Tue, 29 July 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013
  • Agustus, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Kedawung


    [ 05/04/2013, 09:59 WIB ]
    FILOSOFI WADUK : AIR TIDAK MENGALIR KE LAUT TETAPI KE WADUK


     
    KEDAWUNG Tahukah anda apakah Waduk itu? Berapa jumlah Waduk dan Embung di Kabupaten Sragen? Waduk adalah tempat pada permukaan tanah yang digunakan untuk menampung air saat terjadi kelebihan air / musim penghujan sehingga air itu dapat dimanfaatkan pada musim kering. Sumber air waduk berasal dari membendung sungai atau rawa ditambah dengan air hujan langsung.

    Waduk di Kabupaten Sragen ada 7, yaitu
    1. Waduk Gebyar di Sambirejo,
    2. Waduk Kembangan di Karangmalang
    3.Waduk Brambang di Kedawung
    4. Waduk Bothok di Kedawung
    5. Waduk Ketro di Tanon
    6. Waduk Gembong di Karangmalang
    7. Waduk Blimbing di Sambirejo.
    Sedang untuk Embung terdapat 23 embung yang tersebar di seluruh kabupaten terutama di wilayah utara sungai Bengawan Solo yang relatif kurang subur tanahnya karena alamnya tidak banyak cekungan sebagai penampungan air.

    Secara geografis Kabupaten Sragen memang dilalui atau dibelah oleh sungai besar Bengawan Solo, namun demikian pada saat musim kemarau bisa saja terjadi kekeringan sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air rumah tangga maupun pertanian, sedangkan pada musim penghujan terjadi banjir karena luapan sungai dan curah hujan yang berlebihan. Oleh karena itu perlu adanya sistem pengairan yang tepat untuk menangani sumber daya air secara optimal dengan membangun Waduk dan Embung.

    Menampung Hujan
    Menurut Kades Brambang Kec. Kedawung Bapak Sukiman, dikatakan dengan perawatan dan pengelolaan Waduk dengan baik, seperti pengerukan, serta memperkuat talud maka penampungan air semakin maksimal sehingga di musim hujan seperti bulan maret-april kondisi waduk penuh namun tidak terjadi banjir, dan iar waduk bisa mengairi lahan pertanian sekitar hingga musim tanam ketiga.

    Maksud dibangunnya waduk dan embung antara lain untuk menampung air pada musim penghujan dan memanfaatkan pada musim kemarau, pengendarian aliran permukaan (Runoff) sehingga dapat meningkatkan usaha pertanian dan perikanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pedesaan sehingga mengurangi jumlah KK Miskin. Selain itu, model yang lebih kreatif adalah memanfaatkan waduk sebagai sarana rekreasi memancing dan pariwisata mengingat Kabupaten Sragen tidak memiliki wilayah laut.(fa_pde)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+