Tue, 2 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Sragen


    [ 12/08/2014, 12:01 WIB ]
    ANTUSIAS WARGA DESA TEGALDOWO KECAMATAN GEMOLONG DALAM MENYAMBUT DAN MEMERIAHKAN PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-69

           GEMOLONG - Dalam
    rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-69, Pemerintah Desa dan
    semua lapisan masyarakat desa Tegaldowo Kec. Gemolong Kab. Sragen mengadakan
    kegiatan-kegiatan positif. Pemasangan umbul-umbul dan Bendera Merah-putih di
    sepanjang jalan-jalan dan depan rumah warga terlihat sangat meriah. Pengecatan
    ruas-ruas jalan,baik yang berada ditengah kampung-kampung maupun jalan
    penghubung antar kampung juga mewarnai kemeriahan pesta kemerdekaan kali ini.

           Kepala
    Desa Tegaldowo, H.Sutiyo telah
    mengirimkan surat himbauan kepada seluruh ketua RT se-desa Tegaldowo untuk
    memerintahkan warganya masing-masing ikut berpartisipasi dalam peringatan HUT
    Kemerdekaan RI ke-69 ini dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif di lingkungan
    masing-masing. Ya, beberapa waktu lalu kami telah mengirimkan surat himbauan
    kerapa seluruh Ketua RT di wilayah kami untuk menyebarluaskan kepada warga
    masing-masing, katanya.



           Hal
    itu sesuai dengan Surat edaran Bupati Sragen melalui Camat Gemolong untuk
    menyambut dan memeriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI bulan Agustus 2014  ini.

    Selain
    itu di masing-masing desa/kampung, tak ketinggalan Remaja dan Karang Taruna
    juga mengadakan kegiatan dalam rangka memeriahkan Peringatan Kemerrdekan RI
    yang ke-69 ini.

           Berbagai macam lomba dan pertandingan digelar secara meriah.
    Ada lomba lari,pertandingan sepakbola,pertandingan bola-voli,dan berbagai  macam permainan lainnya. Permainan anak-anak
    yang diwujudkan dalam bentuk lomba sangat disenangi  anak-anak. Diantaranya lomba makan kerupuk,
    lomba memasukkan pensil kedalam botol, lomba memecahkan balon, lomba lari
    kelereng, bahkan lomba joged yang membuat para juri dan penonton tertawa
    terpingkal-pingkal.



           Berbagai
    macam acara keagamaan juga rencananya akan digelar dalam malam tirakatan
    memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-69 ini. Ada acara dzikir dan do’a bersama,
    ada pengajian, ada malam tafakur, dan lain sebagainya. Modin Desa Tegaldowo, Sunarto sangat antusias dengan adanya
    acara-acara seperti ini. ini sangat luar biasa.

           Generasi muda kita tidak
    melupakan jasa-jasa para pahlawan bangsa terdahulu kita yang telah berjuang
    sampai titik darah penghabisan demi tercapainya kemerdekaan Indonesia. Kita
    sebagai generasi muda,sudah seharusnya mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan belajar
    sungguh-sungguh, bekerja maksimal, bertanggungjawab atas persatuan dan kesatuan
    bangsa ini.Jangan sampai hanya karena perbedaan pendapat atau keyakinan
    menyebabkan perpecahan bangsa dan masyarakat menjadi bercerai-berai.

          Apalagi
    kalau sudah masuk ke wilayah agama,
    perbedaan pendapat, faham dan keyakinan sangat berpotensi menjadikan
    perselisihan dan perpecahan ummat,walaupun itu se-agama. Maka dengan ini pula
    saya menghimbau kepadaq masyarakat, khususnya yang beragama islam, janganlah
    perbedaan faham ataupun keyakinan membuat kita tidak akur dengan teman,
    keluarga, dan saudara-saudara atau tetangga kita.

           Mari kita jalin ukhuwah
    islamiyah kita, meskipun beda amaliyahnya. Jangan kita merasa paling benar
    sendiri  sementara yang lain salah, dan
    jangan kita mencemooh orang lain. Seperti Firman Allah SWT dalam Al-quran : Hai
    orang-orang yang beriman, janganlah segolongan kamu mengolok-olok segolongan
    yang lain,karena mungkin saja mereka (yang kamu olok-olok) lebih baik dari kamu
    sekalian.[ PDE & Ds Tegadowo ]


    [ 03/07/2014, 12:15 WIB ]
    EMPAT HIKMAH PUASA

           SRAGEN - Selamat datang bulan ramadhan
    (Marhaban Ya Ramadhan) dalam rangka mengisi kegiatan dibulan ramadhan tahun ini
    Masjid Al Amirin Setda Sragen, mengadakan kegiatan sholat dhuhur bersama dan
    pada kesempatan hari pertama bupati Kab Sragen Bapak Agus Fatchur Rahman
    berkenan menyampaikan kultum perdana dengan tema  Empat Hikmah Puasa.

           Pertama adalah puasa dan keimanan seseorang. Dampak dari pengkhususan perintah
    puasa kepada orang beriman adalah hanya puasa mereka yang diterima Allah. Puasa
    sekaligus menjadi penanda sempurna tidaknya iman atau kepercayaan seseorang
    terhadap kebenaran perintah-Nya. Ketika iman kita benar maka niat puasa
    tersebut memberi kekuatan untuk tidak merasa lapar, haus dan letih. Sebaliknya,
    kita tetap semangat dan penuh energi dalam beraktifitas meski sedang berpuasa.
    Padahal, ketika telat makan sebentar biasanya badan kita gemetar, kepala pusing
    dan tidak bisa tidur saat lapar. Semua itu berubah dengan niat puasa yang kuat
    dan ikhlas.

           Kedua, takwa sebagai tujuan puasa. Surah Al Baqarah ayat 183 menyatakan bahwa
    diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
    kalian agar kamu bertakwa. Puasa itu salah satu sebab terbesar menuju ketaqwaan
    karena orang yang berpuasa telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi
    laranga-Nya. Semakin baik puasa kita maka ketakwaan kita bertambah dan cermin
    bahwa hidup kita lebih baik. Pesan tersebut terdapat dalam Surat Adz-Dzaariyaat
    ayat 56 yang berbunyi, Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
    supaya mereka menyembah-Ku. Takwa sebagai tujuan hidup menjadi indikator baik
    buruknya laku hidup seseorang.

           Ketiga, puasa sebagai media latihan membentuk pribadi terbaik. Kita adalah umat
    terbaik dan seharusnya setiap muslim dapat membuktikannya. Rangkaian ritual
    puasa yang dimulai dari sahur, shalat wajib lima waktu, shalat tarawih dan
    tadarus Al Quran melatih muslim untuk banyak beribadah, berdisiplin dan beramal
    baik bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Selama sebulan penuh ritual
    tersebut dilakukan akan membentuk kebiasaan hidup yang juga dipraktekkan diluar
    bulan ramadhan.

    [ PDE/Andrian Bappeda ]


    [ 21/03/2013, 13:21 WIB ]
    Pramuka, mengapa harus berkemah ?

    Salam Pramuka!
    Keberadaan Gerakan Pramuka dipandang pentingsebagai suatu gerakan kepanduan yang diproyeksikan untuk membentuk mental dan perilaku anak  menjadi sosok yang mempunyai rasa empati tinggi, setia kawan dan kerjasama di kelak kemudian hari.
    Sayangnya paradigma itu kini telah mengalami pergeseran seiring dengan munculnya kegiatan yang senada dengan tanpa uniform dan aturan yang jelas yang mungkin membuat membernya tidak bebas. Lain halnya dengan Gerakan Pramuka yang memiliki AD dan ART yang jelas dan disyahkan oleh pemerintah, memiliki kepengurusan yang juga jelas mulai dari gugus depan sampai Nasional.
    Fenomena yang terjadi pada lapisan paling depan -yang saya maksud adalah gugus depan-, sangat dipengaruhi oleh minat atau peran Kepala Sekolah yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gudep (eks oficio) melekat pada jabatannya. Sehingga seberapa banyak pemahaman seorang Kepala Sekolah sangat berpengaruh terhadap kegiatan (baca : perkembangan) kepramukaan di gugus depannya. Jika seorang Kepala Sekolah pernah mengalami president buruk selama menjadi peserta didik (terutama kaitannya dengan kepramukaan) maka hal ini akan berpengaruh pada kebijakannya terhadap kegiatan kepramukaan di sekolah yang dipimpinnya.
    [ PDE ]


