BUPATI YUNI PESAN AGAR GENERASI MILENIAL MENIKAH DI USIA YANG MATANG


humas | 12 Februari 2020 | 307

SRAGEN - Banyaknya angka perceraian di Kabupaten Sragen salah satunya karena angka pernikahan dini yang cukup banyak. Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja dan penyuluhan pra nikah bagi generasi milenial di Kecamatan Tanon Rabu (05/02/2020) dan Gemolong (12/02/2020). Selain itu hamil diluar nikah juga menjadi faktornya.

“Kalau yang menikah dini belum siap secara batin dan psikis maka akan mempengaruhi kehidupan dalam berumah tangga. Usia menikah dalam UUD Pernikahan No 16 tahun 2019 yaitu berusi 19 tahun,” terang Bupati Yuni.

Diusia 19 tahun dikatakannya organ reproduksi manusia lebih siap namun sebetulnya secara lahiriyah secara psikologi belum sepenuhnya siap.

“19 tahun anak psikologisnya dalam masa pertumbuhan dan sangat mempengaruhi kejiwaannya, anak-anak remaja kadang kala tiba-tiba menangis, masih emosional terkadang belum bisa menerima peran baru jika langsung berumah tangga,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, bupati juga meminta peran serta orang tua agar selalu mengikuti perkembangan anak dan juga harus memahami masa transisi anak-anak ke remaja.

Bupati Yuni berpesan agar para remaja dan anak muda menyiapkan betul jika ingin menikah. Bupati Yuni juga berharap angka perceraian di Kabupaten Sragen semakin menurun.

Bupati juga menyayangkan jika para remaja sudah mulai berani seks bebas yang dapat memicu pernikahan dini.

“Dampaknya bisa terkena HIV apalagi berganti-ganti pasangan dan sudah pasti mematikan. Saya harap generasi di Sragen paham betul hal ini, disiapkan betul jika ingin menikah,” kata dia.

Sosialisasi bertajuk Kesehatan Reproduksi Remaja dan Penyuluhanan Pra Nikah Bagi Generasi Milenial di Kecamatan Tanon ini diharapakan usia pernikahan dini semakin menurun.

Selain memberikan penyuluhan tentang reproduksi, Bupati Yuni juga menyampaikan virus corona yang kini sedang marak dibicarakan.

“Alhamdulillah virus corona tidak masuk ke Indonesia, meskipun tidak masuk ke Indonesia kami juga siap, sudah mempersiapkan rumah sakit, sistem pengecekan di bandara juga diperkuat,” jelas Bupati.

“Kita berada di negara tropis yang tinggal di garis khatulistiwa dimana menurut penelitian virus akan mati pada kelembaban 80% dan di Indonesia di atas 80%,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati juga menjelaskan pengertian corona berikut dengan cara penyebaran dan cara untuk menghindarinya dengan memperbaiki kualitas pola hidup dengan melakukan germas.

Bupati menyampaikan setidaknya berolahraga selama 30 menit dalam sehari.

“Makan makanan yang bergizi kurangi rokok karena rokok bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Virus bisa masuk pada saat kondisi imunitas tubuh kita berada di paling rendah,” terangnya.

Bupati Yuni juga mengingatkan agar senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan dengan air yang mengalir. Usahakan mengenakan  masker ketika sakit dengan penggunaan maksimal enam jam.

“Harus cek secara rutin panas badan ketika sakit, awas jangan berkerumun maksudnya dalam jumlah besar dimana kita tidak tahu ada dari kita yang terjangkit virus,” pesan Bupati Yuni. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top