MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK MELALUI KEGIATAN SEHARI BELAJAR DI LUAR KELAS


admin | 07 Nopember 2019 | 97

Sragen – Konvensi Hak Anak dan UU tentang Perlindungan Anak mengamanatkan negara untuk dapat memenuhi, menjamin, dan melindungi hak anak, serta memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggungjawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian. Salah satu bentuk pengembangan Sekolah Ramah Anak adalah melalui pelaksanaan kegiatan SEHARI BELAJAR DI LUAR KELAS. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh satuan pendidikan tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan SLB yang tersebar di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pelaksanaan “Sehari Belajar di Luar Kelas” juga merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 20 November setiap tahunnya. Untuk tahun 2019 dilaksanakan secara serentak pada hari Kamis, 07 November 2019, waktu 07.00 – 10.00 (waktu setempat) di satuan pendidikan masing-masing.

Kampanye “Sehari Belajar di Luar Kelas” adalah kegiatan di satuan pendidikan yang dilakukan di luar kelas pada hari yang telah ditentukan dan serentak dilakukan secara global, serta disepakati bersama oleh seluruh warga satuan pendidikan.

Tujuan kegiatan adalah pembelajaran secara nyata dan berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan tumbuh kembang anak serta mendukung budaya dan cinta tanah air serta kreativitas dalam upaya penguatan pendidikan karakter.

Kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas” dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses pembelajaran yang lebih menyenangkan .

Diawali dengan Senyum, Salam dan Sapa dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam kegiatan ini juga ada sarapan bersama diawali dengan cuci tangan sebelum makan dan berdoa. Setelah sarapan bersama, memeriksa lingkungan, menyingkirkan tanaman, barang atau hal-hal yang membahayakan siswa. Mematikan lampu, peralatan listrik yang tidak diperlukan dan mematikan kran air yang terbuka. Salah satu agenda lainnya adalah membaca buku atau belajar di luar kelas, simulasi evaluasi bencana dalam lagu dan gerak, senam germas, permainan tradisional. Dalam kesempatan ini juga diadakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Pelantikan Tim Sekolah Ramah Anak.

Adapun kegiatan yang menjadi agenda acuan satuan pendidikan yang melaksanakan “Sehari Belajar Di Luar Kelas” adalah sebagai berikut :

  1. Menyambut siswa dengan senyum, sapa, salam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK);
  2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya (3 stanza) PPK (10 menit);
  3. Cuci tangan sebelum makan PHBS (5 menit);
  4. Berdoa bersama sebelum makan keimanan dan taqwa (2 menit);
  5. Sarapan sehat bersama yang disiapkan oleh orang tua kesehatan: gizi seimbang (30 menit);
  6. Berdoa setelah makan keimanan dan taqwa (2 menit);
  7. Cuci tangan setelah makan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) (4 menit);
  8. Memeriksa lingkungan, menyingkirkan tanaman, barang atau hal-hal yang membahayakan anak perubahan iklim: cinta lingkungan (20 menit);
  9. Mematikan lampu, peralatan listrik yang tidak diperlukan dan mematikan kran air yang terbuka perubahan iklim: hemat energi (10 menit);
  10. Membaca buku di luar kelas gerakan literasi (15 menit);
  11. Simulasi evakuasi bencana dalam lagu dan gerak pengurangan resiko bencana (10 menit);
  12. Senam Germas olah raga (5 menit);
  13. Permainan tradisional budaya (45 menit);
  14. Tepuk Hak Anak dan Yel-Yel Sekolah Ramah Anak (7 menit);
  15. Deklarasi Sekolah Ramah Anak (5 menit). Dilakukan jika satuan pendidikan belum melaksanakan deklarasi;
  16. Pelantikan tim Sekolah Ramah Anak (5 menit);
  17. Penutupan dengan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar (5 menit).

Kegiatan ini bertujuan memberi ruang gerak anak untuk bergerak dan berekspresi, peduli terhadap lingkungan, bermain tanpa gadget.

Berita Terbaru

Top