    [ 21/02/2013, 13:47 WIB ]
    SMK N 1 Mondokan akan melaksanakan bhati sosial di Desa Gemantar

    Dalam rangka memperingati Hari Baden Powell tahun 2013, Gudep Cakra Bhazkara SMK Negeri 1 Mondokan bekerja sama dengan Yayasan SOLO PEDULI akan mengadakan bakti sosial di Kantor Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Jum’at, 22 Februari 2013.
    Siswa SMK Negeri 1 Mondokan membantu menurunkan bantuan dari mobil Yayasan Solo Peduli
    Bhakti sosial tersebut merupakan kerja sama pertama antara SMK Negeri 1 Mondokan dengan Yayasan Solo Peduli yang bergerak dalam pengelolaan zakat untuk kaum dhuafa. Dalam bhakti sosial tersebut, SMK Negeri 1 Mondokan – Yayasan Solo Peduli menyalurkan bantuan berupa 75 paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Gemantar.
    [ PDE ]


    [ 06/12/2013, 13:51 WIB ]
    Proses nikah di KUA dapat dilihat melalui website, salahsatunya ini.

    Pingin tau syarat nikah di KUA Karangmalang, lihat aja di websitenya.

    Siring perkembangan jaman, informasi menjadi asset penting yang terus diburu oleh semua orang, website sebagai sarana menyampaikan informasi bukan juga telah dimanfaatkan oleh KUA Kec.Karangmalang ini. Sebagai bukti bahwa pelayanan khususnya proses pernikahan dapat diketahui melalui website ini. Diunggah pada medio tahun 2011 website yang beralamat di http://kuakarangmalangsragen.blogspot.com/ menjadi inspirasi bagi KUA lain untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi terutama website.


    [ PDE ]


    [ 13/11/2013, 08:45 WIB ]
    BIO GAS ENERGI ALTERNATIF DARI TERNAK SAPI

           PLUPUH – Para peternak sapi di Desa Sumorodukuh, Kecamatan
    Plupuh, Sragen, mulai tertarik memanfaatkan limbah kotoran sapi untuk diolah
    menjadi bahan bakar atau biogas. Pemanfaatan biogas terbukti memadai sebagai
    pengganti gas elpiji untuk keperluan rumah tangga.



           Pengguna biogas, selama dua bulan terakhir ini telah memanfaatkan biogas
    untuk memasak. Sekarang, ia tak pernah lagi menggunakan gas elpiji. Banyak peternak
    sudah tidak menggunakan lagi gas elpiji tiga kilogram, bahan bakar dari olahan
    kotoran sapi sudah cukup memenuhui bahan bakar rumah tangga. Jadi keuntungannya
    sangat terasa soalnya uang untuk beli gas elpiji bisa digunakan untuk keperluan
    lain yang lebih penting.



           Peternak  menggunakan lima sapi
    ternaknya sebagai penghasil biogas. Namun, dua ekor sapi dirasa sudah cukup
    memproduksi bahan bakar untuk kebutuhan setiap harinya. Sudah banyak para
    pemilik sapi yang ingin membuat biogas karena rata-rata warga memiliki hewan
    sapi.


           Sistem pengolahan kotoran ternak menjadi biogas tidaklah rumit. Hanya perlu
    memodifikasi kandang sapi dengan membuat aliran pembuangan kotoran dan
    pembuatan tandon berukuran sembilan meter kubik di bawah tanah sebelah kandang
    sapi, ditambah dengan pemasangan pipa pralon untuk saluran gas menuju ke dapur.



           Mekanismenya, kotoran sapi tersebut dialirkan menuju tandon di bawah tanah
    melalui saluran pembuangan. Kotoran tersebut tersaring melalui saringan yang
    memisahkan kandungan sampah yang masih tercampur dengan sisa makanan sapi.
    Hasil saringan tersebut masuk ke dalam tandon kotoran yang tercampur dengan
    air. Di dalam tandon tersebut kotoran bereaksi yang menghasilkan gas metan.

           Gas
    itulah yang mampu dijadikan sebagai bahan bakar. Tepat di atas tandon kotoran,
    terdapat pipa peralon yang berfungsi sebagai saluran keluar gas menuju ke
    dapur.

    Gas yang keluar dari tandon itu diatur dengan keran yang terpasang pada pipa
    peralon untuk menutup buka saluran gas sesuai kebutuhan. Panjang pipa saluran
    gas disesuiakan dengan jarak tandon ke arah dapur di dalam rumah. Setelah
    terpasang di kompor, hasil pembakaran tidak bau sama sekali karena sudah
    terurai dengan api.



           Sekarang banyak peternak sapi yang tertarik akan memproduksi biogas dari
    kotoran sapi yang dimilikinya dalam beberapa waktu kedepan. Peternak tertarik
    mengolah kotoran hewan tersebut untuk mencoba proses produksi pengolahan
    kotoran ternak menjadi biogas. Kalau memang bisa mengirit pengeluaran, mengapa
    enggak dicoba. Selama ini kotoran sapi hanya digunakan untuk pupuk pertanian.(Bambang Aris Sasongko).

    [ PDE/Sragen Pos ]


    [ 11/11/2013, 09:16 WIB ]
    PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BENDUNGAN BAPANG

           KALIJAMBE
    -
    Bendung Bapang
    di Desa Krigilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen dinilai warga potensial untuk
    dikembangkan sebagai objek wisata. Warga setempat berharap masuknya investor
    agar dapat mengembangkan bendung ini sebagai destinasi wisata. Bendung
    Bapang merupakan tempat penampungan air irigasi pertanian di Sungai Cemoro,
    letaknya berdekatan dengan kompleks Museum Sangiran.



           Bendung
    ini  memiliki kolam renang dengan ukuran 25 meter x 6 meter dengan
    kedalaman 1,25 meter, kolam itu sudah dilengkapi prosotan yang sengaja
    disediakan untuk anak-anak.   Beberapa pondok pun sudah berdiri
    sebagai  kantin, tempat penyewaan kereta mini, dan gardu pandang. Bagi
    pengunjung dewasa dapat pula menyewa  becak air yang diparkirkan di tepi
    perairan bendung tersebut.



            Walaupun
    jalan menuju bendung masih belum mulus tetapi setiap hari pasti ada pengunjung
    yang datang.  Ramai pengunjung terutama pada hari libur dan akhir
    pekan.  Pengunjung yang datang dari semua kalangan, baik anak-anak maupun
    dewasa. Kalau pas ramai seperti Minggu dan hari libur.



           Sementara
    itu,  warga setempat sudah memiliki beberapa perlengkapan permainan anak
    yang dapat disewakan kepada pengunjung. Namun karena keramaian paling banyak  pada hari Minggu, sehingga di luar hari libur,
    warga menyewakan perlengkapan tersebut ke luar desa.



           Masyarakat
    berharap Bendung Bapang ini dapat menjadi destinasi wisata bergandengan Museum
    Sangiran dan Museum Dayu. Untuk mencapai itu dibutuhkan investor untuk masuk
    bersama warga setempat mengembangkan objek wisata ini. Dan dapat dipastikan
    kedepannya aka nada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. (pj/yl).

     

    [ PDE ]


    [ 08/11/2013, 19:03 WIB ]
    PETERNAK SAPI BRANGUS DARI KEDAWUNG

            KEDAWUNG - Sapi Brangus merupakan salah satu
    ciri khas sapi potong yang dikembangkan oleh Provinsi Jawa tengah khususnya di
    Kabupaten Sragen. Adapun Sapi Brangus yang dikembangkan di Kabupaten Sragen
    adalah merupakan jenis persilangan dari Sapi American Brahman dan Aberden
    Angus yang direproduksi secara Artificial
    Insemination (AI/Kawin Suntik/Inseminasi Buatan).



           Pengembangan Sapi Brangus di Kabupaten Sragen sudah dilakukan sejak tahun 1981
    dan telah ditetapkan sebagai Pusat Pembibitan Sapi Brangus satu-satunya di Jawa
    Tengah. Populasi Sapi Brangus di Kabupaten Sragen mencapai lebih dari 8 ribu
    ekor yang tersebar di 20 kecamatan, termasuk salah satunya adalah di Desa
    Wonorejo Kecamatan Kedawung.



