PERESMIAN JEMBATAN SUKOWATI, DIGELAR WAYANG KULIT LAKON SRIKANDI MADEG SENOPATI


humas | 29 Desember 2019 | 305

SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno tanda tangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Jembatan Sukowati sekaligus ruas jalan Bejingan - Sidodadi, Kecamatan Masaran.

Jembatan vital penghubung 4 desa yakni desa Pilang, Pringanom, Jati dan Kliwonan dulunya bernama Jembatan Bejingan, kemudian pada peresmian Jumat (27/12/2019) malam, resmi diganti namanya menjadi Jembatan Sukowati.

Peresmian ditandai juga dengan pengguntingan pita, pemotongan tumpeng serta digelar wayang kulit semalam suntuk lakon Srikandi Madeg Senopati dengan dalang Ki Dalang Suseno Tengkleng dari Boyolali.

Kepala Dinas PUPR Kab. Sragen Marija, menyampaikan fungsi jembatan selain untuk transportasi empat desa di Kec. Masaran tersebut masih ada fungsi lain yaitu untuk membuka akses wisata di lingkungan industri Batik Kliwonan dan Pilang.

“Jalan menuju jembatan tersebut sudah di lebarkan dan akan terhubung dengan lokasi jembatan baru diantaranya akan di bangun jembatan di atas sungai bengawan solo yang menghubungkan desa kawasan batik Masaran, kawasan batik Pungsari dan wisata makam butuh di Plupuh,” jelas Kepala DPUPR Marija.

“Sehingga kedepan akan terhubung jalur obyek wisata dari Masaran - Plupuh  - Sangiran Kalijambe.” paparnya.

Pihaknya menambahkan Jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 7 meter ini dikerjakan dalam jangka waktu 240 hari terhitung dari 27 Februari 2019 hingga 24 Oktober 2019 selain itu menggunakan konstruksi komposit (tanpa pilar dibawahnya).

Sementara untuk ruas jalan Bejingan - Sidodadi yang memiliki panjang 2,8 kilometer dan lebar 5 meter, dikerjakan dalam jangka waktu 75 hari dari tanggal 15 Oktober - 28 Desember 2019 dengan konstruksi AC-WC 4 cm.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pemkab Sragen akan terus membenahi jalan-jalan akses menuju pariwisata.

"Saat ini telah tertangani jalan-jalan menuju Museum Sangiran, jalan-jalan antar Cluster di Sangiran, jalan akses menuju Gunung Kemukus, jalan-jalan di daerah wisata Batik Masaran salah satunya Jalan Bejingan – Sidodadi yang kita resmikan malam ini," terang Bupati.

Terbangunnya Jembatan Sukowati ini diharapkan ada akses konektifitas menuju daerah wisata di Masaran. Selain itu juga diharapkan pertumbuhan pariwisata bisa sinergi dan mendorong sektor industri UMKM untuk menciptakan produk-produk inovasi unggulan yang dapat dipasarkan.

Kondisi baik jalan di Kabupaten Sragen akhir tahun 2016 sebesar 46,46 % dan pada akhir tahun 2019 kondisi baik jalan di Kabupaten Sragen 76,49 %.

"Dari data tersebut terdapat kenaikan kondisi baik jalan sebesar 30,03 %," jelas Bupati.

Selain pembangunan jalan, pemerintah Kabupaten Sragen juga telah membangun beberapa jembatan antara lain Jembatan Sukowati (yang saat ini kita resmikan), Jembatan Klayutan, Jembatan Gedongan – Makam Butuh, jembatan Butuh (bangunan bawah) dan jembatan Bagor – Muneng.

Sementara Wakil Bupati Dedy Endriyatno menjelaskan pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan terus menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sragen sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sragen 2016 – 2021.“Pembangunan Infrastruktur yang menyeluruh dan berkualitas untuk mempercepat capaian aspek-aspek pembangunan”

"Akses jalan yang baik akan memperlancar transportasi dan roda perekonomian sehingga masyarakat lebih sejahtera," terang Wabup.

Wabup Dedy mengingatkan agar masyarakat juga memperhatikan status jalan berdasarkan wewenang dan tanggungjawab pengelolaan jalan sesuai aturan Pemerintah Republik Indonesia pasal 25 nomor 34 tahun 2006 tentang kewenangan pengelolaan jalan berdasarkan regulasi dengan melihat status jalan.

"Dilihat status jalan itu jalan milik siapa, jalan Nasional yang berwewenang adalah nasional, jalan provinsi wewenang provinsi, jalan kabupaten/kota wewenang daerah, sementara jalan desa wewenang desa," tutup Wabup.

Turut hadir pada peresmian tersebut, jajaran Forkopimda Sragen, Asisten Setda Sragen, jajaran OPD, muspika kecamatan Masaran, dan masyarakat setempat. (MY_HUMAS)

Berita Terbaru

Top