PEMKAB SRAGEN BEKERJASAMA DENGAN INDOMARET LATIH PELAKU UMKM


admin | 28 Juli 2020 | 1405

SRAGEN - Sebanyak 75 perwakilan dari kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengikuti seminar dan pelatihan kewirausahaan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, bekerja sama dengan Indomaret cabang Sragen, bertempat di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (28/7).

Kegiatan yang di kemas dalam seminar "Strategi UMKM bertahan dimasa pandemi Covid-19" ini, dibuka langsung oleh Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan dihadiri Mikro Economic Project Executive Indomaret, Purwanto Wahyudi, CSR Manajer Indomaret Pusat, Bambang Trijanto, Kepala DPMPTSP Sragen, Tugiyono, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Un Sugihartono.

Bupati Sragen Yuni mengatakan, pelatihan kewirausahaan tersebut sebagai bentuk komitmen dari salah satu toko pendamping UMKM yakni Indomaret, sebagai wadah meningkatkan kapasitas pelaku UMKM untuk mengembangkan skala usahanya dimasa pandemi Covid-19 ini.

"Terima kasih atas kepeduliannya memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM. Semoga
pada hari ini bisa dikupas tuntas, sehingga 75 orang yang ikut hadir pada pelatihan hari ini semua produknya diterima oleh Indomaret dan semuanya dipajang dan mendapat keuntungan. Sehingga pelatihan ini bisa berhasil," tutur Bupati.

Bupati menegaskan jika Pemkab Sragen tetap konsisten dan komitmen jika ada satu toko modern harus bisa mendatangkan manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Hal itu terbukti dengan sedikitnya toko modern yang ada di wilayah Kabupaten Sragen jika dibanding daerah se Soloraya.

"Toko modern yang akan buka di Sragen, harus bisa menjual produk hasil Sragen sekaligus menyediakan tempat yang eye catching (orang melihat langsung tertarik) produk UMKM," kata Bupati.

Selain itu Bupati juga meminta agar setiap toko modern yang akan buka, bisa memberikan pendampingan kewirausahaan kepada minimal 10 UMKM Sragen.

"Ajarkan bagaimana jika packaginya nya kurang menarik, ya dikasih tahu bagaimana membuat packaging yang menarik sampai produk itu bisa diterima dan menarik pembeli," pesan Bupati.

"Kalau itu tidak bisa terpenuhi mending tidak usah membuka toko modern di Kabupaten Sragen," tegasnya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus melakukan upaya dalam rangka membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada melalui berbagai program pengembangan keterampilan dan kesempatan promosi dan pemasaran produk yang dihasilkan.

Menurut Bupati, apabila UMKM tidak melakukan inovasi-inovasi yang bermuara pada peningkatan daya saing produk akan ketinggalan dari produk daerah lain.

"Maka mulai sekarang para pelaku UMKM mau tidak mau harus berbenah, untuk memenangkan kompetisi pasar, pelaku UMKM harus selalu kreatif, kaya ide, wawasan dan gagasan baru sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru," urainya.

"Betul-betul dipelajari, 75 kelompok UMKM yang mengikuti pelatihan harus bisa mendapatkan manfaat yang maksimal. Sampaikan apa yang menjadi kendala pada usaha masing-masing," lanjutnya.

Bupati berharap setelah seminar ini para pelaku UMKM Sragen lebih konsisten dan serius dalam mengembangkan produk-produknya.

Sementara Mikro Economic Project Executive dari Indomaret, Purwanto Wahyudi mengatakan Ditengah pandemi covid-19 ini para pelaku UMKM harus tetap optimis berusaha untuk maju dan Indomaret menjembatani supaya produk-produknya bisa dipasok di Indomaret.

"Indomaret sangat terbuka, pada tahun 2020 ini sudah tahun ke - 7 Indomaret melakukan pelatihan dan Kabupaten Sragen merupakan kota ke-11 yang ditempati untuk pelatihan UMKM," katanya.

Kegiatan pelatihan kewirausahaan agar pelaku UMKM di Sragen bisa memahami bagaimana melakukan bisnis dan perencanaan, serta pengemasannya secara bagus.

"Pihak UMKM akan naik kelas karena selama ini salah satu kendala ada pada segi pemasaran. Sehingga melalui Indomaret kita akan bantu untuk memasarkan produk UMKM dan bisa bersaing tidak hanya di Indomaret," pungkasnya.

Pada acara tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan peralatan / mesin produksi UMKM secara simbolis. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top