           Semen beku yang disebarkan adalah produksi Balai Inseminasi Buatan (BIB)
    Lembang dan Ungaran.



           Disamping itu
    terdapat 5 kawasan pembibitan Sapi Brahman yang di IB dengan menggunakan semen
    beku Angus, yaitu :

    Desa
    Baleharjo, Kecamatan SukodonoUPTD Aneka
    Usaha Tanu (AUT) Desa Dawung, Kecamatan SambirejoDesa
    Wonorejo, Kecamatan KedawungDesa
    Girimargo, Kecamatan MiriDesa
    Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang



    KARAKTERISTIK
    SAPI BRANGUS


        
           Sapi
    Berangus merupakan tipe dwiguna (dual purpose) jadi dapat berfungsi
    sebagai penghasil daging maupun penghasil susu. Sebagai penghasil daging,
    karkas Sapi Berangus di Kabupaten Sragen dapat mencapai + 53% dengan
    kualitas daging : Protein 11,5% dan Lemak 8,8% dengan lebel 14 dan dinyatakan
    sebagai daging baik (hasil uji Lab. BPPV Yogyakarta) sebagai penghasil susu,
    induk Sapi Berangus yang baru melahirkan mampu memproduksi susu sampai +
    4 liter/ekor.



    KELEBIHAN
    SAPI BRANGUS DIBANDING SAPI LOKAL ADALAH :

           Mudah
    pemeliharaannyaPertumbuhan
    cepatNafsu
    makan tinggiHarga jual
    bibit tingiTahan
    terhadap udara panas dan lembabMau
    mengkonsumsi berbagai limbah pertanianTahan
    terhadap gigitan serangga/caplak (pink eye)Tidak
    mengalami kesulitan dalam melahirkanMortalitas
    rendahMenghasilkan
    pupuk kandang yang cukup banyak. (PJ/YL).

    [ PDE ]


    [ 17/10/2013, 11:17 WIB ]
    BUDIDAYA JAMUR TIRAM

           SAMBUNGMACAN –
    membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha ternyata tidak sulit, asalkan ada
    kemauan dan kerja keras pasti akan sukses, seperti yang dilakukan Bapak Agus
    Maryanto Banaran RT 026 RW 010 Sambungmacan ini, dengan keuletan dan kemauan
    yang keras memberanikan diri membudidayakan jamur tiram, yang mungkin belum
    banyak orang melihat peluang kesuksesanya. dengan 5 orang karyawan, usaha
    rumahan budidaya jamur tiram ini mempunyai omzet sampai 24 juta rupiah, dengan
    nilai aset 160 juta rupiah.

           Jamur
    tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini
    memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi
    dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai
    dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha
    benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun
    pengendalian hama tanaman. Yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram
    adalah 3 K ( kualitas, kuantitas serta kontinuitas).

           Bibit
    yang berkualitas mulai dari kultur awal F0, F1, F2 sampai ke baglog. Bibit yang
    baik dengan miselium yang merata menyelimuti seluruh media, serta tidak adanya
    kontaminasi didalamnya yang nantinya dapat menyebabkan kurang maksimalnya
    pertumbuhan jamur tiram,  adalah turunan
    dari bibit F2 klopun bibit yang digunakan F4 atau F5 dan seterusnya bisa saja
    akan tetapi kualitas baglog akan menurun pula karena semakin jauh dari F0
    semakin jelek kualitasnya.



           Nutrisi
    dalam baglog juga mempengaruhi maksimal atau tidak maksimalnya pertumbuhan
    jamur.nutrisi dalam baglog dapat berupa bekatul /dedak halus  atau bisa
    juga dengan tepung jagung, Perbandingan yang digunakan biasanya 15-20 :100
    (dedak : serbuk gergajian) itu menurut beberapa pakar perbandiangan sudah bagus
    (nutrisi bisa dilebihkan bagi pemroduksi). Dari segi perawatan juga akan dapat
    mempengaruhi baik atau tidaknya hasil jamur yang didapat. Teknis / cara perawatan
    baglog yaitu suhu , kelembapan serta kebersihan selalu dijaga.



           Salah
    satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam
    melakukan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya.
    Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu,
    tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai
    dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang digunakan untuk
    menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api
    lilin. Selain itu, selama melakukan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan
    masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.



           Dalam
    budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan adalah menjaga suhu dan
    kelembaban ruang agar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih
    kering, panas, atau berangin, tentu akan mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam
    kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi
    penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa
    membuat tubuh jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh karena itu,
    atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung agar jamur tidak cepat layu dan
    mati. Pengaturan sirkulasi dapat dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang
    sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi dapat dibuka semua ketika
    angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting adalah jangan
    sampai jamur kekurangan udara segar.


          
    [ PDE ]


    [ 09/10/2013, 08:06 WIB ]
    PRODUK KETAHANAN PANGAN MASA DEPAN DARI KECAMATAN SUKODONO

     
         SUKODONO - Singkong atau ubi
    kayu yang selama ini identik dengan komoditi rendahan, sudah waktunya naik
    kelas menjadi komoditi yang membanggakan dan mempunyai daya jual yang tinggi.
    Ubi kayu ternyata bisa di manfaatkan menjadi berbagai prodak salah satu hasil
    dari ubi kayu yaitu tepung MOCAF. 



           MOCAF adalah produk tepung dari ubi kayu
    (manihod esculenta crantz) yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel
    ubi kayu secara fermentasi. Microba yang tumbuh menyebabkan perubahan
    karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan
    gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Mikroba juga menghasilkan
    asam-asam organik, terutama asam laktat yang akan terimbibisi dalam bahan, dan
    ketika bahan tersebut di olah akan dapat menghasilkan aroma dan citra rasa khas
    yang dapat menutupi aroma dan citra rasa ubi kayu yang cenderung tidak
    menyenangkan konsumen.



           Selama proses
    fermentasi terjadi pula penghilangan komponen penimbul warna dan protein yang
    dapat menyebabkan warna coklat ketika pengeringan. Dampaknya adalah Mocaf-T1
    yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan tepung ubi kayu biasa.




    Karakteristik MOCAF.  


           MOCAF-T1 mempunyai karakteristik fisik dan
    organoleptik yang specific jika dibandingkan dengan tepung ubi kayu pada
    umumnya, walaupun dari komposisi kimianya tidak berbeda. Dari hasil analisis,
    mocaf-T1 dapat digolongkan sebagai produk “edible cassava flour” berdasarkan
    CODEX STANDART, CODEX STAN 176-1989, (Rev. 1-1995).
    Penampakan tepung putih seperti terigu, digunakan untuk subtitusi terigu pada
    mie instans (low class) dengan subsidi sampai 25%, kue kering, biscuit s/d
    100%, bakery s/d 30% dll.



    Keunggulan MOCAF

    A.kandungan serat terlarut(soluble fiber) lebih tinggi dari pada tepung gaplek.

    B.Kandungan mineral(kalsium) lebih tinggi (58) dibanding padi (6) dan gandum
    (16)
    C.Oligasakarida penyebab flatulensi sudah terhidrolis.

    D.Mempunyai daya kembang setara dengan gandum tipe II (kadar protein menengah).

    E.Daya cerna lebih tinggi dibandingkan dengan tapioka gaplek.




    [ PDE ]


    [ 03/10/2013, 09:34 WIB ]
    BETIS REJO DESA WISATA ORGANIK

           SAMBIREJO– Tiga Desa di kecamatan Sambirejo,
    yakni Sukorejo, Jambean dan Jetis kedepan akan dijadikan paket desa wisata
    organik dengan sebutan  Desa
    Wisata Betis Rejo. Tidaklah berlebihan karena tiga Desa tersebut, memilki topografi
    tanah berbukit serta mempunyai pemandangan alam yang cukup elok untuk
    dinikmati. Di kanan kiri jalan yang berkelok-kelok terlihat hamparan sawah yang
    terletak di lereng perbukitan yang berhawa sejuk.





           Ketiga desa
    tersebut akan dikemas dalam paket wisata desa Organik Betis Rejo singkatan dari
    Jambeyan, Jetis dan Sukorejo. Tidaklah salah bila ketiga desa tersebut
    dijadikan desa wisata organik. Lantaran air sungai yang mengairi persawahan
    yang terletak di dataran yang cukup tinggi ini belum terkontaminasi dengan
    pupuk dan obat-obatan kimia. Sehingga label pertanian organik masih bisa
    dimungkinkan untuk pertaniannya.

