RESMIKAN 2 PASAR TRADISIONAL, BUPATI MINTA OPTIMALKAN PAGUYUBAN


humas | 08 Nopember 2019 | 185

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen terus berupaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan melakukan revitalisasi pasar tradisional. Komitmen tersebut dibuktikan sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 sudah melaksanakan revitalisasi di 17 pasar tradisional.

Tahun ini, ada 2 pasar yang direvitalisasi yakni Pasar Jatitengah Kec. Sukodono dan Pasar Tunggul Kec. Gondang.

Kedua pasar tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno yang ditandai dengan pengguntingan untaian bunga dan penandatanganan prasasti yang berlangsung di Pasar Jatitengah, Sukodono, Jumat (08/11/2018) pagi.

Pada kesempatan itu, Bupati Yuni berpesan kepada para pedagang agar jujur dalam menjual barang dagangannya.

"Kalau jualan yang jujur, timbangannya harus yang pas, dan jangan lupa juga diperhatikan kualitas barang yang dijual," tegas Bupati.

Selanjutnya Bupati meminta agar paguyuban di dua pasar tersebut di optimalkan. Menurutnya, paguyuban sebagai wadah semua anggota pasar yang tidak hanya sekedar berkumpul namun juga sebagai tempat menyelesaikan masalah yang terjadi di intern pasar.

"Kalau memerlukan atau sedang mengalami masalah apa yang sedang terjadi di pasar, bisa komunikasi dengan pedagang lainnya melalui paguyuban," pesan Bupati.

Bupati juga mengingatkan agar para pedagang tidak meminjam kepada rentenir untuk modal atau mengembangkan usahanya.

"Ora (tidak) ono (ada) rentenir melbu (masuk) pasar, kita harus bisa memerangi rentenir makanya paguyuban diaktifkan syukur-syukur membuat koperasi yang pengurusnya dikelola dari paguyuban itu," pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen Tedi Rosanto memaparkan revitalisasi ini ialah nentuk nyata dalam mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sragen.

"Dengan revitalisasi pasar, pasar menjadi lebih bersih, aman, nyaman, tidak panas dan tidak becek saat hujan serta dilengkapi beberapa fasilitas umum pendukung," terang dia.

Dalam laporannya, tedi menyampaikan Pasar Jatitengah Sukodono terdapat 97 Pedagang, 17 kios, 80 petak Los dengan fasilitas Kantor pengelola pasar, KM/MCK, TPS.

Sementara di Pasar Tunggul Gondang ada 42 pedagang, 10 kios, 32 petak los dengan fasilitas Kantor pengelola pasar, KM/MCK, TPS.

Mewakili padagang pasar Jatitengah, Samadi (70) mengaku sangat senang dengan direvitalisasinya pasar tersebut.

"Alhamdulillah sudah direnovasi, jadi lebih bersih lebih rapi. Sudah bagus lah ini," ungkap Samadi.

Sebagai rasa syukur mereka membuat tumpeng dan gunungan hasil bumi yang diawali dengan kirab boyongan dari pasar sementara (lapangan jatitengah) hingga pasar jatitengah. (MY_HUMAS)

Berita Terbaru

Top