IKUT PATROLI CEGAH PENYEBARAN COVID-19, BUPATI YUNI IMBAU MASYARAKAT TAK BERKERUMUN DI TEMPAT RAMAI


admin | 25 Maret 2020 | 525

SRAGEN - Dalam rangka sosialisasi dan menyampaikan himbauan dampak penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Sragen, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sragen melaksanakan patroli gabungan untuk memberikan himbauan humanis kepada para pengunjung di pusat keramaian yang ada di wilayah Sragen Kota, Selasa (24/03/2020) malam.

Patroli ini dipimpin oleh Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, S.I.K, didampingi Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wabup Dedy Endriyatno, Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto, Danyonif Raider 408/Sbh Letkol Inf Yefta Sangkakala, Dansubdenpom IV/4-1 Sragen Kapten Cpm Eko Heriyanto, OPD terkait, serta diikuti oleh gabungan personil TNI - Polri dan Satpol PP.

Lokasi penertiban dimulai dari Pasar kota (shopping centre), Pedagang Kaki Lima (PKL) gambiran, beberapa cafe di wilayah Sragen kota dan berakhir di Taman Krido Anggo.

Jajaran Forkopimda ini melakukan pendekatan persuasif agar warga yang masih berkumpul untuk segera pulang dan tidak melakukan aktivitas secara bergerombol yang dapat mempermudah penularan virus corona.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan patroli itu selain menindalkanjuti instruksi Kapolri dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 juga untuk mengingatkan pentingnya social distancing.

Untuk itu, Bupati mengimbau masyarakat agar tidak berkeurumun di tempat keramaian untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Ini tugas kita semua, terlebih saya sendiri mengingatkan masyarakat kembali keberhasilan mengatasi Covid-19 ini adalah hanya dengan kita bisa membuat masyarakat menerapkan social distancing dengan benar," jelas Bupati.

Bupati mengaku setelah melakukan rapat terkait Covid-19, masih banyak evaluasi yang belum menerapkan dengan benar social distancing.

"Contohnya resepsi pernikahan masih banyak, tempat-tempat keramaian masih buka, banyak kumpulan anak-anak muda barangkali yang mudik malah digunakan untuk kumpul-kumpul, bahkan reuni," ujarnya.

Bupati Yuni meminta masyarakat tidak menganggap remeh virus Corona dan berharap kejadian seperti di negara lain tidak terjadi di Indonesia.

Karena meremehkan imbauan pemerintah akhirnya banyak jatuh korban akibat virus Corona.

"Jadi kalau dibilang apakah gagal social distancing ya kita semua belajar, karena kalau bilang gagal ya juga tidak karena sebagian juga sudah ada di rumah sehingga yang belum bisa diberikan pemahaman ini," pungkasnya.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo yang memimpin patroli tersebut menyampaikan langkah ini ialah mengingat bahwa sosial distancing ialah cara untuk memutus jaringan penyebaran Covid-19.

"Kami meminta agar kembali ke rumah masing-masing. Kami harus memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa social distancing ini merupakan kepentingan umat manusia," jelasnya.

"Mereka juga pasti orang-orang yang disayangi oleh keluarganya dan ditunggu keluarganya jangan sampai mereka membawa dan menjadi pembawa virus," lanjutnya.

Pihaknya juga menambahkan surat edaran terkait ditutup sementara atau ditiadakan terlebih dahulu tempat hiburan malam seperti cafe, PlayStation sudah keluar.

Penutupan tersebut dikatakan Kapolres Srage AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo selama masa inkubasi, namun jika ada kebijakan baru dari Pemerintah Pusat memperpanjang dimungkinkan tambah satu pekan.

"Latar belakang kami sebenarnya wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Sragen dan Forkopimda terkait banyaknya aduan masyarakat terhadap bupati untuk turut serta menutup sementara tempat-tempat yang biasanya digunakan berkumpul," tambahnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top