RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN JADI RS PELANGGAN PREMIUM PERTAMA PT PLN DI JATENG


admin | 21 Februari 2020 | 131

SRAGEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menjadi rumah sakit pertama di Jawa Tengah yang menggunakan energizing premium customer milik PT PLN (Persero).

Hal itu disampaikan oleh General Manager PLN UID Jateng dan DIY Feby Joko Priharto dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta "Penyalaan Pelanggan Premium RSUD Sragen" di Ruang Transit Pendopo Sumonegaran Sragen, Kamis (20/02/2020).

General Manager PLN UID Jateng dan DIY Feby Joko Priharto mengatakan di Provinsi Jawa Tengah sudah ada sebanyak 44 pelanggan yang menikmati tarif premium, namun di ranah rumah sakit baru RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

"Produk unggulan PLN ini memberikan layanan dengan kualitas terbaik dan disuplai oleh dua sumber. Selain itu dilengkapi dengan automatic chains over switch, dimana tidak sampai 1 detik bahkan telah dicoba transfernya hanya 0,6 detik," terang Feby.

"Jadi ini merupakan komitmen kami untuk melayani semakin baik Kabupaten Sragen. Kami siap suport baik instansi pemerintah, namun juga pelaku usaha baik itu hotel, home industri, rumah sakit," lanjutnya.

Pihaknya bahkan menjamin dan akan mendapatkan pinalti apabila melewati dari servis level yang diperjanjikan oleh PLN. Meskipun demikian PLN lebih memandang ke tingginya layanan PLN yang diberikan kepada pelanggan yang menikmati.

"Saat ini yang kita sasar adalah tentunya pelanggan-pelanggan yang di atas 10 jam menyala dan pelanggan berdaya besar potensial diatas 41,500 kwh dan bahkan 33.000 kwh juga sudah bisa dilayani," jelasnya.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Manager PLN UP3 Surakarta Ari Prasetyo Nugroho juga disaksikan oleh Sekda Sragen Tatag Prabawanto, jajaran Asisten, OPD terkait, dan Kepala RSUD Sragen dr. Didik Haryanto.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sragen memutuskan untuk memakai dan menggunakan fasilitas sebagai pelanggan premium PLN karena ingin pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik khususnya di tempat yang vital seperti di RSUD yang tidak boleh ada kesalahan sedikit pun.

"Pada proses akreditasi persyaratan salah satunya adalah apabila mati lampu dia harus menyala di bawah 10 detik dan PLN bisa memberikan itu. Sehingga kami beralih ke pelanggan premium ada jaminan itu yang paling penting apalagi yang pelayanan yang langsung berhubungan dengan nyawa orang, makanya rumah sakit umum daerah yang ada di Kabupaten Sragen harus menggunakan pelanggan premium," jelas Bupati Yuni usai melakukan penandatanganan MoU.

Menurut Bupati Yuni, Rumah Sakit Sragen sudah tepat memilih berlangganan premium hal ini agar pelayanan dapat diberikan secara optimal apalagi berhubungan dengan nyawa manusia.

"Mengingat seperti yang dijanjikan, kalau mati lampu kurang dari 10 detik harus siap nyala kembali," jelasnya.

"Sedetik pun akan membuat nyawa melayang jika di ruang operasi, aturan 10 detik tidak boleh lebih dari 10 detik dan PLN mampu 0,6 detik" lanjutnya.

Bupati Yuni berharap hubungan yang baik antara PLN dengan pemkab Sragen semakin lebih baik dan lebih profesional melayani kepada masyarakat.

"Semoga PLN semakin maju dan yang menggunakan premium lebih banyak. Kami di Kabupaten Sragen juga bisa memberikan pelayanan yang prima dituntut khususnya untuk tempat-tempat yang tidak boleh lengah sedikit pun," harap Bupati.

Selain rumah sakit, Bupati Yuni menyampaikan perkantoran yang ada di Setda, juga BPPKAD, atau DPMPTSP yang menjadi perkantoran pelayanan pajak dan perizinan diharapkan Bupati tidak ada kendala sedikitpun, untuk itu kedepan diharapkan juga menggunakan listrik premium tersebut.

"Kantor Setda nanti disiapkan. Sesuai dengan instruksi presiden, pelayanan yang sebaik-baiknya untuk investasi yang lebih," pungkasnya.

Sementara Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto menyampaikan Pasokan listrik ke rumah sakit terutama di tempat-tempat vital seperti instalasi bedah sentral, ICU dan alat-alat yang membutuhkan suhu tertentu ruangan termasuk lift nanti yang mendorong keputusan mereka gunakan listrik premium itu.

"Meski naik antara 4 sampai 6% sedangkan manfaat yang diberikan lebih besar akhirnya mengambil pelayanan itu," terangnya.

Pihaknya juga telah memperhitungkan dengan matang bersama segenap staff, dana untuk pelayanan premium ini.

"Tetapi sesungguhnya yang terpenting dari penggunaan premium ini adalah bagaimana salah satu amanat dari KARS tingkat Paripurna kita harus berusaha menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien," pungkasnya.(MY_DISKOMINFO)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Top