2nd GOVERNMENT GATHERING ON GOOD AND GREEN GOVERNMENT 2020 DI YOGYAKARTA


admin | 21 Februari 2020 | 78

Yogyakarta - Good dan green government menjadi pembahasan utama dalam Government Gathering yang digelar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (18/2). Sebanyak 12 pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di Indonesia yang hadir di antaranya, Bantul, Kota Jogja, Kulon Progo, Gunungkidul,  Salatiga, Lombok Barat, Lombok Timur, Sragen, hingga Sabang. Korupsi, kolusi, nepotisme serta isu lingkungan dinilai berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto dalam sambutannya mengatakan, perguruan tinggi sebagai pilar bangsa harus menciptakan mahasiswa menjadi regenerasi penyelenggara negara yang baik. Menurut dia UMY berusaha menunjukkan good government melalui hubungan teori perkuliahan dengan realitas yang ada. Dalam kesempatan yang sama Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P, IPM juga menyampaikan bahwa UMY perlu melakukan networking bersama bupati, walikota, kepala daerah maupun lembaga pemerintah untuk bersama-sama bahu membahu melaksanakan pembangunan. “Government Gathering on Good and Green Governance ini menjadi sebuah bentuk penghargaan kami kepada pemerintah daerah mitra kerjasama UMY serta civitas akademika UMY atas komitmen, kerjasama, dan kerja kerasnya dalam membangun dan mengembangkan daerah. Kegiatan ini juga ditujukan untuk memetakan potensi daerah dan mempertemukannya dengan para akademisi di kampus, guna menghasilkan suatu ide inovasi agar potensi yang dimiliki oleh daerah dapat lebih dikembangkan lagi demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat daerah,” ungkap Gunawan.

Sementara itu, Wakil Rektor UMY bidang Kerjasama dan Internasional, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, mengungkapkan bahwa sebelumnya UMY telah melakukan pertemuan dengan beberapa kepala daerah. Untuk memetakan dan mencari solusi dari problem yang dihadapi oleh masyarakat di daerah. Dalam pertemuan tersebut selain ditemukan persoalan mengenai korupsi, kolusi, nepotisme, dan kebijakan pemerintah dalam hal isu lingkungan, juga ditemukan isu mengenai kurangnya perhatian mengenai kesehatan terhadap masyarakat terpencil di daerah.

“Menanggapi pertemuan dengan beberapa kepala daerah tersebut, maka kedepannya kami berencana untuk membuat KKN untuk mahasiswa kedokteran yang akan ditempatkan di daerah kepulauan terpencil di Indonesia. Di samping karena mahasiswa jurusan kedokteran mungkin selama ini tidak pernah melaksanakan program KKN, hanya praktik kerja lapangan di rumah sakit. Selain itu juga karena menurut kami untuk saat ini kebanyakan dokter hanya berpusat di pulau Jawa saja, jadi di daerah terpencil kurang diperhatikan. Padahal sebenarnya masyarakat yang lebih sering membutuhkan tenaga medis itu adalah masyarakat yang jauh dari rumah sakit. Hal ini tentu saja dapat menjadi bentuk kontribusi baru dari UMY untuk masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah terpenci,” tutup Nurmandi.

Government Gathering Sebagai Wadah Kerjasama UMY Dengan Pemerintah yaitu dengan dilakukan penandatanganan MoU sebagai komitmen mewujudkan green government di wilayah Indonesia. Isu perubahan iklim sangat penting dan menjadi sorotan masyarakat hingga internasional.

Dalam kesempatan ini merupakan kesempatan bagi civitas akademika UMY dan Pemerintah Daerah untuk dapat saling bertukar pengalaman, diskusi, dan berkolaborasi tentang Good and Green Governance. Untuk mengembangkan kerjasama serta memberikan terobosan bagi masyarakat daerah dalam menyelesaikan berbagai problem tersebut.

Government Gathering yang ke-2 ini mengangkat tema G5 (Government Gathering on Good and Green Governance) dengan Tagline “Better Government for Better Environment”. Ada tiga sesi dalam acara ini yaitu sesi pertama yang diawali dengan pembukaan, sambutan, dan penandatanganan MoU, sesi kedua yaitu diskusi tentang Good Governance bersama Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP lalu dilanjutkan sesi ketiga yaitu diskusi tentang Green Governance bersama Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D melalui teleconference. Selain itu juga turut hadir Kepala Daerah dari berbagai kota di Indonesia, seluruh rektor universitas di Yogyakarta, dan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah di Yogyakarta.

Bupati Sragen Hj. dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati berkempatan memberikan pemaparan mengenai pelaksanaan Good Governance di Era Disruptive pada Kabupaten Sragen, dengan tema Implementasi Pelaksanaan Good Governance di Kabupaten Sragen. Beliau menyampaikan penerapan 9 prinsip Good Governance yaitu partisipasi masyarakat, tegaknya supremasi hukum, transparansi, peduli pada stakeholder/dunia usaha, kesetaraan, berorientasi pada konsensus, efektifitas dan efisiensi, akuntabilitas dan visi strategi. Dan hasil dari pelaksanaan Good Governance antara lain penurunan kemiskinan dengan persentase penduduk miskin Tahun 2016 : 14,38%,dan pada tahun 2019 turun menjadi 12,79%. Yang kedua adalah predikat WTP & nilai LKJiP “B” dan Kabupaten Sragen mendapat predikat WTP selama 4 tahun berturut-turut. Nilai LKJiP Tahun 2017 : CC, pada tahun 2018 naik menjadi B. Ketiga adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan publik tahun 2019 : 79,12%. Yang keempat Angka Kematian Ibu & Bayi target AKI Tahun 2021 : 100, AKB Tahun 2021 : 6,85, realisasi AKI : 42,1, AKB : 6,87 (Oktober 2019).kelima adalah 62 penghargaan di raih kabupaten Sragen selama kurun waktu 4 tahun (2016-2019) baik penghargaan tingkat Provinsi maupun Nasional.

Dalam kegiatan tersebut juga tersedia stan-stan dari berbagai daerah maupun lembaga pendukung acara tersebut. Sragen berkesempatan membuka stan dengan menggandeng para “Komunitas Ekraf” yang ada di Kabupaten Sragen, yaitu komunitas yang menghasilkan karya-karya handmade. Komunitas Ekraf didukung oleh produk-produk dari WSG WOODENWATCH dengan produksi jam kayunya oleh Budi, produk Decoupage craf oleh Rima Anomsari, Kokedama adalah bola tanah yang ditutupi lumut dan tempat tanaman hias khas dari Jepang oleh Teniyarti, Goyor oleh Amyta Batik Desa Pilang, Kecamatan Masaran. Komunitas ekraf ini juga didampingi oleh Sragen Creative Forum. (DISKOMINFO/Y/R)

Berita Terbaru

Top