KABAR BAIK, TUJUH PASIEN POSITIF COVID-19 KAB. SRAGEN DINYATAKAN SEMBUH


admin | 22 Mei 2020 | 619

SRAGEN - Kabar baik, tujuh pasien positif covid-19 Kabupaten Sragen dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Darurat (RSD) dan Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen.

Ketujuh pasien sembuh tersebut dilepas oleh Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bersama Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, Kepala Dinkes Sragen, dr. Hargiyanto di Halaman Rumah Sakit Darurat Sragen, Jumat (21/5) pagi.

Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Sragen per hari ini Jumat (21/5) bertambah, total menjadi 13 orang.

Rincian ketujuh pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh tersebut terdiri atas satu orang perempuan tenaga kesehatan (nakes) berinisial S (47 tahun) asal Kec. Sidoharjo dirawat di RS Darurat, serta enam orang berjenis kelamin laki-laki yang merupakan peserta Ijtima Ulama di Gowa (Sulawesi Selatan) dirawat di Gedung SMS Sragen, diantaranya pasien berinisial SKM (49 tahun) asal Kec. Kedawung, AD (47 tahun) dari Kec. Sragen Kota, NH (29 tahun) asal Kec. Sidoharjo, DH (41 tahun) asal Kec. Masaran, AA (29 tahun) asal Kec. Sragen Kota dan AS (31 tahun) asal Kec. Sragen Kota.

Bupati Sragen yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan hasil dua kali uji swab tujuh orang tersebut dinyatakan negatif sehingga mereka dapat dipulangkan. Namun, mereka tetap diminta melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

"Alhamdulillah.. Ada tujuh orang dinyatakan sembuh pada Jumat ini. Mereka diizinkan pulang untuk kembali ke keluarga masing-masing. Mereka sudah menjalani dua kali tes swab dan hasilnya negatif semua. Hasil uji swab kedua dan hasilnya negatif baru keluar tadi malam Kamis (21/5/2020)," ujar Bupati.

"Atas nama Pemkab Sragen, saya sampaikan terima kasih tidak terhingga kepada tim medis yang menangani Covid-19, dokter, dan tenaga kesehatan yang mampu mengendalikan kasus Covid-19,” lanjutnya.

Bupati menyebut pasien yang masih dirawat ada 17 orang, yakni dua orang dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo dan 15 orang masih menjalani karantina di Gedung SMS Sragen karena statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga mereka masih harus menunggu hasil uji swab kali kedua.

"Kita doakan pula hasil swab yang telah diambil swab test yang kedua semoga hasilnya negatif sehingga semuanya bisa pulang ke keluarga masing-masing," harapnya.

Dengan adanya kesembuhan pasien Covid-19 di Sragen, Bupati menuturkan hal ini membuat Kabupaten Sragen bisa sama-sama menurunkan angka kesakitan infeksi akibat Covid-19 ini.

Serta membuktikan bahwa satu sisi masyarakat Kabupaten Sragen telah patuh terhadap aturan pemerintah dan kedua divisi pemerintahan dan semua tenaga medis sudah berupaya dengan semaksimal mungkin.

Kepada tujuh pasien sembuh, Bupati berpesan setelah pulang bertemu dengan keluarga agar tetap melaksanakan protokol Covid-19 dengan baik.

"Isolasi 14 Hari di rumah dan kemudian lakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan juga jaga kesehatan, tingkatkan sistem imun tubuh," tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati meminta mereka jadi juru bicara Pemkab Sragen untuk memahamkan masyarakat untuk melawan Covid-19.

"Mereka bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, sementara 17 orang lainnya merayakan Idul Fitri di Rumah Sakit dan di Gedung SMS," terangnya.

"Untuk bapak ibu semua bisa memberikan pemahaman dan menjadi juru bicara juga terhadap pemerintah kepada masyarakat bagaimana penanganan Covid-19 ini," lanjut dia.

Tidak lupa, Bupati Yuni mengucapkan terima kasih kepada tim medis, jajaran dokter dan perawat, Direktur Rumah Sakit Darurat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, serta gugus tugas yang telah bekerja semaksimal mungkin.

"Semangat ini harus tetap dipertahankan kita semua untuk bersama-sama memerangi Virus Corona di Indonesia terkhusus Kabupaten Sragen," ajak Bupati. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top