     


           Di desa yang berbatasan dengan Kab. Ngawi
    Jawa Timur dan Kabupaten Karanganyar ini, para wisatawan baik lokal maupun
    mancanegara bisa menginap di rumah-rumah penduduk yang banyak dijadikan
    homestay. Namun jangan memimpikan fasilitas yang disediakan akan seperti hotel
    berbintang, karena memang tamu yang menginap akan disuguhkan akan keaslian
    penghidupan masyarakat setempat. 

     



           Kesederhanaan dan Kealamiahan inilah yang
    menjadi icon yang bisa menjadi nilai jual, seperti yang menjadi impian Bupati
    Sragen Agus Fatchurrahman. Untuk itu Bupati menghimbau kepada seluruh warga
    desa agar melestarian kealamiahan desanya. Karena wisatawan yang berkunjung ke
    desa tersebut ingin menikmati kealamihan dan suasana  pedesaan. Wisatawan yang berkunjung
    kesini akan disuguhi dengan kealamiahan, mereka bisa menikmati nikmatnya makan
    bersama penduduk desa. 

     



           Selain pertanian padi organik, di
    desa  berpenduduk 2.697 jiwa
    yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani saat ini baru dikembangkan
    tanaman buah-buahan. Tanah-tanah pekarangan milik penduduk nantinya agar
    ditanami buah-buahan, sehingga lima atau sepuluh tahun kedepan, di desa ini
    diharapkan akan menjadi pusat buah-buahan di Kabupaten Sragen, himbau Bupati.

     



          


    [ humas ]


    [ 09/04/2013, 13:36 WIB ]
    KESEGARAN ALAMI DE COCO SAMBIREJO

           SAMBIREJO – Usaha rumahan yang berdiri sejak tahun
    2003 ini merupakan usaha berbasis pemanfaatan alam, De Coco minuman segar dan
    kaya akan gizi terbuat dari bahan kelapa dan kandungan kandungan bahan alami,
    minuman ini tidak menggunakan zat pengawet apalagi zat kimia jadi sangat aman
    dikonsumsi anak kecil sekalipun.

         
    Pak Gunadi yang menekuni usaha ini menerangkan bahwa pemasaran dari hasil
    produknya masih sangat terbuka luas, hanya saja masalah permodalan masih
    menjadi kendala adalah, karena mekanisme pemasara dengan menitipkan hasil
    produksi di warung-warung dan baru 10 hari bisa mengambil hasil pembayaranya.
    Dari segi bahan baku pun sangat melimpah, kecuali satu bahan dasar yang
    mempengaruhi produksi yaitu harga gula putih yang tidak setabil.

         


           Dengan berbekal pengalaman bekerja di perusahaan besar, pak Gunadi mampu
    menghasilkan keuntungan yang besar dari modal pribadi yang bisa dibilang sangat
    terbatas, namun berbekal keuletan dan ketelatenan usaha yang mempekerjakan 5
    orang karyawan ini mampu bertahan dan eksis hingga sekarang.

          
    Pesaing utama De Coco adalah produk hasil dari pabrikan, selain mampu menyetok
    lebih banyak dan besar juga bisa bertahan hingga lama karena faktor zat – zat
    pengawet lainya, Namun demikian De Coco yang 100% menggunakan bahan alami dan
    tanpa zat pengawet masih menjadi pilihan para konsumen yang mementingkan
    kesehatan walau harga lebih mahal. 

       

           Tunggu apa lagi? Bagi anda yang peduli dengan keamanan dan kesehatan, produk
    minuman segar De Coco ini bisa dijadikan pilihan. Dengan demikian anda sudah
    menjaga kesehatan anda dan berperan membangun industri kecil dan
    mensejahterakan masyarakat kecil sehingga dengan sendirinya konsumen aman dan
    pengusaha mendapatkan keuntungan untuk mengembangkan usaha kerakyatanya. (pj/yL).

    [ pde ]


    [ 23/03/2013, 10:45 WIB ]
    TENUN SARUNG GOYOR KALIJAMBE

           KALIJAMBE - Nama sarung Goyor Sambirembe
    tidak akrab di telinga banyak orang Indonesia. Padahal, sarung tenun produksi
    Dukuh Wonosari, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa
    Tengah ini sudah membuat banyak konsumen mancanegara jatuh hati.

           Goyor Sambirembe memang
    kalah populer dibandingkan produk batik Laweyan, Solo. Diproduksi masyarakat
    kelas bawah, lokasi pembuatan sarung ini hanya gubuk setengah terbuka dengan
    atap genteng tua yang tampak hitam berlumut dimakan usia, terletak di bantaran
    kali dekat rel kereta api. Kalau musim hujan kami nggak bisa kerja. Bocor!
    ujar Sri Waluyani (62), seorang perajin tenun yang bekerja di situ.



           Namun, gubuk tua itu telah
    menggemakan nama Indonesia hingga ke Somalia, Afrika. Hasil kerja Sri Waluyani
    dan sejumlah perajin di Desa Dukuh sangat digandrungi warga Somalia. Mungkin
    karena ketebalan hasil tenunan.

           Ketertarikan orang
    Somalia pada sarung Goyor terutama karena kemiripannya dengan jenis pakaian
    yang biasa dipakai warga negara tersebut. Tebal, hasil tenunan yang rapat dan corak warna khas sana. Juga
    karena hangat kalau musim dingin dan sejuk kalau musim panas.

           Kopinka Agawe Makmur selama
    ini memayungi sarung Goyor Kalijambe dan berhasil mempromosikan sarung merek arber ke Somalia. Dari total ekspor sekitar Rp 160 miliar per tahun, lebih
    dari separuh ditujukan ke Somalia. Pangsa pasar sarung Goyor di Somalia pun
    kalangan menengah ke atas. Tak heran jika Duta Besar Somalia di Indonesia, Muhamud
    Olow Borow, harus melihat sendiri gubuk tua di jalan kecil tersebut pada 2011
    lalu.



           Hanya sebagian kecil sarung
    Goyor diekspor ke Turki dan beberapa negara lain di Afrika. Itu pun menyebar
    setelah masuk melalui Somalia terlebih dahulu. Kalau untuk dalam negeri memang
    tidak cocok dengan sarung Goyor. Mungkin karena beda iklim dengan Somalia.

          Harga yang berkisar Rp
    150.000–Rp 300.000 dianggap tidak pas untuk penduduk Indonesia. Tetapi, harga benang dan ongkos produksi tak sebanding jika harus menurunkan harga.
    Apalagi untuk menenun butuh waktu paling cepat dua hari untuk satu ukuran
    tenunan 140 x 400cm jika musim kering, atau empat hari jika musim hujan dengan
    kondisi bolam lampu terus menyala.

           Menenun sarung Goyor dimulai
    dengan menggambar pola benang, menyusun pengikatan/talen dengan tali rafia,
    memastikan pewarnaan, lalu pemintalan benang. Semua proses tentunan dilakukan
    secara manual, tanpa mesin.



           Bahkan untuk menyeimbangkan  pedal, sejumlah batu diikat dengan tali yang
    berasal dari kain-kain bekas. Sebelum anak panah dilempar dari kiri ke kanan
    atau sebaliknya, kekompakan kaki dalam mengayun pedal yang ditimbang dengan
    batu atau potongan kayu akan sangat menentukan kerapatan benang.



           Tuti menuturkan, dulu waktu
    ia masih kecil, banyak perajin tenun di desanya yang umumnya kaum perempuan.
    Namun, seiring makin banyaknya produk sarung yang bisa dihasilkan secara massal
    oleh perusahaan-perusahaan, minat warga untuk menenun terus berkurang. Beruntung,
    sarung Goyor bisa terbang ke Somalia dan negara-negara di Timur Tengah.



          Sarung Goyor, kenang Tuti,
    pernah mengalami masa jaya zaman Presiden Soekarno. Saat ini, Tuti dan rekan
    sebayanya mendirikan kelompok tenun yang oleh Muhammad Hatta dikatakan koperasi.
    Kelompok tenun itu tak hanya terdapat di Desa Dukuh, tetapi juga desa-desa
    lain. Tak hanya di Kabupaten Solo, tetapi Solo Raya umumnya.



