SOSIALISASIKAN SATGAS JOGO TONGGO, BUPATI AJAK WARGA PEDULI CEGAH COVID-19


admin | 25 Juni 2020 | 248

SRAGEN - Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengenalkan Satuan Tugas (Satgas) Jogo Tonggo yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada seluruh Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Sragen yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Kamis (26/6) siang.

Satuan tugas Jogo Tonggo dimaksudkan agar seluruh lapisan masyarakat mulai dari karang taruna, dasa wisma, posyandu, linmas, organisasi masyarakat dan pemerintah desa bisa bekerjasama dalam lawan Covid-19.

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Bupati Yuni menyampaikan program Gubernur Jawa Tengah tersebut dinilai efektif, karena masyarakat dapat mengetahui langsung lingkungan daerahnya.

"Program Bapak Ganjar Pranowo yakni Satuan Tugas Jogo Tonggo baik untuk diaplikasikan karena memupuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sendiri. Agar lebih peduli dengan pencegahan Covid-19," ungkap Bupati saat memimpin sosialisasi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi semua relawan mulai dari tingkat desa hingga Kabupaten. Menurutnya satgas Covid-19 dan relawan begitu berperan dalam pencegahan Covid-19.

"Alhamdulillah, semua satgas Covid-19 Sragen sudah bekerja semaksimal mungkin," ucapnya.

Meskipun, pihaknya melihat masih banyak masyarakat yang mengabaikan imbauan protokol kesehatan covid-19 mulai dari physical distancing serta pemakaian masker.

Oleh karena itu, Bupati Yuni mengajak satgas Jogo Tonggo untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat hingga mengawasi pelaksanaan New Normal yang sudah diterapkan di Kabupaten Sragen.

"Saat jam malam telah berlaku pun, masih banyak masyarakat yang pergi keluar, nongkrong, dan tidak memakai masker. Maka dari itu, saya meminta agar satgas ini juga turut memantau dan terus mensosialisasikan physical distancing kepada masyarakat. Agar imbauan untuk membatasi interaksi tidak hanya terimplementasi di Sragen kota saja" pesan Bupati.

Pasalnya, pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya dapat dilakukan dengan membatasi interaksi.

Bupati Yuni juga meminta kepada para Kades agar tidak membubarkan relawan di desa yang telah fokus ke para Pelaku Perjalanan (PP).

"Protokol Covid-19nya berarti harus benar-benar dilaksanakan, kemarin ada kepala desa menanyakan kapan selesai? saya belum bisa mengatakan selesai Juni atau kapanpun. Perkiraan saja sampai akhir tahun, jadi saya minta masih tetap harus melaksanakan tugas," tegas Bupati Yuni.

Satgas Jogo Tonggo, lanjutnya, diminta untuk tidak lelah mengingatkan dan menegur masyarakat. Apalagi, hal tersebut sangat berkaitan dengan kesehatan masyarakat Kabupaten Sragen.

"Koordinasikan dengan kepala desa, hingga RW, RT setempat terkait kedatangan pemudik, agar pemudik dapat dipantau dan dikarantina. Kunci keberhasilan dalam melawan Covid-19 adalah saling bekerja sama," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto saat memberikan materi sosialisasi Jogo Tonggo menjelaskan Satgas Jogo Tonggo akan diketuai RW, dibantu para ketua Rukun Tetangga, dan beranggotakan tim kesehatan, tim ekonomi, serta tim keamanan.

Dalam hal ini, Ketua satgas diwajibkan melaporkan kegiatan sehari-hari pada pihak desa atau kelurahan.

Untuk pelaksanaannya, Jogo Tonggo mancakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi. Jaring pengaman sosial dan keamanan meliputi sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga.

"Dengan gerakan tersebut, diharapkan setiap warga selalu menengok tetangga kiri dan kanan. Kemudian jika ada yang kesusahan, segera lapor ketua RW untuk dicarikan solusi bersama," tutupnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top