Sat, 22 November 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • November, 2014
  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Miri


    [ 02/09/2014, 08:53 WIB ]
    Ketarunaan menumbuhkan pilar character building siswa

    Ketarunaan di SMKN 1 Miri merupakan bentuk kegiatan yang baru dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus lalu. Kegiatan ini melibatkan instruktur yang memiliki kompetensi di bidang yang sesuai dan memiliki kapabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan menggandeng satuan Koramil setempat serta para alumni yang sudah memiliki bekal pengetahuan dan pendidikan ketarunaan.

    Selama satu tahun penuh para siswa kelas X dan XI mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari para instruktur tersebut. Mereka mendapatkan jadwal pendidikan secara bergiliran selama satu tahun, masing-masing kelas mendapatkan giliran satu bulan sekali. Diklat ketarunaan ini menyampaikan beragam pokok materi diantaranya: Pelatihan Baris Berbaris, Dasar Ketarunaan dan keagamaan, juga menyertakan materi Bahasa Inggris serta motivasi siswa.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 09/07/2014, 12:27 WIB ]
    Sejenak melihat musik klotekan di acara bersih desa warga doyong.

    Tradisi ‘Klothekan’ adalah serangkaian hiburan rakyat yang disajikan kapada warga doyong, miri dalam rangka ritual tahunan bersih desa. Acara ini diadakan tiap bulan juli yang dipercaya sebagai hari jadi desa doyong. Tujuan diadakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan barokah yang diberikan kepada warga desa. Klothekan mungkin sebagian orang sudah menganggap kegiatan orang kurang kerjaan. Namun kegiatan itu masih tetap dilakukan oleh ibu-ibu warga Desa Doyong dalam rangka menyambut acara Bersih Dusun. Sore hari setelah acara ‘Klenengan’  dan kenduri selesai, tak ketinggalan Ibu-ibu yang sebagian besar sudah berusia lanjut ini mengadakan ‘klothekan Lesung’.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 07/05/2014, 12:43 WIB ]
    Biopori on the school ala SMK Negeri 1 Miri

    Wow, makhluk apa ya biopori ? Benda mati atau  hidup ?  ingat kata pori, biopori arti secara umum adalah lubang untuk keringat kita yang keluar melalui lubang pori-pori. Biopori ala SMK N 1 Miri Sragen ini berwujud semacam resapan air. Sekolah ini sudah membentuk jaringan pendidikan lingkungan yang beranggotakan guru,karyawan dan juga kader lingkungan yang terdiri dari siswa, dengan tujuan menaruh perhatian terhadap sekolah yang peduli terhadap lingkungan hidup. Salah satu kegiatan yang terpenting untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata adalah dengan membuat biopori atau sumur resapan. Secara alami, biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut. Di sekolah kami, keberadaan pepohonan jumlahnya memang sedikit tidak seimbang dengan bangunan atau gedung baru sehingga lubang biopori harus dibuat. Banyaknya pepohonan tidak selalu menjamin akan ada banyak air yang terserap, ini dikarenakan permukaan tanah yang tertutup dan banyaknya lahan yang dipaving disekitar sekolah membuat air tidak dapat meresap ke tanah.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 07/02/2014, 10:36 WIB ]
    Generasi kedua, Mobil Pantai Buatan SMK N 1 Miri Sragen Jateng

    ika beberapa tahun 2009 SMK Negeri 1 Miri Sragen membuat mobil F1 hasil karya SMK Negeri 1 Miri Sragen Jateng, maka pada kesempatan ini kami akan berbagai pengalaman tentang karya SMK Negeri 1 Miri Sragen Jateng yaitu mobil BUGGY (Mobil sejenis offroad pantai). Tidak jauh berbeda dengan produk terdahulu, mobil Buggy ini selesai dibuat tahun 2010.

    “Pembuatan mobil Buggy ini merupakan tindak lanjut dari program kerja sekolah dalam memfasilitasi inovasi dan kreatifitas baik guru maupun siswa di SMK Negeri 1 Miri”, kata Budi Santoso Kepala SMK Negeri 1 Miri Sragen Jateng. Proses pembuatan mobil Buggy ini melibatkan ke-4 Jurusan yang ada di SMK Negeri 1 Miri Sragen, yaitu Jurusan Teknik Gambar Bangunan, Jurusan Multimedia, Jurusan Listrik maupun Jurusan Otomotif.
     
