PENGRAJIN FURNITURE KEHEBATAN WIRAUSAHA KALIJAMBE

Oleh : admin
14 Juni 2017
416
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Kalijambe- Kabupaten Sragen tidak dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Namun pemerintah dan masyarakatnya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seperti yang dilakukan masyarakat di desa Banaran, Kecamatan Kalijambe ini berusaha memanfaatkan keahlianya di bidang pertukangan/ furniture. Lebih dari 75% penduduknya merupakan pengrajin meubel/ furniture yang sebagian besar memang dijadikan mata pencaharian utama.

Kebanyakan pengrajin mendatangkan bahan baku dari Pacitan, Wonogiri hingga ke wilayah Banyuwangi Jawa Timur. Jenis kayu yang sering dipakai adalah kayu jati dan akasia. Menurut pak Nasir salah seorang pengrajin mebel jenis kayu jati ada 3 yaitu: jati UD, jati UP, dan jati DL, Kesetabilan harga bahan baku memamg dirasa menjadi kendala yang cukup besar, harga kayu cenderung naik sedang hasil kerajinan cenderung stabil.

Salah satu pengrajin mengungkapkan dari bulan Oktober – Pebruari bahan sangat sulit didapat, kalaupun ada harganya sangat tinggi. Pengrajin khusus kursi dan lemari ini bisa menjual 10 set kursi dalam 1 minggu, dengan 4 tukang dan kesediaan bahan yang cukup. Kendala modal juga dirasa menjadi prioritas yang penting, karena rata- rata pengrajin melakukan pinjaman modal secara pribadi ke bank, dengan bunga yang besar dan hasil penjualan yang biasanya langsung dipesan toko mebel dengan harga yang rendah.

Pengrajin mebel dengan 10 orang karyawan ini mampu memproduksi berbagai jenis mebel/ furniture, seperti: macam macam model kursi, almari, tempat tidur, ayunan. Sistim penjualanya pun tidak melalui pengepul/ toko sehingga harga cenderung bisa stabil, kalaupun harga di pasar rendah dia mampu menampung/ menahan sampai harga naik. Tidak semua pengrajin mampu melakukan hal tersebut dikarenakan faktor permodalan yang kecil, di tambah lagi belum adanya satu kelompok pengrajin menjadikan harga bisa tidak sama.

Dalam berbagai kendala yang dihadapi pengrajin mebel di Desa Banaran Kecamatan Kalijambe masih mampu bertahan dan menjadikan usaha kerajinan mebel ini menjadi mata pencaharian utama, dan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa harus meninggalkan lingkunganya sehingga secara tidak langsung juga membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan bangsa, khususnya Pemerintah Kabupaten Sragen.

 


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account