Thu, 27 November 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • November, 2014
  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 27/04/2010, 14:18 WIB ]
    SOSIALISASI PERMENKOP NO.19/2008 BAGI PENGURUS KSP/ USP KOPERASI KABUPATEN SRAGEN


     

           SRAGEN – Untuk meningkatkan pengetahuan bagi pengurus koperasi, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM kabupaten Sragen menyelenggarakan Sosialisasi Permenkop no.19 tahun 2008 di Ruang Hanoman, Technopark Selasa (27/4). Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perinkop & UMKM Ir. Joko Purwanto, MM dan diikuti oleh perwakilan koperasi di Sragen. Hadir sebagai nara sumber Ir. Setyo Haryanto dari Kementrian Koperasi & UMKM.

           Dalam sambutannya Joko Purwanto mengatakan kegiatan semacam ini hendaknya diikuti dengan benar benar oleh para pengurus dan pimpinan koperasi. Karena koperasi sekarang ini berbeda dengan jaman dahulu. Koperasi sekang ini harus bisa berkompetensi menghadapi persaingan global.

           Dengan memahami landasan hukum yang jelas tentang koperasi yang dijalankan diharapkan koperasi tesebut dapat dijalankan dengan proporsional dan profesional. Mengingat koperasi di Sragen mencapai 1.022 dan merupakan salah satu faktor penggerak ekonomi rakyat.

           “Pemerintah telah menyempurnakan Kepmen 351/1998 menjadi Permenkop & UMKM no.19/2008 tentang pedoman pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi “, ujar Setyo Haryanto dalam paparannya. Perubahan tersebut dilaksanakan untuk membangun koperasi  simpan  pinjam  (KSP) / Unit

    Simpan Pinjam (USP) Koperasi sebagai lembaga keuangan yang berperan dalam sektor riil anggotanya. Selain itu juga untuk mewujudkan lembaga keuangan yang sehat dan terpercaya.

           KSP terdapat dua jenis yaitu KSP Primer dan sekunder. Persyaratan tersebut diatur dalam PP no.4 tahun 1994 tentang persyaratan dan tata cara pengesahan akta pendirian dan perubahan. Selain itu juga terdapat persyaratan tambahan antara lain surat bukti penyetoran modal sendiri, rencana kerja minimal 3 tahun, kelengkapan administrasi organisasi dan pembukuan, nama dan riwayat hidup calon pengelola, daftar sarana kerja serta permohonan izin menyelenggarakan usaha simpan pinjam.

           Lebih lanjut Setyo menjelaskan, untuk menjadi pengelola wajib memiliki beberapa persyaratan minimal. Persayaratan tersebut antara lain memiliki kemampuan keuangan yang dibuktikan dengan pelatihan simpan pinjam atau pernah magang dalam usaha simpan pinjam yang berwawasan perkoperasian. Selain kemampuan keuangan juga harus didukung dengan kemampuan manajerial yang baik. Yaitu memiliki keahlian dalam pengelolaan usaha simpan pinjam, yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat standar kompetensi pengelola usaha simpan pinjam.

           Dalam pemberian pinjaman, koperasi harus menerapkan prinsip kehati-hatian dan asas pemberian pinjaman yang sehat sehingga memberikan kemanfaatan bagi koperasi dan anggotanya. Selain itu juga perlu diketahui KSP dan USP Koperasi dilarang melakukan kegiatan usaha sektor riil secara langsung. Dengan pengelolaan KSP ataupun USP Koperasi yang profesional diharapkan dapat menjadikan koperasi sebagai jantung ekonomi rakyat. (dyn)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+