dedy dapat mempercepat laju ekonomi sekaligus memerangi dan mengurangi rentenir yang ada di Kabupaten Sragen.

“Kalau masyarakat butuh pinjaman modal yang besar bisa ke lembaga keuangan yang medukung sektor usaha mikro. Jangan sampai terjerumus berbisnis dengan rentenir, karena bisa terbeban oleh bunga yang mencekik," ujar Wabup.

Wabup Dedy menghimbau agar lembaga keuangan lebih aktif lagi membuka akses keuangan kepada sektor mikro.

"Mengingat Kredit mikro BKK lebih kompetitif dengan bunga murah dan tidak memberatkan khususnya di Pasar – pasar tradisional." jelasnya.

Sementara Direktur Utama PT BKK JATENG (Perseroda), Kusnanto mengatakan BKK Jateng berniat memerangi lintah darat atau rentenir yang berada di pasar-pasar tradisional Kabupaten Sragen.

"Bersama Pemkab Sragen dengan program Sinden (seni dan industri kreatif) BKK akan menawarkan bunga di bawah 1 persen," ujarnya.

"Keberhasilan rentenir itu karena sesuatu yang luar biasa. Mereka bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu. Kita sudah merencanakan itu bersama pak Wabup (Wakil Bupati Sragen) tadi akan buka dari jam 3 sampai jam 9 malam. Kita aksn buka shift itu. Itu salah satu kelebihan BKK Jateng," papar Direktur Utama PT BKK Jateng, Kusnanto.

Menurutnya, jika BKK diberi kepercayaan untuk buka di pasar, maka rentenir lama kelamaan akan habis dengan sendirinya.

"Kita akan buka subuh, jam 5 pagi harus sudah buka," pungkasnya. (MY_HUMAS

Berita Terbaru

Top