LEWAT VIDEO CONFERENCE, KEPALA DINKES SRAGEN LAPORKAN PERKEMBANGAN SITUASI COVID-19


admin | 23 Maret 2020 | 725

SRAGEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengadakan Video Conference (vicon) bersama 35 Kepala Dinas Kesehatan dan 59 Direktur Rumah Sakit se Jawa Tengah terkait pengendalian penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (23/03/2020).

Pemkab Sragen melaksanakan Vicon di Command Center, Setda, Sragen yang dipimpin oleh Kepala Dinkes Sragen dr. Hargiyanto, didampingi Dirut RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dr. Didik Haryanto, Dirut RSUD dr. Soeratno Gemolong dr. Agus Trijono, dan Ketua Tim SARI RSUD Sragen dr. Windu Prasetya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen dr. Hargiyanto kepada Gubernur Ganjar Pranowo melaporkan jika ada satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Sragen telah lakukan pengecekan.

PDP baru satu kali melakukan pemeriksaan dengan hasil negatif virus corona. Selain itu, masih ada satu PDP yang masih menunggu hasil sampel swab.

"Kita cuma punya VTM atau Virus Transfer Media sebanyak empat yang kita gunakan mengirim ke PT PKL Jogja. Masih sisa satu," jelas Hargiyanto.

Kedua PDP, kini dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, satu PDP dirawat sejak Sabtu (21/03/2020), sementara satu PDP lainnya dirawat hari ini. Dan hasil pemeriksaan akan keluar 2-3 hari lagi.

Ia juga mengatakan ODP di Kabupaten Sragen ada 16 orang. Sementara Pelaku Perjalanan (PP) sebanyak 327 orang per hari ini Senin (23/03/2020) pukul 18.00 WIB.

"Secepatnya kita periksa, kita kemarin menunggu VTM baru dapet Sabtu malam, akhirnya pagi baru kita pakai." ujarnya.

"Sebenarnya kita mau rujuk ke Rumah Sakit dr. Moewardi tapi akhirnya kita laksanakan sendiri," lanjut dia.

Sampel yang diambil dari kedua PDP dikatakan Hargi diambil dari saluran faring atau tenggorokan diambil dengan alat seperti cotton buds.

Dengan alat yang semakin menipis, Kepala Dinkes Hargiyanto mengatakan akan meminta ke Provinsi Jawa Tengah karena kedua PDP dilakukan sesuai prosedur dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Jumlah alat yang akan kami ajukan biasanya berdasarkan laporkan PDP ada berapa, kita meminta alat sebanyak PDP yang kita buat laporan harian," ujarnya.

Sementara selama ini, untuk ketersediaan APD dirinya menyampaikan pihak rumah sakit lah yang secara mandiri membeli APD tersebut.

Terkait rapid test, Hargiyanto menambahkan sejauh ini Kabupaten Sragen belum melakukan rapid test. Ia mengatakan pihaknya telah menganggarkan dan dimungkinkan terealisasi Bulan April.

"Untuk anggaran kita juga masih menunggu dari provinsi dari pusat juga. Hari ini disetujui Sekda sebanyak 500 rapid test untuk jaga-jaga. Harganya Rp. 200 ribu hingga Rp. 400 ribu," pungkasnya.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berpesan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se - Jawa Tengah agar lebih serius melakukan upaya preventif dengan terus menggerakkan pentingnya social distancing (jarak sosial).

"Social distancing kita terus kita evaluasi, Saya masih melihat, anak - anak nongkrong, cafe ramai, tempat hiburan malam masih," tegas Gubernur.

"Kita harus menyampaikan terus kepada masyarakat. Gerakkan sampai tingkat camat, kades/lurah, RW, RT," lanjutnya.

Gubernur Ganjar juga menambahkan agar ketegasan pemerintah bisa direspond positif masyarakat. Tak hanya itu, pihaknya meminta Kades/Lurah supaya menginstruksikan kepada ketua RW dan RT untuk mendata siapa saja warga dan tamu yang masuk di lingkungan masing-masing.

"Siapa yang demam, siapa yang batuk, siapa yang flu, atau mereka sudah masuk ke Orang Dalam Pemantauan (ODP). Mulai hari ini," tegas Gubernur.

"Karena ini kebutuhan kita bersama, ajak untuk tetap dirumah demi mencegah agar tidak meluas," harapnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top