Sun, 26 October 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Masaran


    [ 04/04/2013, 09:30 WIB ]
    GERBANG BUAH NAGA


     
    MASARAN - Buah naga atau dragon fruit (buah dari tanaman Hylocereus undatus) termasuk pendatang baru di Indonesia yang cukup popular. Masuk akal, selain penampilannya yang eksotik, buah yang satu ini memiliki rasa yang manis, menyegarkan dan memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Pendatang baru satu ini langsung banyak dilirik oleh masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2001 buah ini hanya bisa di temui di China, Israel, Australia, Thailand dan Vietnam, tetapi sekarang sudah mulai merambah pasaran Indonesia. Saat itu, Thailand dan Vietnam merupakan pemasok buah terbesar didunia, tetapi permintaan tersebut baru dapat dipenuhinya kurang dari 50 persen dari kebutuhan pasar.

    Pasar lokal di Indonesia saat ini, masih dibanjiri produk import. Berdasarkan catatan dari importir buah di Indonesia, buah naga yang masuk ke tanah air mencapai antara 200 - 400 ton/tahun yang berasal dari Thailand dan Vietnam.

    Hingga saat ini kebutuhan buah naga di Indonesia cukup besar. Peluang Ekspor juga tidak kalah besarnya. Namun kebutuhan yang besar tersebut belum mampu di penuhi baik oleh produsen di dalam negeri maupun di negara asal buah ini, yakni RRC. Dengan kata lain peluang untuk membudidayakan buah naga masih sangat besar baik untuk pasaran lokal maupun internasional.

    Tanaman buah naga ini mempunyai sulur batang yang tumbuh menjalar. Batangnya berwarna hijau dengan bentuk segi tiga. Bunganya besar, berwarna putih, harum dan mekar di malam hari. Setelah bunga layu akan terbentuk bakal buah yang menggelantung di setiap batangnya.

    Jenis buah naga ada empat macam, pertama buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).

    Pengembangan agribisnis Buah Naga mulai muncul di Indonesia pada tahun 2003. Sejak itu, sejumlah pengusaha agrobisnis di Indonesia sudah banyak yang melirik komoditas ini. Mereka menilai, membudidayakan buah naga relatif mudah dan prospek ke depannya sangat cerah dibanding buah lainnya. Di Indonesia, pengembangan agribisnis buah naga (Dragon Fruit) mulai dirintis dan dikembangkan didaerah Malang, Delanggu, Sragen dan DIY Yogyakarta.

    Di Kabupaten Sragen, salah satu pengembang buah naga adalah Ir. Warjimin Ardie, yang beralamat di Dukuhan, Prampalan RT 26 / 06 Krikilan Masaran Sragen. Sudah dua tahun ini ia mengeluti budidaya buah naga.

    Awalnya ia hanya menanam sebanyak 1500 batang. Lahan sawah miliknya yang terletak tidak jauh dari rumahnya, pada bulan Juni 2006 ia sulap menjadi lahan budidaya buah naga. Jenis buah yang ia tanam adalah buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) biasa di sebut Super Red. Dari rasanya, jenis ini tergolong paling manis diantara jenis lainnya. Tanaman jenis akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40o C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11- 17 bulan.

    Satu tiang pancang dapat menopang empat pohon buah naga. Menurutnya, tiang pancang, idealnya mempunyai ketinggian 160 cm dari permukaan tanah. Dimensinya 12 x 12 cm. Jarak antar tiang pancang 2,5 x 2,5 meter. Sedangkan jarak antar bedeng 3 meter. Antar bedeng dipisahkan oleh irigasi kecil.

    Lahan yang digunakan untuk bidudaya buah naga dapat ditumpang sari dengan tanaman lainnya, yakni padi, semangka, sayur-sayuran atapun palawija. Biasanya tumpangsari dengan tanaman padi dan sayur sayuran, atau tumpangsari dengan tanaman melon.

