WABUP DEDY TARGETKAN KABUPATEN SRAGEN DAPAT MERAIH PENGHARGAAN KLA TINGKAT NINDYA


admin | 20 Februari 2020 | 103

SRAGEN - Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mentargetkan Kabupaten Sragen dapat meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Dedy saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2020 Kabupaten Sragen, di Ruang Sukowati, Selasa (18/02/2020).

Menurut Wabup setelah dua kali memperoleh tingkat Pratama, pihaknya inginkan lompatan yang signifikan untuk Kabupaten Sragen.

"Pratama cukup dua kali kita harus naik kelas menjadi madya lebih baik lagi Nindya. Karena saya yakin target yang lebih tinggi akan semakin menstimulasi mencapai target tertinggi," terang Wabup Dedy dalam rakor KLA.

Dalam meraih target tersebut disampaikan Wabup Dedy memang perlu adanya kerjasama dalam sebuah tim. Merupakan bagian dari usaha kompenen stakeholder dan tentu dinas-dinas terkait.

Dari setiap komponen-komponen ini harus memiliki persepsi yang sama serta dipastikan masing-masingnya memiliki kontribusi terhadap pembentukan dan mewujudkan KLA.

"Bekerja dalam sebuah tim besar seperti ibarat bermain sepak bola, ada satu bintang dan 10 temannya. Bukanlah perkara mudah karena harus menyatukan berbagai elemen untuk menjadi satu tujuan," jelas Wabup.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Dedy juga menyampaikan Dinas P2KBP3A sebagai bintang yang harus mampu memberikan arahan yang jelas kepada seluruh anggotanya sebagai pemimpin dalam tim.

Sehingga mewujudkan Sragen sebagai KLA benar-benar dalam fungsi yang sebenarnya dan bukan hanya sekedar simbol. Tentu kontribusi masing-masing pihak dalam sebuah tim sangat dibutuhkan untuk mencapai misi.

"Membutuhkan kemampuan berpikir positif, kemampuan mengolah ego, kemampuan untuk berkontribusi, koordinasi dan produktif," lanjut Wabup Dedy.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Sragen Djoko Puryanto menyampaikan ada lima kluster dan 24 indikator dalam penilaian KLA.

"Kluster pertama yaitu hak sipil dan kebebasan, kedua hubungan keluarga dan pengasuh alternatif, ketiga kesehatan dasar dan kesejahteraan, keempat pemanfaatan waktu luang anak dan kegiatan budaya dan perlindungan khusus," terang Djoko.

Djoko mengatakan rakor ini bertujuan dapat menyamakan persepsi anggota gugus tugas dan strategi yang dapat dilakukan. Selain itu membahas aksi sinkronisasi kegiatan yang mendukung KLA di Kabupaten Sragen oleh masing-masing lembaga.

"Semua perlu diwujudkan karena pertama amanah internasional dan nasional, yang kedua anak merupakan investasi sumber daya manusia," pungkasnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top