AJAK MASYARAKAT PERANGI KORUPSI, KEJARI DAN PEMKAB SRAGEN TEMPEL STICKER ANTIKORUPSI


humas | 11 Desember 2019 | 87

SRAGEN - Peringati Hari Antikorupsi Internasional, Kejaksaan Negeri Sragen (Kejari) dan Pemkab Sragen lakukan kampanye antikorupsi di lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) depan kantor dinas Bupati Sragen, Senin (10/12/2019) pagi.

Bersama Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Kepala Kejari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi, dan Sekda Sragen Tatag Prabawanto, hingga perwakilan ASN Kabupaten Sragen membagikan dan menempelkan langsung sticker antikorupsi kepada pengendara yang berhenti di APILL jantung kota Sragen itu.

Pada kesempatan itu, Wabup Dedy Endriyatno mengatakan Pemkab bersama Kejari Sragen terus berkomitmen untuk pencegahan korupsi. Sebab pembangunan akan optimal kalau korupsi bisa dicegah.

“Sekarang tidak ada lagi target berapa kasus yang ditangani dalam setahun. Targetnya justru lebih banyak upaya pencegahan korupsi. Hal itu menjadi tantangan buat APH untuk meningkatkan kesadaran bersama,” ujarnya.

Wabup Dedy menerangkan penanganan korupsi itu tidak selalu berwujud uang dengan nominal besar. Menurutnya korupsi uang yang nilainya di bawah Rp 10.000,- pun dianggap korupsi. Selain itu, Wabup menyebut membuang-buang waktu saat jam kerja itu juga termasuk korupsi waktu.

Lebih lanjut Wabup mengungkapkan, peringatan tidak cukup hanya seremonial saja. Akan tetapi dibutuhkan keseriusan dari setiap individu untuk tidak korupsi.

“Apabila ada pegawai yang korupsi akan ditindak tegas, diberikan teguran bahkan hingga diberhentikan. Kita akan tindak sesuai aturan yang berlaku,” jelas Wabup Dedy.

“Semoga kegiatan dapat menggairahkan ajakan untuk menghindari korupsi sehingga mendorong penyelamatan keuangan negara,” harap Wabup.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan melaporkan apabila mengetahui sesuatu yang tidak benar atau gejala korupsi.

"Ini merupakan salah satu simbol ajakan dari kami bahwa korupsi merupakan extraordinary crime yang tidak hanya diberantas oleh kami saja tapi oleh segala lapisan masyarakat," terangnya.

"Mudah-mudahan dengan peringatan Hari Antikorupsi Internasional, dengan melawan korupsi, ke depannya Indonesia bisa menjadi seperti apa yang diharapkan Presiden, yaitu mewujudkan Indonesia Maju," harapnya.

Pihaknya akan berusaha maksimal untuk menekan maupun mencegah tindak korupsi dengan bekerja sama dengan Pemkab Sragen.

"Penekanan kami saat ini adalah pencegahan. Kami lebih senang mencegah daripada menindak," pungkasnya. (MY_HUMAS)

 

 

Berita Terbaru

Top