Wed, 8 September 2010
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2010
  • Agustus, 2010
  • Juli, 2010
  • Juni, 2010
  • Mei, 2010
  • April, 2010
  • Maret, 2010
  • Februari, 2010
  • Januari, 2010
  • Desember, 2009
  • November, 2009
  • Oktober, 2009

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 19/11/2009, 13:21 WIB ]
    AKSI DUA DALANG CILIK PUKAU PELAJAR


     

           SRAGEN – Ribuan murid Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas se – Kabupaten Sragen tampak memenuhi pelataran Gedung Olah Raga (GOR) Diponegoro Kamis (19/11). Mereka tampak antusias untuk menyaksikan Gelar Budaya Wayang Kulit Pelajar Kabupaten Sragen 2009.

           “Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan salah satu seni budaya adiluhung bangsa kita yaitu wayang kulit”, ujar ketua Panitia Drs. Sukirno, M.Si. Kesenian Wayang kulit ini perlu diperkenalkan kepada para pelajar, karena sekarang ini sedikit sekali pelajar yang mengerti tentang pewayangan.

           Dengan kegiatan semacam ini diharapkan para pelajar dapat memetik hikmah dari para tokoh pewayangan. Mereka juga diharapkan mampu mengambil suri tauladan serta pesan moral dari cerita wayang tersebut. Dalam pewayangan ada tokoh baik dan buruk, apabila mereka telah memahami sifat –sifat tersebut diharapkan mereka akan dapat meninggalkan sifat sifat buruk dan jahat.

           Pada kesempatan ini ditampilkan dua orang dalang cilik. Dalang pertama adalah Ki Alit Guntur Gugat Tri Putranto. Dalang Guntur ini merupakan putra dari Dalang Medot Sudarsono. Kali ini Guntur akan membawakan lakon Dewa Ruci. Dalam lakon ini di harapkan dapat memberikan contoh kepada anak anak bahwa untuk menggapai cita – cita tidaklah mudah. Membutuhkan perjuangan dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita – cita tersebut.  Sedangkan  dalang

    yang kedua adalah Ki Alit Pandu Gandang Sasongko, putra dari Bagong Sugianto. Sebelum para dalang cilik itu beraksi, ditampilkan atraksi reog dari SLB N Sragen.

           Kepala Dinas Pendidikan Drs. Gatot Supadi, MBA, MM mengatakan pada tahun 2009, Gelar Budaya semacam ini akan dilakukan di tiap eks kawedanan di Kabupaten Sragen. Tahun depan, rencananya kegiatan serupa akan dilakukan di tiap kecamatan.

           Ditemui di sela-sela kegiatan, Dalang Medot Sudarsono memberikan apresiasi positif pada kegiatan semacam ini. Dengan kegiatan ini ia berharap para generasi muda bisa lebih mengenal wayang sebagai salah satu warisan budaya yang wajib dilestarikan. Menurutnya, kepedulian Bupati Sragen terhadap kesenian tradisional membuat kawaritan dan pewayangan dapat berkembang di Bumi Sukowati. (dyn)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+