RESMIKAN KAMPUNG KB TIMOSSEN, BUPATI SRAGEN HARAP 8 FUNGSI KELUARGA DITERAPKAN


humas | 27 Desember 2019 | 113

SRAGEN - Pencanangan kampung Keluarga Berancana (KB) di desa-desa Wilayah Kabupaten Sragen terus berlanjut. Kali ini, Kamis (26/12/2019) pencanangan kampung KB Tingkat Desa yang diresmikan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dilaksanakan di 4 dukuh TIMOSSEN, Ds. Karanganom, Kecamatan Sukodono.

Ke empat dukuh yang dicanangkan diantaranya, Dk. Tisan, Dk. Sidorejo, Dk. Mojorejo dan Dk. Sendangmundu, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono.

Hadir dalam acara tersebut, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sragen Joko Puryanto Muspika Kec. Sukodono, Jajaran PL KB, PKK Desa dan masyarakat desa Karanganom.

Plt. Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sragen Joko Puryanto mengatakan tujuan pencanangan kampung KB ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung atau dusun melalui program KB.

Selain itu juga untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, SDM unggul Indonesia Maju.

"Untuk itu demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat maka perlu adanya program kependudukan KB diharapkan bisa memajukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan berkualitas," lanjutnya.

Lebih lanjut ia menambahkan agar para orangtua turut mengawasi putra putrinya untuk mengatur usia pernikahan dan kehamilan.

"Jangan ada kehamilan yang tidak diharapkan, wajib agar tidak segera nikah. Selain itu bisa untuk menurunkan angka Stunting jika menikah di usia yang pas, kemudian bisa menurunkan angka kemiskinan dan penurunan putus sekolah," jelas Joko Puryanto.

Pada kesempatan itu, Bupati Yuni mengapresiasi pencanangan Kampung KB "TIMOSSEN" yang telah menjadi salah satu desa pencanangan Kampung KB menggunakan dana mandiri.

"Sangatlah membanggakan bahwa Desa Karanganom merupakan salah satu desa yang dengan Dana Mandiri maupun Dana Desa telah mencanangkan Kampung KB," tutur Bupati.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan bisa mensukseskan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, (KK BPK) dan program-program lainnya, sehingga tercapai keluarga-keluarga yang terencana dan berkualitas.

"Keluarga yang berkualitas akan menghasilkan generasi-generasi emas yang nantinya siap menyongsong kehidupan yang lebih baik," jelas Bupati Yuni.

"Pengentasan kemiskinan, penundaan usia perkawinan sampai batas waktu yang dianjurkan, pemberdayaan ekonomi keluarga, menurunkan angka anak putus sekolah, pengendalian penduduk merupakan kegiatan-kegiatan yang ada di Kampung KB," lanjutnya.

Bupati Yuni menambahkan penerapan 8 fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari untuk selalu dikumandangkan agar tercapai generasi-generasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi perubahan yang cepat di era millenial.

Lakukan Gerakan Kembali ke Meja Makan, dimana setiap keluarga diharapkan memiliki waktu untuk makan bersama keluarga untuk mempererat komunikasi dan kasih sayang sehingga anak-anak kita tidak terjerumus dalam pergaulan yang bebas dan triad kesehatan reproduksi remaja (zero seks bebas, zero pernikahan usia dini dan zero NAPZA) bisa tercapai.

Untuk mencapai semua itu perlu adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung program KKBPK sehingga pada kesempatan hari ini, diundang pula lintas sektor, tenaga kesehatan, PKB/PLKB, Kader PPKBD dan Sub PPKBD untuk mendukung program KKBPK. Diharapkan bahwa program-program yang ada di Kampung KB bisa dilaksanakan secara lintas sektoral, dan desa tidak hanya sekedar mencanangkan tapi juga menganggarkan untuk keberlangsungan Kampung KB sesuai dengan kearifan lokal.
 
Pencanangan Kampung KB ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan pada batu prasasti oleh Bupati Sragen Yuni.

Berita Terbaru

Top