HASIL RAPID TEST 84 PEGAWAI DAN PENGUNJUNG TIGA SWALAYAN SRAGEN NON REAKTIF


admin | 22 Mei 2020 | 383

SRAGEN - Hasil dari rapid test kepada 84 pegawai serta pengunjung tiga swalayan di Sragen, Luwes, Matahari dan Mitra dinyatakan non reaktif atau negatif, Jumat (22/5).

Pagi tadi, Pemerintah Kabupaten Sragen melaui Dinas Kesehatan Sragen telah melaksanakan rapid test terhadap pegawai maupun pengunjung, diantaranya 25 orang di Toserba Luwes Sragen, 25 orang di swalayan Matahari Sragen dan 34 orang di toserba Mitra Sragen.

Kegiatan ini merupakan serangkaian upaya dari pemerintah kabupaten (pemkab) dalam rangka menekan dan mengantisipasi adanya potensi penularan COVID-19 di wilayah kabupaten Sragen.

"Hasil test ketiga swalayan, Luwes, Matahari dan Mitra Alhamdulillah seluruhnya non-reaktif," ungkap Bupati usai keluar hasil uji laboratorium kesehatan daerah (labkesda) Dinkses Sragen, Jumat (22/5) sore.

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang juga memantau langsung pelaksanaan rapid test mengatakan, Pasar dan swalayan yang merupakan pusat kerumunan massa ini dinilai sebagai salah satu tempat yang berpotensi tinggi terjadi penularan COVID-19, sehingga harus dilakukan skrining dan pengawasan salah satunya dengan penyelenggaraan rapid test.

"Rapid test ini untuk mengetahui kondisi di masyarakat. Kampanye melawan virus corona yang gencar kami lakukan ini sudah mampu mengubah perilaku masyarakat atau belum," ujar Bupati Yuni.

Menurut Bupati Yuni yang juga seorang dokter ini, hasil rapid test bisa mencerminkan perubahan perilaku di masyarakat, seperti perilaku hidup bersih dan sehat, pakai masker, dan jaga jarak.

Bupati Yuni mengatakan dalam konteks populasi Sragen dengan total jumlah penduduk hampir 1 juta jiwa, sampel warga yang diambil untuk rapid test deteksi corona itu setidaknya minimal 1% dari populasi penduduk Sragen atau sekitar 10.000 orang.

"Kami baru mencapai 1.100-an plus sampel di tiga swalayan ini. Nanti target 10.000 rapid test itu akan dicapai secara bertahap. Kami sudah pesan 2.500 unit alat rapid test yang akan datang Senin (25/5) besok," terangnya.

Ribuan alat rapid test itu nantinya disebar di 20 kecamatan. Harapannya sampel itu bisa diambil dari seluruh wilayah di Kabupaten Sragen. Bupati Yuni menjelaskan target tersebut menjadi upaya untuk mengetahui kondisi real persebaran Covid-19 di Bumi Sukowati.

"Dengan pengambilan sampel itu nanti kami bisa memprediksi berapa potensi warga yang positif terpapar Covid-19. Selain itu, kami bisa mengevaluasi kampanye yang dilakukan sudah efektif atau belum. Hal ini menjadi perhatian kami semua," pungkasnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top