KAMPANYEKAN GERAKAN BELANJA DI PASAR RAKYAT, BUPATI INGIN ROMBAK PASAR GONDANG MENJADI PASAR SEHAT


humas | 12 Februari 2020 | 46

SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dan jajaran OPD kembali berbelanja di pasar tradisional untuk mengkampanyekan gerakan "Ayo Blonjo Bareng Neng Pasar Rakyat", Jumat (07/02/2020) pagi.

Pada hari tersebut, Bupati dan jajaran berbelanja di Pasar tradisional Gondang. Membawa tas belanja yang berbahan kanvas, mereka berkeliling pasar sembari memilih barang yang akan dibeli.

Tidak hanya Bupati Yuni dan Wabup Dedy, sejumlah ASN Gondang juga turut berbelanja di Pasar Gondang.

Bupati Yuni berbelanja beragam kebutuhan dapur, antara lain tempe, ikan asin, bandeng, beragam sayuran hijau, tauge, buah-buahan, hingga jajanan pasar. Sementara Wakil Bupati Dedy berbelanja petai, jengkol, pare, timun, kacang kulit, dan sirsat.

"Kami berbelanja di pasar tradisional agar kita bisa berinteraksi langsung dengan pedagang, melihat barang dan akhirnya membeli.Tak lupa kita juga membawa tas belanja sendiri agar mengurangi sampah plastik," terang Bupati Yuni.

Menurutnya Pasar Gondang ini perlu diperbaiki. Bupati menilai suasananya pengap, masih bercampurnya bahan basah dan kering juga membuat pasar kurang sehat.

"Pasar ini tidak sehat, harus diperbaiki, di dalam terlalu ungkep. Higienitas kurang masih di campur antara bahan basah dan kering, tidak ada zonasi, otomatis tidak sehat," tegas Bupati.

Pihaknya juga mengatakan Pasar Gondang harus dirombak sehingga menjadi pasar yang sehat.

Pemkab Sragen bahkan sudah mempunyai rancangan bestek atau DED, tinggal mengajukan ke pemerintah pusat secara bertahap.

"DED sudah ada, nanti minta ke pemerintah pusat bertahap. Tahun ini kami rehabilitasi yang sudah kita anggarkan dulu. Pasar Gondang bisa jadi rencana DED di 2021," lanjutnya.

Rencana DED tersebut telah direvisi sehingga memudahkan jika ingin mengajukan ke pemerintah pusat. Masih banyak pasar yang serupa di Sragen, termasuk Pasar Kota Sragen dan Pasar Gemolong.

"PR kita itu, jadi antara kios satu dengan kios lain gelap. Tidak ada zonasi. Maka memang perlu diperbaiki dan harus menjadi pasar sehat," terangnya.

Sepengamatannya masyarakat yang pergi ke pasar dengan kondisi demikian kurang merasa nyaman. Berbeda saat masuk swalayan yang terasa dingin.

"Walaupun harga di swalayan mahal, pembeli tidak ribut karena nyaman," imbuhnya.

Sebelum mulai belanja, Bupati Yuni bersama Wabup Dedy juga menyerahkan 20 unit sepeda motor kepada lurah pasar dan kepala pengelola pasar.

“Sepedanya dirawat harus bisa membawa manfaat, jangan sampai setelah diserahkan oli tidak diganti. Saya minta barang ini dijaga jangan sampai satu tahun mengalami kerusakan semoga bisa menambah kualitas kinerja semuanya,” pesan Bupati Yuni.

Bupati Yuni juga melarang sepeda motor tersebut diperjualbelikan atau digadaikan. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top