PENCEGAHAN COVID - 19 DIPERLUAS, PEMKAB SRAGEN LAKUKAN PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DI SEJUMLAH FASUM


admin | 21 Maret 2020 | 2434

SRAGEN - Upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Sragen terus diintensifkan. Pagi tadi Sabtu (21/03/2020) Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Dedy Endriyatno dan jajaran Forkopimda Sragen turun langsung melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah fasilitas umum (fasum).

Kegiatan yang diawali dengan apel gerakan penyemprotan desinfektan bersama di Alun - Alun Sasono Langen Putro Sragen ini juga melibatkan segenap unsur mulai dari ASN, TNI, Polri, BPBD, PMI.

Sebelumnya, telah dilakukan pemetaan yang menjadi lokasi penyemprotan desinfektan, pada kesempatan itu Bupati Yuni dan Wabup Dedy melakukan penyemprotan di beberapa titik yakni Alun-Alun Sasono Langen Putro, SMP Negeri 2 Sragen, SD Negeri 15 Sragen, Masjid Kauman,  hingga Gereja Kristen Jawa Sragen.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai memimpin apel menjelaskan, penyemprotan yang dilakukan pagi tadi sebanyak 3.000 liter cairan desinfektan digunakan untuk menyemprot tempat-tempat terkonsentrasi di fasum seperti sekolah, ruang terbuka hijau, kantor - kantor yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat, pasar hingga tempat ibadah.

Pihaknya menambahkan jika penyemprotan ini guna untuk memutus mata rantai Covid-19.

Penyemprotan desinfektan ini nantinya akan dilakukan secara berkala pekan depan, mengingat bahan material belum melimpah dan masih dalam proses.

Sementara untuk penyemprotan perkantoran juga sudah dilaksanakan di dinas / badan / kecamatan masing-masing yang juga dilaksanakan hari ini.

Kerja bhakti yang melibatkan seluruh ASN dan TNI-Polri dikatakannya Bupati Yuni sebagai salah satu ikhtiar untuk mencegah persebaran virus corona.

Menurut Bupati langkah pemkab dalam pencegahan sangat masif dan terstruktur, karena wabah virus tersebut harus diantisipasi secara serius, tapi tidak harus panik.

"Tidak hanya dilakukan penyemprotan desinfektan tapi nantinya kami taruh hand sanitizer di tempat-tempat fasum dan tempat-tempat pelayanan masyarakat, yang kami ajari untuk hidup sehat dan cuci tangan dengan benar agar semua masyarakat Sragen terhindar dari Covid-19," imbuhnya. 

Hingga saat ini status di Kabupaten Sragen masih dalam status kewaspadaan dan belum ditemukan pasien positif virus covid-19.

Atas status tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru yaitu tentang Pelaku Perjalanan (PP).

"PP ini adalah orang-orang yang masuk ke Sragen dan mereka baru saja datang dari daerah-daerah yang juga ada virus corona ataupun dari luar negeri semuanya masuk kategori PP," terang Bupati.

PP ini tetap harus diisolasi di kediaman masing-masing. Sebab dari PP ini membuat daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kab. Sragen menjadi bertambah.

Kendati demikian hingga kini, Bupati Yuni menyampaikan ODP yang ada di Sragen sampai hari ini belum ada yang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kewaspadaan warga Sragen yang merasa sakit telah sadar diri untuk mengisolasi di rumah. Ia juga meminta agar apabila membutuhkan pertolongan lebih lanjut agar berkoordinasi dengan Puskesmas dan rumah sakit.

"Warga semua saya minta guyub rukun saling mengingatkan "Jangan panik dengan berita-berita yang ada, tetap jaga kesehatan, cuci tangan." pesan Bupati.

"Terpenting saat ini dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa Pemda serius, ini jangan dianggap enteng tapi bukan berarti harus takut yang berlebihan yang penting tetap waspada," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati dan Wabup juga menyampaikan edukasi tentang pentingnya cuci tangan dengan membagikan hand sanitizer dimasing - masing lokasi penyemprotan. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top