SIMULASI PEMUNGUTAN SUARA PILBUP SRAGEN 2020, KPU PASTIKAN MASYARAKAT AMAN DATANG KE TPS


admin | 21 Nopember 2020 | 67

SRAGEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen  menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sragen tahun 2020, yang dipusatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sabtu (21/11/2020).

Simulasi ini sebagai bimbingan teknis kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dalam pelaksanaan pemungutan suara di Pilkada Sragen tahun 2020.

Dalam simulasi itu juga terlihat para petugas KPPS dan Linmas mengenakan alat perlindungan diri (APD) berupa masker, face shield, dan sarung tangan.

Ketua KPU Sragen, Minarso menyampaikan pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada 2020 berbeda dengan sebelumnya karena dalam kondisi pandemi covid-19 ini, sehingga segala upaya harus dipersiapkan agar pelaksanaan Pilkada tetap berjalan dengan lancar, aman dan sukses.

"Simulasi ini juga diikuti warga sebagai calon pemilih. Ini bagian sosialisasi ke warga kalau datang ke TPS aman. Kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan memastikan petugas yang bertugas juga kondisi sehat," ujarnya.

Dirinya juga menguraikan urutan protokol kesehatan waktu memasuki TPS bagi pemilih sebelum masuk area TPS diwajibkan memakai masker, memasuki lokasi juga diterapkan jaga jarak antar pemilih minimal 1 meter. Kemudian pemilih wajib mencuci tangan pakai sabun dan handsanitizer ditempat yang sudah disediakan, pengecekan suhu tubuh, dan memakai sarung tangan.

"Bagi calon pemilih yang suhu tubuhnya dibawah 37,3 derajat maka pemilih dipersilahkan langsung antre ke tahapan selanjutnya yaitu berupa tanda tangan bukti hadir, dilanjutkan memakai sarung tangan sambil menunggu bilik-bilik suara yang kosong pemilih dipersilahkan menunggu di tempat duduk yang sudah dibatasi yakni hanya 9 kursi," terangnya.

Setelah itu, ketua KPPS akan memanggil satu persatu sesuai dengan bilik suara yang akan dipakai secara berurutan, kemudian pemilih diberi surat suara dan menuju bilik suara untuk mencoblos menentukan pilihannya.

"Kemudian pemilih memasukkan surat suara kedalam kotak suara, selesai disitu para pemilih wajib melepas sarung tangan plastik dan di TPS dipastikan telah disediakan yang berupa kantong plastik besar untuk sampah sarung tangan bekas pakai," lanjut Minarso.

Pada urutan terakhir, jari pemilih akan diteteskan tinta sebagai bentuk pencegahan covid-19. Dilanjutkan, pemilih kembali wajib mencuci tangan pakai sabun dan handsanitizer sebelum meninggallkan lokasi TPS.

Sementara bagi suhu tubuh di atas 37,3 derajat, Minarso mengatakan akan disediakan bilik khusus diluar TPS dengan cara tetap menggunakan sarung tangan, surat suara diambilkan oleh petugas ketertiban dan setelah mencoblos pemilih tetap berdiri diluar TPS.

"Nanti surat suaranya yang memasukkan ke dalam kotak adalah petugas ketertiban, lalu petugas tinta akan menghampiri pemilih dibilik khusus tadi untuk diteteskan tinta dijarinya," tandasnya.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua KPU Sragen, Minarso, ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya, dan unsur Forkopimda Sragen serta undangan terkait lainnya. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top