           Hal itu juga terjadi pada
    kelompok kerajinan batik dan kerajinan rotan. Sayangnya, itu tidak dibina dan
    dipelihara, hingga kemudian Koperasi Agawe Makmur mulai menatanya lagi dalam
    beberapa tahun terakhir.

           Menteri Koperasi dan UKM
    Syarif Hasan saat berkunjung ke lokasi tersebut tampak kagum. Potensinya luar
    biasa. Ini harus ditingkatkan dan perlu bantuan permodalan, kata Syarif.
    Kemampuan produksi 250 kodi di musim hujan atau 500 kodi di musim kemarau tidak
    bisa dianggap usaha kecil jika peralatannya dimodernisasi dan modalnya
    diperbesar.



           Syarif menjanjikan bantuan,
    tidak saja permodalan, tetapi juga jaringan pemasaran di luar Somalia. Kami
    akan memberikan pendampingan usaha dan jaminan pemasaran, baik dalam maupun
    luar negeri. Apalagi ini sudah jelas pasarnya, tinggal buka pasar yang baru,
    Syarif berjanji. Hanya saja, ia mengingatkan agar kualitas tetap terjaga dan
    tak lupa diberi merek agar menjadi hak paten Indonesia. (pj/yl).

     


    [ PDE ]


    [ 23/03/2013, 09:55 WIB ]
    KB & TK ISLAM UNGGULAN BAZSRA : Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual

           NGRAMPAL - “… Tuhanku (prok-prok-prok) Alloh, Nabiku
    (prok-prok- prok) Muhammad …”. Gembira dan bersemangat terlihat di raut anak-anak TK
    ini. Bersekolah di Taman Kanak-kanak yang bernuansakan agama memang terasa
    beda.

                 Kelompok Bermain & Taman Kanak-Kanak
    Islam Unggulan Badan Amil Zakat Sragen ( TKIU BAZSRA) merupakan sekolah dari
    Yayasan BAZ Sragen.  Berdiri tahun 2002,
    sekolah yang dipimpin oleh Ibu Sri Wahyuningsih, S. Ag  ini sangat konsen dalam membentuk budi pekerti
    anak-anak sejak dini.  Dengan visi misi
    sekolah yaitu menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi kualitas keilmuan
    dan menanamkan nilai-nilai Islam dan akhlakul karimah, serta menyiapkan dan
    mengembangkan SDM yang berkualitas di Bidang Iptek.



    Moral lebih dahulu daripada Iptek



           Jargon mereka yaitu “Anggun dalam
    Moral, Unggul dalam Intelektual” diangkat karena sekolah ini memang
    mengutamakan pendidikan moral dan budi pekerti. “Apabila moral sudah baik dan
    budi pekertinya sudah bagus akan mudah mendidik anak-anak tersebut untuk
    pengetahuan umum dan teknologi” ujar Ibu Ningsih.

          Selama meluluskan murid-muridnya,
    kebanyakan diterima di SD favorit, seperti Azzahro, SDN 4, SD Birulwalidain,
    SDN 1, dan beberapa SD lainnya. Pihak sekolah penerima pun mengungkapkan bahwa
    lulusan TKIU Bazsra lebih banyak yang penurut dan mudah diatur.

     



    Sosok Keayahan

           KB & TK Bazsra terdiri dari 5
    kelas,  saat ini terdapat 108 murid
    dengan 12 orang guru / ustadzah tetap.  Menurut Ibu Ningsih, mereka setiap minggu
    mendatangkan guru dari luar yang dipilih adalah guru laki-laki. “Kami ingin
    agar anak-anak juga terbiasa memanggil 
    Pak Guru karena ditampilkan sosok Keayahan bagi anak didik terutama anak
    laki-laki agar mereka bisa lebih akrab” ungkapnya.

           Kebanyakan siswa laki-laki lebih
    tertutup karena selama ini sosok pendidik yang mau diajak mengobrol adalah
    perempuan, sehingga untuk pelajaran ekstra melukis, mewarnai, menyanyi,
    bercerita, dipilihkan guru laki-laki agar bisa mengimbangi peran guru
    perempuan.



    Gali Potensi Anak



          Sebagai sekolah yang berkiblat
    pada pendidikan islam, maka program dan kegiatan sekolah sangat diperhatikan,
    seperti program unggulan Tahfizd al Quran, surat-surat pendek, hadist, latihan
    kemandirian anak, gali potensi anak dengan mengadakan praktek komputer,
    memasak, menari, dan menggambar.



          Selain itu juga ada beberapa
    program pengembangan seperti jumpa Profesi yang mendatangkan beberapa tokoh
    yaitu penjual, pengajar, dokter, atau pegawai untuk dikenalkan kepada anak.



          Sekolah
    ini dilengkapi dengan fasilitas ruang kelas yang representative serta permainan
    edukatif yang memadai, taman bermain yang luas dan nyaman, gazebo, Masjid,
    serta tenaga pendidik yang berkompeten. Waktu belajar adalah jam 07.30 sampai
    jam 13.30 dari Senin hingga Jumat.(fa)[ PDE ]


    [ 08/03/2013, 10:01 WIB ]
    SDIT AzZahra Guworejo Karangmalang : MUTIARA TERSEMBUNYI PENCETAK GENERASI BERKARAKTER

          
    KARANGMALANG – Pagi telah beranjak ke siang, matahari
    pun
    sudah sepenggalah saat kami mampir ke sekolah ini. Suasana tenang dan
    sepi. Kemana
    ya para penghuni sekolah ini? Tak lama kemudian terdengar suara anak
    kecil
    memimpin sholat, merdu dan perlahan, sejuk terasa di hati, cleeessss... ternyata para
    siswa-siswi di
    sekolah ini sedang menunaikan sholat dhuha berjamaah.

     



          
    Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Az-Zahra, Guworejo,
    Karangmalang, sebuah sekolah yang masih satu yayasan dengan SDIT
    Az-Zahra
    Sragen, adalah sekolah yang memiliki potensi yang besar. Baru 2 tahun
    berdiri
    yaitu tahun 2010 namun sudah memiliki program belajar yang sangat bagus
    dan
    menarik.

     



          
    Menurut kepala sekolah, Bp. Suroto sekolah ini dapat
    berkembang seperti ini karena memiliki guru-guru yang sangat
    bersemangat. “Kami
    memiliki Visi Misi Sekolah yaitu Mencetak Generasi Qurani yang berbudi
    pekerti luhur
    dan berakhlak mulia. Kami bersyukur bahwa para masyarakat sekitar dan
    orang tua
    murid memiliki animo yang baik dengan sekolah ini, karena orangtua yang
    menitipkan putra-putrinya bersekolah di sini biasanya berharap selain
    mereka menjadi
    anak yang pintar, juga menjadi anak yang sholeh dan berakhlak mulia”.

     



          
    Menurutnya, lembaga pendidikan harus berkarakter, saat ini
    jarang sekolah yang mengajarkan praktek langsung dari
    pelajaran-pelajaran yang
    diberikan, terutama pelajaran agama dan akhlak atau budi pekerti. “Kami
    biasa mengajarkan
    bagaimana praktek wudhu yang benar, praktek sholat dan mengaji yang
    benar, kami
    juga memberikan buku tugas pelaksanaan sholat di rumah yang berisi
    tentang
    tertib pelaksanaan sholat dirumah lengkap beserta jam pelaksanaan sholat
    dan
    paraf orangtua”

     


           
    Lunturnya kebiasaan anak membantu pekerjaan ringan orangtua
    juga menggerakkan hati para bapak ibu guru untuk turut mengajari praktek
    pekerjaan
    rumah yang ringan seperti membantu menyapu lantai, mencuci piringnya
    sendiri,
    mencuci bajunya sendiri, menyiram bunga, dan pekerjaan rumah yang ringan
    lainnya. Hal ini mereka terapkan, agar anak-anak mau membantu orangtua
    dirumah dengan
    ikhlas dan dengan cara yang senang serta hati yang gembira.


          

    Ibu guru Fajarina yang juga mengurusi kurikulum, menambahkan
    bahwa jam sekolah yang dimulai dari jam 07.00 – 13.45 terdiri dari
    pembelajaran
    di kelas, praktek ibadah, jamaah sholat dhuha, jamaah sholat dzuhur,
    makan
    siang, dan outing class yaitu belajar di luar kelas yang menyenangkan.

