LANTIK 167 KADES, BUPATI TEKANKAN PEMIMPIN SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT


humas | 28 Desember 2019 | 221

SRAGEN- Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik 167 kepala desa (kades) terpilih hasil pilkades serentak yang dilaksanakan pada 26 September 2019 lalu.

Pelantikan kepala desa periode 2019 - 2025 tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Dedy Endriyatno, jajaran Forkopimda Sragen, OPD dan keluarga dari kades, yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Jumat (27/12/2019) pagi.

"Saya ucapkan selamat kepada kepala desa terpilih, selamat atas capaian ini, syukuri dan niati untuk menjadi pemimpin yang amanah dengan baik sebagai pemimpin di desa," terang Bupati Yuni di sela-sela pelantikan.

Secara administrasi, dari 167 kepala desa yang dilantik, untuk Kecamatan Gemolong ada 9 Kades, Gesi 6 kades, Gondang 8 kades, Jenar 5 kades, Kalijambe 13 kades, Karangmalang 7 kades, Kedawung 9 kades, Masaran 11 kades, Miri 6 kades, Mondokan 8 kades, Ngrampal 8 kades, Plupuh 13 kades, Sambirejo 7 kades, Sambungmacan 7 kades, Sidoharjo 9 kades, Sragen 1 kades, Sukodono 9 kades, Sumberlawang 10 kades, Tangen 6 kades, dan Kecamatan Tanon 15 kades. Sementara untuk pertahana, ada 68 kepala desa.

Dalam amanatnya Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan sejumlah pesan yang harus dijalankan kades untuk melayani masyarakat enam tahun kedepan.

Salah satu poin penting yang ditegaskan Bupati ialah memahami kalimat "Pemimpin adalah Pelayanan Masyarakat" agar dapat dirasakan secara nyata program kerja dari visi misi yang diusung kades.

Bupati juga tidak menginginkan adanya sistem pelayanan masyarakat yang justru mempersulit apa yang dikehendaki masyarakat.

"Wajib melayani kepentingan masyarakat secara profesional, cepat, fleksibel, transparan dan akuntabel," tegas Bupati.

Pada momen pelantikan ini, Bupati Yuni meminta agar kades terpilih untuk segera melakukan rekonsiliasi kepada rival atau lawan politik dalam Pilkades. Menurutnya kondusifitas daerah mutlak harus dijaga agar pembangunan bisa dilakukan dengan tenang.

“Rangkul, peluk, sambangi kompetitor yang turut Pilkades. Sowani, mendatangi tidak akan jadi hina. Seorang pemimpin mendatangi masyarakatnya sendiri,” harap Bupati Yuni.

Pengelolaan keuangan desa menjadi perhatian serius oleh pemkab Sragen agar realisasinya dapat dipertanggung jawabkan sesuai peruntukannya.

Untuk itu, Bupati Yuni mengatakan tahun 2020 seluruh Desa / Kelurahan se - Kabupaten Sragen wajib menerapkan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Siskeudes, menurutnya agar aparat pemerintah desa mendapatkan kemudahan saat melakukan proses pengelolaan keuangan‎. Selain itu dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

"Nanti harus transparan, cairnya dalam bentuk non tunai. Harus by program. Saya harap dengan sistem ini semakin minim penyelewengan dana desa," pungkas Bupati.

Rangkaian pelantikan diawali pengambilan sumpah dan janji kemudian dilanjutkan dengan penandatangan berita acara pelantikan. (MY_HUMAS)

Berita Terbaru

Top