BUPATI INSTRUKSIKAN ANTISIPASI PENCEGAHAN VIRUS COVID - 19 DI KABUPATEN SRAGEN


admin | 20 Maret 2020 | 659

SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wabup Dedy Endriyatno lakukan test suhu tubuh dengan thermometer gun dan dilanjutkan cuci tangan menggunakan cairan antiseptik sebelum ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral Kabupaten Sragen, Jumat (20/3/2020) pagi di Aula Sukowati Setda Sragen.

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sragen dan peserta rapat yang terdiri dari seluruh Kepala OPD dan Camat pun juga diwajibkan melakukan hal tersebut sebelum memasuki ruangan.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk social distancing (jarak sosial) pada rakor pagi tadi, posisi duduk peserta rapat diberi jarak 1 meter. Hal ini untuk menjaga jarak aman antar peserta rakor, karena meminimalisasi kontak yang terlalu dekat, sehingga satu sama lain tidak terpapar cipratan cairan sistem pernapasan orang lain.

Bupati Sragen saat memimpin rakor  menginstruksikan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat memberikan penjelasan dengan jelas dan detail istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun pencegahan virus corona di masing-masing tempat tinggal.

"Perlu diketahui maksud dari satu Orang Dalam Pemantauan yakni, misal saat orang yang pulang dari luar negeri kalau dia sudah sampai dirumah berarti yang dipantau itu bukan hanya satu tetapi orang satu rumah," jelas Bupati.

"Karena semua sudah punya kontak fisik yang erat" lanjutnya.

Menurutnya angka yang telah terekspos di media kadang menimbulkan kepanikan tersendiri bagi masyarakat.

"Tetapi kami pemerintah juga wajib memberitahukan kepada masyarakat terkait perkembangan meski menimbulkan kepanikan, ini kenyataan yang harus kita hadapi bersama." jelas Bupati.

Selain itu juga ada beberapa kebijakan Pemkab Sragen bagi ASN Sragen untuk menekan penyebaran virus Corona salah satunya dengan memberlakukan sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dirumah masing-masing selama satu pekan mulai Senin (23/03/2020).

"ASN bekerja dari rumah selama sepekan, mulai hari Senin. Namun untuk teman-teman medis, sebagai garda depan tidak ada yang bekerja di rumah. Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) semua standby. Bupati, Wabup, Sekda juga standby," tegas Bupati.

Bupati memastikan meski aturan ini diberlakukan, harus tetap ada ASN yang bekerja di kantor, terutama para ASN bekerja di pelayanan publik. Untuk itu, pihaknya meminta masing-masing kepala OPD untuk mengatur dan memastikan ASN selain benar-benar bekerja dari rumah juga berdasarkan tupoksinya.

"Kalau dia tugas dipelayanan ya harus masuk, kalau bisa dikerjakan dirumah ya dikerjakan dirumah," terangnya.

Bupati juga melarang ASN saat diberikan kesempatan bekerja dari rumah tersebut digunakan untuk liburan atau tidur dirumah.

"Bekerja dari rumah bukan berarti tidur di rumah atau buat liburan. Kepada Kepala OPD harus bisa memantau masing-masing anggotanya dan tidak hanya tugas dari BKPSDM saja," tegasnya.

Selain itu, Pemkab Sragen juga akan mulai melakukan penyemprotan disinfektan mulai besok Sabtu (21/03) di wilayah kota Sragen terlebih dulu karena terbatasnya stok saat ini. Penyemprotan yang dilakukan besok seperti Fasilitas Umum, beberapa Sekolah dan perkantoran.

"Kita baru pesan disinfektan. Nanti setelah minggu depan barangnya datang, kita akan lakukan lagi penyemprotan pada kecamatan, kelurahan dan 1.804 sekolah dan pondok pesantren yang telah kita anggarkan untuk dilakukan penyemprotan," terang Bupati.

Kepada Camat, Bupati meminta menyampaikan kepada Kades/Lurah hingga RT supaya pekan depan semua kegiatan seremonial yang berkerumun banyak orang bisa untuk dihindari. Serta rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya cuci tangan menggunakan sabun.

Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan bahwa TNI siap mendukung kegiatan Pemkab Sragen dalam rangka penanganan antisipasi dan pencegahan tentang virus covid - 19.

"Melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan perilaku hidup sehat," ujarnya.

Masalah social distancing atau jarak sosial, berdasarkan hasil pantauan kegiatan masyarakat disampaikan Dandim masih normatif sehingga belum ada pengurangan atau intensitas kegiatan.

"Masih normal ini satu hal yang masyarakat masih memandang biasa namun hal ini perlu kita waspadai perlu kita atasi bersama," lanjutnya.

Lebih lanjut Dandim menambahkan bahwa waspada bukan suatu bentuk ketakutan tetapi menurutnya sebagai bentuk tanggung jawab kepada alam semesta.

Hal yang riskan adalah soal agama, perlu bersikap bijak dalam hal ini tidak bisa dipaksakan untuk memutus kegiatan beribadah.

"Karena suatu bentuk kewaspadaan kita terhadap hal seperti ini adalah suatu bentuk tanggung jawab kita bersama terhadap lingkungan, sesama dan terhadap Tuhan karena kita turut menjaga lingkungan-Nya dan menjaga sesama," ungkap Dandim.

Sementara Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona  Kab. Sragen, Tatag Prabawanto berpesan kepada OPD dan Camat untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita-berita yang ada di social media apalagi belum jelas sumbernya.

"Semua unsur terlibat dan kami berharap peran aktif untuk melakukan komunikasi dan koordinasi positif demi masyarakat," pungkasnya. (MY_DISKOMINFO)

 

 

Berita Terbaru

Top