     


           
    Kabar gembiranya mulai tahun ajaran depan, sekolah yang saat
    ini masih menempati gedung lama, akan segera pindah menempati gedung
    baru yang
    berjarak sekitar 200 m. Tentu saja dengan fasilitas yang lebih baru dan
    lebih
    lengkap sehingga memudahkan untuk melaksanakan kegiatan ekstra Pramuka,
    komputer,
    life skill, dan ekstra lainnya, serta ruang perpustakaan yang lengkap
    dan
    nyaman.

     



           
    Untuk tahun ajaran 2013/2014, SDIT Az Zahra Guworejo
    Karangmalang akan membuka pendaftaran siswa baru pada bulan April
    mendatang,
    sesuai dengan motto sekolah, dipastikan sekolah ini akan mampu Mencetak
    generasi muda qurani yang cerdas, terampil, islami, berkarakter, dan
    berakhlak
    mulia.

     

    (fa_pde)

    [ PDE ]


    [ 25/07/2011, 13:48 WIB ]
    SMKN 1 PLUPUH JUARA 2 LOMBA PEMILIHAN PUTRI KEBAYA 2011

           SRAGEN – Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2011 Pemerintah Kabupaten Sragen menyelenggarakan Lomba Putri Kebaya pada hari Jum’at 22 Juli 2011 di Pendopo Rumah Dinas BUPATI Kabupaten Sragen. Lomba tersebut terbagi menjadi 3 kategori kelompok yaitu Kategori A Usia 5 s.d 8 th (34 peserta), Kategori B Usia 10 s.d 13 th (44 peserta) dan Kategori C Usia 14 s.d 18 th (26 peserta).


          Kegiatan Lomba dibuka oleh Ibu Agus Fatchurrahman (selaku istri Bupati Sragen) dan dihadiri Tamu Undangan Muspida serta Tamu undangan umum. SMK Negeri 1 Plupuh Sragen dengan Nomer Peserta 14 (a.n.Mutiara Faela Sofa – Kelas XII Tata Busana) berhasil meraih Juara 2 dalam Kategori C Usia 14 s.d 18 th setelah kalah poin dengan Juara 1 dari SMA Negeri 1 Sragen.


          Kepala Sekolah (Drs.Firdaus S.U, M.Pd) menyampaikan : “Dengan hasil Juara 2 Lomba Putri Kebaya Tk. Kabupaten Sragen, syukur alhamdulillah SMKN 1 Plupuh menambah lagi koleksi piala kejuaraan pada tahun 2011 ini. Anak didik kami (a.n.Mutiara Faela Sofa) adalah Siswi Kelas XII Jurusan Tata Busana, yang telah dibimbing untuk persiapan lomba tersebut oleh Ibu Tyas, S.Sn (Guru Seni SMKN 1 Plupuh, yang juga pernah mengikuti lomba dan pagelaran seni tari Tingkat Internasional di Shanghai China & Singapore pada th.2010 lalu)”. (Naskah Kiriman dari SMKN 1 Plupuh)



    [ SMK N 1 Plupuh ]


    [ 18/01/2011, 09:47 WIB ]
    EXCURSION GRADE 4 DAN GRADE 5 SD NEGERI SBI GEMOLONG KE KAMPUNG BATIK LAWEYAN SOLO & CANDI BOKO YOGYAKARTA

              Gemolong - Sejarah dan kebudayaan Indonesia yang
    sangat beragam harus dijaga dan dilestarikan. Dari sekian banyak kebudayaan
    yang ada di Indonesia, kain batik dan candi-candi peninggalan kerajaan Hindu
    Budha yang tersebar di Pulau Jawa adalah salah satunya.  Demi menjaga kelestarianya, anak-anak sebagai
    generasi penerus harus dikenalkan kepada 
    hal tersebut.  Untuk itulah pada
    12-13 Januari 2011, SD Negeri SBI Gemolong mengadakan kegiatan excursion atau
    pembelajaran secara langsung di Kampung Batik Laweyan Solo yang diikuti siswa
    grade 4 dan ke Candi Boko di Yogyakarta yang diikuti siswa grade 5.



             
              Kegiatan Excursion
    ke Candi Boko Berkaitan dengan tema pelajaran Social Studies yaitu peninggalan
    kerajaan Hindu dan Budha. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa
    kepada budaya Indonesia dan mengajak para siswa untuk tidak melupakan
    peninggalan sejarah. Di komplek candi yang terletak di diatas bukit yang
    merupakan kelanjutan pegunungan seribu ini para siswa belajar mengenai sejarah
    berdirinya Candi Boko, mempelajari perbedaan bangunan candi Hindu dan Budha,
    mempelajari masing-masing bagian dan fungsi bagian yang ada di candi boko
    seperti keputren (kediaman para putri raja), sitinggil (tempat kediaman raja),
    dan tempat pembakaran mayat.



             
              Sehari setelah kunjungan siswa grade 5 ke Candi Boko di
    Yogyakarta, pada Kamis 13 Januari 2011 siswa grade 4 mengadakan kegiatan
    excursion ke Kampung Batik Laweyan Solo. Kegiatan excusion ini berkaitan dengan
    teknologi industri dan pemasarannya serta koperasi dalam
    pelajaran Social Studies. Selain itu juga dalam pelajaran Art, anak-anak akan
    belajar cara membatik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada
    anak-anak tentang bagaimana cara membatik, cara produksi dan pemasarannya.
    Disini selain melihat proses pembuatan batik dari mulai awal sampai akhir
    secara langsung, para siswa juga berinteraksi langsung dengan para pembuat
    batik mengenai jenis-jenis batik dan proses pembuatanya. Di akhir kunjungannya
    siswa-siswa diajak ke salah satu toko dan galeri batik yang ada di Kampung
    Batik Laweyan untuk melihat hasil batik yang proses pembuatanya telah mereka
    lihat dan pelajari sebelumnya. (SBI GML)

    [ SBI GMl-PDE ]


    [ 23/11/2010, 09:59 WIB ]
    KERIPIK TEMPE JAJANAN KHAS SRAGEN

           

    SAMBUNGMACAN
    – Bagi anda yang kebetulan pergi ke Kecamatan Sambungmacan atau sekedar lewat,
    belum lengkap rasanya bila tidak singgah ke Desa Dawe,  Kampung Pembuat  keripik tempe jajanan khas Kabupaten Sragen. Letak
    lokasi yang sangat strategis di samping jalan raya Sragen Ngawi, bisa dengan
    mudah ditemukan untuk secara langsung membeli ke produser dan melihat
    pembuatanya secara nyata.

     



           Salah satu
    pengusaha rumahan panganan khas Sragen ini adalah ibu Ramin,  mengatakan bahwa omset hasil olahanya sangat
    lumayan untuk menambah pendapatan keluarga. Sebagian besar pengusaha rumahan di
    Desa Dawe adalah binaan koprasi dan mendapatkan bantuan modal dan pemasaranya.

     



           Sejak tahun
    70-an  kampung ini sudah terkenal dengan
    usaha rumahan pembuat keripik tempe
    yang sngat lezat dan renyah. Cara pembuatan yang langsung dikerjakan sendiri
    membuat jaminan mutu terjaga, pemilihan kedelai super yang khusus dipakai untuk
    membuat keripik tempe
    menjadikan hasil yang snagat renyah dan lezat.

     



           Harga yang
    sangat terjangkau dan kualitas sehat yang bermutu kiranya bisa dijadikan
    pilihan utama jika anda sedang singgah di kabupaten Sragen atau yang sekedar
    lewat Kecamatan Sambungmacan, untuk membeli buah tangan khas Sragen ini. (pj).

     


    [ PDE ]


    [ 22/11/2010, 10:57 WIB ]
    MENEGUK UNTUNG DARI SEGARNYA ES DAWET KENDIL

           NGRAMPAL - Srupuuutttt….mmm segar….Panasnya siang ini terhapus sudah saat menikmati Es Dawet Kendil Paldaplang. Es Dawet adalah minuman tradisional berbahan utama tepung yang berbentuk seperti ulat dan diberi kuah santan plus gula. Banyak kita temui di berbagai pelosok Indonesia dengan bermacam-macam jenisnya, termasuk di Paldaplang, Ngrampal, Sragen yang punya nama tenar Warung Es Polar Paldaplang.

