BUPATI YUNI HARAP HUTAN KOTA PLUMBUNGAN JADI ALTERNATIF JUJUKAN WISATA DI BUMI SUKOWATI


humas | 12 Februari 2020 | 148

SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Rachmat Indrajaya, Kepala Unit Japfa Comfeed Indonesia Sragen, Adi Purnomo melakukan peletakan batu pertama penataan Hutan Kota Plumbungan Kecamatan Karangmalang, Kamis (31/8). Rencana pembangunannya akan dilaksanakan dalam dua tahap yakni di tahun 2020 dan tahun 2021.

Pembangunan ruang terbuka hijau seluas 15 hektare tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sragen dengan PT Japfa Comfeed Tbk.

Kepala Unit Japfa Comfeed Indonesia Sragen, Adi Purnomo mengatakan Penataan Hutan Kota Plumbungan tahap I meliputi pembangunan jogging track sepanjang 800 meter, pengadaan kursi taman, pembangunan plaza entrance, dan pembangunan toilet.

“Untuk penataan tahap I menelan dana hampir Rp. 1 miliar. Setelah tahap I selesai, dilanjutkan tahap II tahun depan. Total anggarannya Rp. 3 miliar,” jelas Adi Purnomo.

Sementara untuk penataan Hutan Kota Plumbungan tahap II meliputi pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) berkonsep reduce, reuse dan recycle (3R), melanjutkan pembangunan jogging track sepanjang sekitar 1.700 meter, arena bermain anak, penataan tanaman dan lain-lain.

“Tahun ini baru dibangun small jogging track sepanjang 800 meter. Tahun depan dibangun yang lebih panjang mengeliling hutan kota seluas 15 hektare ini. Total panjang jogging track itu 2,5 km,” lanjut Adi.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap penataan Hutan Kota Plumbungan bisa menambah jumlah ruang terbuka hijau yang lebih ramah anak di wilayah Sragen. Hutan Kota Plumbungan juga diharapkan bisa menjadi alternatif jujukan wisata keluarga di Bumi Sukowati.

“Bukan semata untuk meraih Piala Adipura, tapi kami ingin menghadirkan kenyamanan bagi warga. Warga Sragen perlu tempat untuk berinteraksi atau berkumpul di tengah kota yang lahannya semakin menyempit. Harapannya, hutan kota ini benar-benar bisa menjadi paru-parunya kota,” harap Bupati Yuni.

Pada kesempatan itu, Bupati Yuni juga meminta kepada PT Japfa agar menerima jagung dari para petani di Sragen untuk disetorkan dan dibeli Japfa.

“Semoga ini bisa disambut baik kedua pihak. Memasukkan produk Sragen untuk bisa dikelola dengan Japfa,” pungkasnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top