    Sejak mulai tanam, sampai kurang lebih satu tahun, biasanya tanaman ini sudah mulai berbuah. Termasuk jenis tanaman musiman, biasanya berbuah pada bulan Desember sampai April. Dalam satu kali masa panen (Bulan Desember sampai dengan April), pada tahun pertama, setiap batang pohon bisa menghasilkan 1-2 kg. Pada tahun kedua, setiap pohon bisa sampai 4 kg, pada tahun ke tiga bisa mencapai 8 kg, dan seterusnya bertambah setiap tahun, Makin tua, makin banyak buah yang dihasilkan. Dalam sekali tanam bisa bertahan sampai umur 30 tahun lebih.

    Untuk pemasaran, tidak mengalami kesulitan, tidak ada kendala dalam pemasarannya. Untuk buah naga kualitas satu (KW I) dan dua (KW II) yang satu kilonya berisi 2-3 buah, biasanya di pasarkan ke supermarket, sedang untuk kualitas 3 (KW III), dalam satu kilo berisi 4-5 buah bisanya diambil oleh bakul.

    Dalam menanam buah naga, yang paling penting diperhatikan adalah cara pemeliharaannya. Cabang-cabang yang telah berbuah harus segera dipotong. Di lahan kira-kira seluas 4.500 meter persegi, mempunyai tiga orang karyawan yang diberi tugas untuk memeliharanya.

    Budidaya tanaman buah naga bukan hanya menghasilkan buah yang laku dijual, namun dari cabang-cabangnya juga bisa dijual sebagai bibit. Selain menghasilkan buah, cabang-cabang tanaman ini bisa dijual sebagai bibit. Sebelum siap dijual sebagai bibit, cabang-cabang tersebut di potong-potong sepanjang 25 cm. Setelah dipotong, dikeringkan dulu selama 4 5 hari. Setelah itu baru di semai di tanah atau di pot. Setelah kurang lebih satu bulan cabang-cabang tersebut siap ditanam di lahan.

    Menanam buah naga, menurutnya sangat kecil peluang untuk gagal. Resikonya kecil, pemeliharaannya mudah, peluang pasarnya juga masih sangat besar, hasilnya sangat menggiurkan, pada tahun pertama saja sudah bisa kembali modal ( Brake Event Point / BEP) malah sudah ada untungnya.

    KHASIAT BUAH NAGA

    Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Buah ini juga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan.

    Buah naga selain mempunyai nilai ekonomis tinggi, juga memiliki khasiat bagi kesehatan manusia, di antaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pencegah kanker, pelindung kesehatan mulut, pengurang kolestrol, pencegah pendarahan, menyejatkan lever, menguatkan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, menstabilkan darah dan obat keluhan keputihan.

    Pada umumnya, buah naga dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, hal ini karena kandungan airnya yang sangat tinggi (90,2 persen) dari berat buah, serta rasanya cukup manis karena kadar gulanya mencapai 1318 briks.

    SISTEM PENANAMAN

    Persyaratan tanam tidak berpengaruh terhadap kualitas tanah, Jenis apa saja dapat di lakukan penanaman. Membutuhkan penyinaran penuh. Daerah tropis cocok untuk Tanaman ini. Penanaman sebaiknya di gunakan parit untuk saluran drainase di areal kebun.Dan gunakan tiang pancang sebagai penyangga tanaman kaktus berukuran 12 cm x 12 cm x 160 cm.Tiang penyangga ini biasa terbuat dari kayu atau beton yang di tancapkan ke tanah sedalam 50cm dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 cm.

    Jarak tanam bibit yang baik adalah 2,5 x 2,5 meter dan tiap tiang penyangga di tanami 4 bibit tanaman,Jadi untuk 1Ha membutuhkan 2000 tiang penyangga dan 8000 bibit tanaman buah naga. Pemeliharaan tanaman meliputi,Perawatan sulur tanaman agar terhindar dari luka,pengecekan rutin kondisi keasamn tanah,dll. Panen tanaman akan berbunga pada umur kurang lebih satu tahun dan dapat di panen saat mencapai umur 30 hari setelah bunga mekar. (PJ/YL).


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+