           Sang pemilik, Ibu Endang Widianingsih mengaku telah memulai usaha sejak tahun 2006. Saat ditemui, bu Endang sambil sibuk melayani pelanggan bercerita tentang awal berjualan. “Dulu masih pake tenda, dan semuanya dikerjakan sendiri ”. Menurutnya dengan modal awal 1,5 juta, ibu 4 anak ini, berusaha keras agar dapat membuat dawet yang istimewa dan disukai banyak orang. Kini omsetnya mencapai 6 juta perbulan, dia mempekerjakan 4 orang karyawan, dan pelanggannya pun mulai dari masyarakat Sragen, hingga luar kota yaitu Purwodadi, Solo, samapai Jakarta.

           Proses pembuatan dawet kendil memang sangat unik dan lama.  Berbahan utama tepung aren dan diolah khusus akan  menjadi cendol,  ditambah santan serta juruh yang terbuat dari gula jawa, menjadikan dawet menjadi minuman favorit segala usia. Di warung dawet ini, juga tersedia Lotek dan Nasi uduk, masing-masing bisa dinikmati dengan harga Rp 3.000 untuk Lotek dan Rp 5.000 untuk nasi uduk, sedang es dawet kendil  harganya Cuma Rp 2.000 saja. Bu Endang juga menerima pesanan untuk acara arisan, ataupun resepsi besar.

           Jadi, kalau siang hari yang panas ingin menikmati yang segar, datang saja ke Es Dawet Kendil Paldaplang yang beralamat di Benersari, RT 27/01 Bener, Ngrampal. Atau dapat memesan ke Ibu Endang Widianingsih 0217-7973848, Hemat-Sehat-Mantap-Halalan Toyiban.(ning_sri_pde)[ PDE ]


    [ 15/11/2010, 11:29 WIB ]
    PONDOK PADI SAJIAN MASAKAN ORGANIK, SEHAT, DAN TRADISIONAL

           SIDOHARJO - Penikmat makanan organik di Sragen pastinya sudah tidak asing lagi dengan rumah makan pondok padi, Walau belum lama keberadaanya namun rumah Makan penyaji khusus masakan organik ini sudah sangat di kenal banyak orang, tak terkecuali orang dari luar kabupaten Sragen yang hanya sekedar lewat.


           Tempat usaha yang memang sangat strategis yaitu di pinggir jalan Solo – Sragen yang memang merupakan jalur ramai lintas propinsi. Dari tempat dan tata letak Pondok padi yang memang sanagat cocok sebagai tempat singgah atau peristirahatan sementara.


           Pak Suyanto merupakan pemilik pondok padi tersebut, usaha rumah makan ini memang mengutamakan pada masakan organik dengan menu – menu yang tradisional, seperti : Nasi merah, ayam sangit, wader goreng dan berbagai jenis masakan sayur m- sayuran yang sangat tradisional.


           Bagi anda penikmat dan pencinta kuliner silahkan mengunjungi dan menikmati sajian sehat, bermutu dan berkualitas organik di pondok padi.(pj).

    [ pde ]


    [ 11/11/2010, 13:19 WIB ]
    WARUNG TENGKLENG WARU KEMBAR PLUPUH

           PLUPUH - Bagi anda pecinta dan penikmat kuliner, jangan anda lewatkan bila kebetulan datang atau sekedar lewat di Kecamatan Plupuh, karena di jalan Plupuh Mojosongo KM 1 terdapat warung makan Tengkleng yang khusus menyajikan masakan dari daging hingga tulang kambing muda.


           Bahan utama makanan ini adalah tulang belulang kambing yang masih terdapat sisa-sisa daging. Sekilas makanan ini hampir sama dengan gulai kambing. Namun, tengkleng memiliki perbedaan mendasar dengan gulai karena tidak dimasak dengan santan. Untuk itu, tengkleng banyak diminati karena memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibanding sate dan gulai kambing.


           Sekilas, makanan ini memang hanya terdiri dari tulang belulang kambing. Namun, jika sudah merasakannya, dijamin ketagihan. Sebab, ada kenikmatan tersendiri saat harus mencari daging kambing yang masih tersisa di tulang-tulang tersebut. Di situlah letak kenikmatan dari tengkleng. 


           Warung ini hanya biasa saja dan jauh dari kesan mewah. Tempatnya kecil dan hanya menyediakan dua bangku dan kursi kayu panjang. Meski hanya warung kecil, jangan ditanya soal penggemarnya. Saat ini, banyak pelanggan yang datang dari luar Kec. Plupuh.


           Warung ini buka sejak pagi hari hingga sore seperti kebanyakan warung lain. Biasanya, begitu dibuka pembeli langsung antre. Bahkan, sering kali terjadi pembeli sudah antre meski warung belum buka. Akibatnya, pembeli yang datang belakangan sering harus kecele karena sudah habis.


           Untuk menikmati tengkleng, memang ada seni tersendiri. Pasalnya, penikmat masakan ini harus memilih bagian tulang yang masih ada dagingnya. Dan untuk bisa mendapatkan sumsum yang sangat nikmat, mereka harus mengisapnya langsung dari tulang hingga keluarlah sumsum tulang yang rasanya sangat lezat.


           ”Mulai membuka usaha warung Tengkleng sejak tahun 1990 an hingga sekarang,” jelas Pak Darto. Selama ini biasanya dalam satu hari dirinya menghabiskan sebanyak enam ekor kambing. Untuk masak tulang kambing tersebut, dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Hanya saja, dirinya harus membersihkan daging dan memilih serta memisahkan daging kambing dengan tulangnya. Dia memaparkan, tulang yang masih ada tersisa dagingnya dipisahkan dari daging dan juga jeroan, seperti babat, usus dan juga lidah kambing. Hal itu harus dilakukan karena tidak semua pembeli menyukai semua bagian kambing.


           Saat ini, satu porsi tengkleng beserta nasi seharga Rp12.000. Meski begitu, biasanya warga yang datang membeli Tengkleng tidak terikat dengan porsi.  ”Ada yang beli Rp10.000 atau Rp 30.000 untuk dibawa pulang,” ujarnya.


           Disinggung tentang rasa yang spesial, menurut Pak Darto, tidak ada resep khusus untuk Tengkleng buatannya. Bahkan, dia menuturkan resep maupun bahan tengkleng yang dia buat sama dengan masakan tengkleng warung lainnya.


           Kalau soal terkenal, lanjutnya, mungkin karena saya yang pertama berjualan di sekitar sini. Kalau bicara rasa, menurutnya semua itu penilaian dari masyarakat. Yang jelas, tengkleng buatannya sama dengan yang lain. Terdiri dari cacahan kepala kambing, jeroan, dan kaki kambing yang dimasak selama dua jam.


           Bagi anda yang sedang tidak dalam program diet silahkan mampir dan menikmati kelezatan masakan tengkleng di warung Waru Kembar milik Pak Darto ini. (pj)

    [ pde ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    SDN SBI Kroyo Peduli Merapi

           SRAGEN - SDN SBI Kroyo Karangmalang Sragen mengirimkan bantuan untuk korban Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta, Jawa Tengah, Senin (1/11/2010).        Bentuk bantuan yang di berikan oleh SBI Kroyo ini berasal dari SDN SBI Kroyo, TK Pembina SBI Kroyo dan Al-jabr Jakarta. Hafid Al-rosyid sebagai koordinator pelaksana menjelaskan, bantuan yang pagi ini dikirim melalui Solo Peduli Griya Solopos itu berupa mie instan, minuman, makanan bayi, susu, makanan ringan, pampers, selimut, pembalut, peralatan mandi, serta pakaian bekas untuk anak-anak & dewasa.


           Seluruh bantuan tersebut kita kirim ke kantor berita Solo Peduli Griya Solopos. Oleh Solo Peduli Griya Solopos, Insya Allah tanggal 1 November 2010 dikirim ke lokasi bencana secara bertahap, tambahnya.


