BUPATI MEMANFAATKAN WAKTU DI MEJA KERJA KEPALA DESA

Oleh : humas
13 November 2017
163
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen - Tidak dipungkiri  hari - hari seorang bupati senantiasa dipenuhi  berbagai kegiatan kedinasan maupun kemasyarakatan yang memerlukan penanganan dan kehadirannya.  Demikian juga  Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pernah mengungkapkan betapa hari - harinya berasa berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tugas -tugasnya. Setiap hari sudah teragenda kegiatan rapat , menerima tamu, menghadiri kegiatan - kegiatan OPD maupun kemasyarakatan dan menyelesaikan disposisi pada nota dinas yang membutuhkan kebijakan seorang bupati.

Seperti beberapa hari lalu mulai jam 07.00 Bupati harus sudah menerima tamu dari suatu organisasi keagamaan, jam 08.00 sudah ditunggu untuk acara pemberangkatan Estafet Sepeda Santai Tour de Java di Mantingan, dilanjut menerima kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk acara pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Jetiskarangpung, Kec. Kalijambe, dan  malamnya  masih harus menghadiri hajatan  tokoh penting di Solo serta rapat yang memang sudah direncanakan.

Di tengah - tengah padatnya acara seperti itulah Bupati berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan tugas - tugas kedinasan agar semua kegiatan berjalan dengan baik. Seperti halnya yang dilakukannya pada saat menerima kunjungan Mensos di Desa Jetiskarangpung kemarin, sambil menunggu kedatangan Ibu Menteri,  Bupati sempat meminta ajudan mengambil berkas -berkas penting dari mobil untuk di bawa ke ruang kerja Kepala Desa Jetiskarangpung.

Di ruang kerja yang sederhana itu Bupati  dengan cekatan menyelesaikan surat-surat yang harus didisposisi ataupun ditandatangani. Dan sambil duduk di bangku kerja kepala desa, Bupati sempat memanggil beberapa kepala dinas dan camat yang kebetulan juga hadir di acara tersebut untuk menindaklanjuti beberapa hal yang dirasa cukup mendesak.

Menurut penjelasan ajudan Bupati, Fauzan, hal seperti sudah biasa dilakukan bupati. "  Surat - surat yang belum dapat diselesaikan di kantor , Ibu dawuh  dibawa di mobil untuk dikerjakan saat senggang " akunya. Tidak berbeda hal yang sama diungkapkan Kepala Bappeda, Tugiyono, SH, " Kalau sudah menyangkut pekerjaan, Ibu Bupati kita ini tidak kenal  waktu, untuk hal yang urgen tengah malam pun kita bisa  ditelpon". Menurutnya itu tidak masalah karena setiap pimpinan memiliki leadership style masing - masing dan yang pasti semua itu bertujuan agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan berjalan dengan baik (yn/humas)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account