PEMKAB SRAGEN GELAR UPACARA SERENTAK WAWASAN KEBANGSAAN DAN BELA NEGARA DI 80 SMA/SMK


humas | 11 Februari 2020 | 151

SRAGEN - Upacara wawasan kebangsaan dan bela Negara bagi pelajar tingkat SMA/SMK maupun MA se - kabupaten Sragen dilaksanakan serentak di 80 sekolah, Senin (10/2/2020) pagi.

Pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara dipimpin langsung oleh para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pejabat OPD dan Muspika Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memimpin upacara di SMA Negeri 2 Sragen, Wakil Bupati Dedy Endriyatno di SMA Negeri 1 Jenar, Sekda Sragen Tatag Prabawanto di SMA Negeri 1 Sumberlawang, Ketua DPRD Sragen Suparno di SMA Negeri 1 Sragen, Dandim 0725 Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto di SMA Negeri 3 Sragen, Kapolres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo di SMK Negeri 2 Sragen, Danyonif Raider 408/SBH Sragen Letkol Inf Yefta Sangkakala di SMK Bina Wiyata Sragen, Kepala Kejaksaan Negeri Syarief Sulaeman Nahdi di SMK Negeri 1 Sragen, Ketua Pengadilan Negeri Ahmad Yasin MAN 1 Sragen, Ketua Pengadilan Agama Suhardi SMA Muhammadiyah 1 Sragen, Dansub Denpom IV-4 Kapten CPM Eko Heryanto SMK Sukowati Sragen, Ka Kemenag Hanif Hanani di SMK Muhammadiyah2 Sragen, dan Ka Lapas Yosef Yambise di SMK Negeri 1 Kedawung.

Sementara jajaran Kepala OPD dan Muspika lainnya menyebar di 67 sekolah lainnya.

Dalam amanatnya Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sragen bertekad meneguhkan kembali komitmen pemuda pelajar se- Kabupaten Sragen untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai upaya mengisi pembangunan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Selain menindaklanjuti kerawuhan Pak Gubernur Ganjar yang datang kemari karena ada kasus beberapa waktu lalu yang terjadi di SMA / SMK di Kabupaten Sragen, juga sebagai langkah dari Pemkab Sragen dengan melakukan wawasan kebangsaan diseluruh sekolah tingkat SMA/SMK dan MA di Kabupaten Sragen," jelas Bupati.

"Dengan maksud tujuan untuk mengingatkan kembali kepada anak-anak khususnya tingkat SMA/SMK akan pentingnya toleransi, radikalisme, dan kegiatan - kegiatan yang perlu pengawasan Sekolah," lanjut Bupati Yuni.

Kepada kepala sekolah dan guru - guru, Bupati mengingatkan untuk mengawasi ekstrakurikuler anak didik.

"Dampingi saat proses pemberian materi, harus tetap dalam pengawasan terutama kegiatan Rohis yang kadangkala pengawasan dari kepala sekolah ataupun guru-guru itu tidak terlalu melekat," terang Bupati Yuni.

Untuk itu Bupati Yuni meminta agar sekolah yang mengundang pembicara dalam hal ceramah dari kalangan luar yang belum diketahui betul sepak terjangnya.

"Siapa guru yang dipanggil siapa pembicara yang dipanggil harusnya sepengetahuan sekolah sehingga sekolah bisa turut memantau, bukan berarti kita tidak boleh mengundang pembicara dari luar, namun harus diteliti betul siapa dia," lanjut Bupati.

Bupati juga berharap anak-anak di sekolah yang sangat luar biasa dan hebat di Sragen terselamatkan dari paham-paham yang mudah menyesatkan.

Selain itu, Bupati Yuni juga menjelaskan pada tahun 2045 nanti, Negara Indonesia genap berusia 100 tahun yang berarti 100 tahun emas (Generasi Emas 2045). Dan pada tahun tersebut, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun). 

"Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi," jelas Bupati Yuni. 

Generasi Emas 2045 adalah visi mulia yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat. Maka disinilah khususnya institusi pendidikan memegang peranan untuk menyiapkan masa transisi generasi muda di kemudian hari. 

Hal ini harus dilakukan karena pada tahun 2045 para pelajar saat ini akan menjadi generasi yang memimpin bangsa Indonesia. 

Untuk mencapai tujuan generasi Emas tersebut maka pemerintah kabupaten Sragen mengajak, menghimbau kepada seluruh pelajar SMA/SMK se-kabupaten Sragen, harus memiliki komitmen bersatu membangun bangsa demi kejayaan NKRI. 

"Mari komitmen menolak paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang menyasar pada kaum pelajar/intelektual. Dengan cara menjadikan keyakinan sebagai kaidah penuntun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara disertai rasa cinta tanah air, dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan," ajak Bupati. 

Usai memimpin pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan Pengarahan Wawasan Kebangsaan oleh Bupati di Aula SMA Negeri 2 Sragen.

Dalam kesempatan itu Bupati juga berdialog bersama para siswa seputar wawasan kebangsaan yang bertajuk quiz cerdas cermat. Dan bagi siswa yang mampu menjawab dan menjelaskan pertanyaan dari Bupati, berhak mendapat hadiah penunjang sekolah. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top