           Tiga paket bantuan itu, kata Hafid, berasal dari sumbangan perwakilan dari guru & siswa siswi TK - SDN SBI Kroyo Sragen dan Al-jabr Jakarta. Teknisnya, Pihak sekolah mengirimkan surat pemberitahuan kepada wali murid untuk penggalangan dana. “Alhamdulillah respon Siswa-siswi TK - SDN SBI KROYO cukup bagus\\

    [ SBI Kroyo-PDE ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    RICE MILLING KELILING LIAR YANG BEROPERASI DISRAGEN AKAN DITERTIBKAN

           Sragen – Rice Mill keliling dilihat dari segi phisik adalah merupakan kendaraan
    bermotor jenis khusus keberadaannya dijalan umum harus mempunyai nomor
    kendaraan yang tercatat dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan memenuhi
    persyaratan tehnis dan laik jalan  dibuktikan
    dengan buku dan tanda uji yang dibawa setiap kendaraan dimaksud beroperasi
    dijalan”. Demikian pendapat Purwadi, SH.MH, Kabid Kominfo, yang pernah menjabat
    Kabid Teknik Sarpras Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, dalam rapat forum lalu lintas
    angkutan jalan waktu membahas Rice Mill keliling yang akhir-akhir ini banyak
    beroperasi secara liar di wilayah Kabupaten Sragen.



           Rapat Forum Lalu
    Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Sragen dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober
    2010  dipimpin oleh Tasripin, SH., MM.
    Kepala Dishubkominfo Kab.Sragen, diikuti anggota forum terdiri dari Polres
    Sragen, Bappeda, Badan Kesbang Polinmas, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pelayanan
    Terpadu, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Instansi terkait lainnya.



           Ada dua agenda
    penting yang dibahas dalam rapat saat itu yaitu rencana penertiban Rice Mill keliling
    liar yang beroperasi diwilayah Kabupaten Sragen oleh tim terpadu karena melakukan
    beberapa pelanggaran lalu lintas angkutan jalan yaitu tidak mempunyai nomor
    kendaraan yang tercatat dalam surat tanda nomor kendaraan (STNK), tidak bisa
    menunjukkan  buku dan tanda uji  kendaraan, Pelanggaran Perda Kabupaten Sragen
    yaitu melakukan kegiatan usaha penggilingan padi tidak dilengkapi dengan izin
    gangguan (HO) dan  ijin usaha
    penggilingan padi.



           Selanjutnya
    dibahas tentang rencana pembangunan jalur sepeda sebagai konsekuensi Sragen
    sebagai kota
    percontohan nasional bidang lalulintas angkutan jalan dan diperolehnya Piala
    Wahana Tata Nugraha (WTN), dalam rangka mewujudkan kegiatan tersebut,
    direncanakan  uji coba pemakaian jalan
    ahmad yani untuk jalur sepeda sebelum selanjutnya akan adakan evaluasi sesuai
    kajian teknis serta pembahasan saran dan masukan dari masyarakat.

           Dalam rapat
    tersebut ada beberapa informasi yang disampaikan antara lain informasi tentang
    dibukanya jalan HOS Cokroaminoto (sebelah timur terminal lama) menjadi dua
    jalur; Diperbolehkannya kendaraan angkutan umum dari arah timur melewati jalan raya
    Sukowati sampai perbaikan jembatan mageru 
    selesai dilaksanakan; Saran dan masuk agar segera diperbaiki  kerusakan jalan akibat galian kabel dan galian
    pipa PDAM untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan lalulintas.   

                                                     .                                                          ( Kominfo Sragen )

    [ Kominfo Kab. Sragen ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    Rahasia Kelezatan Warung Mbah Rijem : MEMASAK CARA TRADISIONAL, TANPA VETSIN DAN TANPA PEWARNA

           

    MASARAN - Di pinggir
    jalan raya Solo Sragen yang melintasi Kecamatan Masaran, terdapat sebuah warung
    kecil berdinding kayu. Tidak begitu
    bagus, malah cat warna kuningnya sudah terlihat suram. Warung mbah Rijem,
    begitu orang-orang menyebutnya. Di waktu pagi hari, banyak orang yang
    mengunjungi warung kecil tersebut. Kepadatan pengunjung akan makin terasa bila
    mendekati waktu makan siang. Pengunjung rela duduk berhimpitan di warung mungil
    milik mbah Rijem, hanya untuk menikmati sego
    tumpang mbah Rijem.




           Ya, begitulah uniknya warung mbah Rijem yang selalu dipadati pengunjung. Tidak
    jarang, pengunjung yang tidak kebagian tempat rela menunggu diluar. Kondisi
    seperti ini sudah akrab terjadi di warung mbah Rijem sejak buka pertama kali
    tahun 1966 silam.




           Sang empunya warung, Mbah Rijem, meski sudah berumur 81 tahun, namun masih
    terlihat gesit melayani pengunjung. Setiap harinya mbah Rijem dibantu oleh tiga
    orang anak perempunannya.




           Didalam warung berukuran 4 x 5 meter, tertata sebanyak empat meja panjang yang
    mampu menampung sekitar 24 orang. Di pagi dan siang hari keempat meja tersebut
    penuh dijejali oleh pengunjung. Selepas siang, meski semua bangkunya juga penuh
    namun pengunjung yang duduk tidak berjejalan, terang mbah Rijem.


    [ humas-PDE ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    TAMAN AIR KWANGEN INDAH

        GEMOLONG - Taman Air Kwangen Indah merupakan
    sebuah wahana wisata air yang terletak di Desa Kwangen Kecamatan Gemolong. Menurut
    Bambang Irawan, SE salah satu pemilik (merupakan usaha keluarga) sekaligus
    manajer operasional, Gemolong dipilih karena letaknya yang strategis berada di
    jalur utama Solo-Grobogan dan jalur alternatif Semarang
    – Surabaya.
    Wahana ini dibangun untuk menjawab rasa haus masyarakat di Kecamatan Gemolong
    dan sekitarnya akan tempat rekreasi air, karena sebelumnya kalau ingin bermain
    diwahana air warga Gemolong harus ke Solo.

              Kwangen Indah dibangun  diatas tanah seluas 5300 m2,
    walaupun letaknya di lingkungan pedesaan dari segi fasilitas Kwangen Indah
    tidak kalah dari wahana serupa yang ada di kota. Taman air ini memiliki lima kolam yang terdiri dari kolam anak,
    remaja dan prestasi (memakai standar internasional untuk panjang kolam, tetapi
    kedalaman menggunakan standar untuk rekreasi).

               Mulai  dibuka pada tanggal 11 Nopember 2009 dengan  jumlah pengunjung hanya 7-10 orang dalam
    sebulan diawal pembukaan, hal ini hampir membuat putus asa pihak manajemen. Bermodal
    semangat supaya usahanya jangan sampai gulung tikar sang menajer terus berupaya
    dan berinovasi supaya Taman Air Kwangen Indah lebih dikenal ke berbagai daerah yang
    bisa membuat  jumlah kunjungan meningkat.
    Selain itu pihak manajemen juga
    mendapat sumbang saran dari Dinas Pariwisata Kab. Sragen
     
             Membangun fasilitas prosotan, ayunan, ember tumpah, dan berbagai patung
    binatang, memberlakukan tarif pelajar bagi siswa mulai dari PAUD sampai Perguruan
    Tinggi(harus terorganisir dan ada penanggungjawab guru atau kepala sekolah),
    menggandeng biro/agen wisata dalam berpromosi, memberlakukan tarif  terjangkau hanya Rp. 5500 per orang untuk
    pengunjung umum bisa bermain air sepuasnya  terbukti mampu mendongkrak jumlah kunjungan.
    Puncak kunjungan terjadi saat libur lebaran.

    Anak-anak TK  asyik bermain air,
    gurauan, teriakan saat terkena tumpahan air dari ember besar, siswa sekolah
    menengah belajar berenang menjadi pemandangan yang biasa tiap pagi di Kwangen Indah.
    Bagi yang ingin memacu adrenalin bisa mencoba wahana flying fox atau papan
    seluncur setinggi sekitar 10m. Setelah lelah berenang dan bermain air kita bisa
    melepas lelah sambil makan di kantin yang berada di berada tepat disamping
    kolam. Selain itu bagi yang lupa membawa baju ganti tidak perlu khawatir karena
    di area wahana  ada toko baju  yang menjual baju-baju fashionable.
     
           Kini, dengan berbagai fasilitas yang dipunyainya Taman Air Kwangen Indah
    mulai dikenal luas dan menjadi tujuan utama bagi warga Gemolong dan sekitarnya
    dalam berekreasi.(PDE)
    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+