    [ PDE SRG ]


    [ 15/01/2014, 13:28 WIB ]
    Mampu merakit mobil sendiri, hasil karya siswa SMKN 1 Miri

    Upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka mempromosikan SMK, sedikit banyak telah memberikan hasil menuju pada arah yang positif. Hal ini dengan indikator keberadaan SMK di tengah-tengah masyarakat dapat diterima dengan baik. Bahkan prosentase keberadaan SMK yang ditargetkan 70 : 30 dengan SMA di sebagian wilayah Indonesia dapat tercapai. Hal ini jika kita mengukur dari jumlah SMK. Selain kuantitas, SMK telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan teknologi tepat guna yang berada di masyarakat. Walaupun kita juga tidak dapat memungkiri, terkadang keberadaan SMK hanya sebatas “pelengkap” semata.
    Keberadaan mobil Kiat Esemka merupakan salah satu bentuk optimalisasi kerja keras rekan-rekan SMK yang mampu mewujudkan ambisinya. Sehingga dengan munculnya Mobil Kiat Esemka yang didukung oleh pejabat daerah mampu menggugah nasionalisme untuk memunculkan mobil nasional yang telah diimpikan bangsa Indonesia. Inilah yang dinamakan kerjasama.
    Karena dari sudut kreatifitas, sebenarnya sebelum munculnya Kiat Esemka, telah lahir mobil-mobil karya anak-anak SMK, misalkan mobil ambulan dari SMK Muhammadiyah Magelang, mobil SUV dari SMK N 2 Salatiga, tidak terkecuali Mobil F1 ala SMK 1 Miri ini
    Adapun yang membedakan produk Mobil F1 ala SMK 1 Miri Sragen antara lain : Jika mobil seperti ambulan dan SUV ataupun Kiat Esemka diambilkan dari engine dan suku cadang pabrikan, sedangkan ini murni dibuat dengan kreasi kemampuan HAND MADE kecuali engine.


    [ PDE SRG ]


    [ 02/12/2013, 10:18 WIB ]
    Teka Natura Furniture, Kualitas ekspor harga terjangkau

    Teka Natura adalah Perusahaan furniture yang telah merambah pangsa pasar luar negeri. Hubungan bisnis jangka panjang dengan klien di seluruh dunia telah dijalin sejak lama.

    Spesialisasi perusahaan ini adalah untuk menghasilkan furniture dengan desain tertentu berdasarkan pesanan, seperti meja, kitchen set, cermin, dan setiap meja outdoor lainnya dan kursi, dan bangku. Materi yang berkisar dari segala jenis kayu (mahoni, jati, dll).


    [ PDE ]


    [ 11/09/2013, 08:44 WIB ]
    DADI MULYO, MULYO KARENA KULIT IKAN

           MIRI - Kelompok Tani Ikan Produksi Samak
    kulit Ikan DADI MULYO dibentuk sebagai upaya memberdayakan potensi masyarakat
    wilayah Kecamatan Miri khususnya DK. Pungkruk, Ds. Doyong. Wilayah Kecamatan
    Miri yang merupakan kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO) merupakan potensi perikanan
    air tawar yang menjanjikan.

          


           Didukung dengan semangat masyarakat untuk berkarya dan dukungan dana dari
    Pemerintah Daerah DADI MULYO berhasil menjadi embrio pemanfaatan ikan air tawar
    tidak hanya sekedar dikonsumsi tetapi diolah menjadi bahan baku tas, sepatu,
    dompet, dll melalui proses penyamakan kulit ikan.

          


            Embrio ini akan semakin dikembangkan seiring dengan peningkatan kemampian (skill) dan ketersediaan
    peralatan yang lebih modern, ditunjang dengan pemasangan yang lebih luas.

          
    Kelompok Tani yang beranggotakan 10 orang ini, telah banyak melakukan kegiatan
    kegiatan untuk meningkatkan kemampuan wira usahanya, antara lain: menerima
    kunjungan dari Balai Besar karet, Kulit dan Plastik (BBKKP) Yogjakarta,
    Pelatihan Penyamakan Kulit Ikan Nila, Study Banding ke BBKKP Yogjakarta,
    Kunjungan ke DIAN MANDALA Perusahaan eksportir kulit ikan.

          


           Untuk menyamak kulit ikan hingga menjadi lembaran kulit yang siap dijadikan
    bahan baku pembuatan tas dan lainnya dibutuhkan waktu sekitar lima hari. Tak
    mudah untuk menyamak kulit ikan hingga menjadi bahan baku kerajinan yang kuat
    dan mengkilap. Setidaknya ada 21 tahap yang harus dilaluinya. Ketekuan, kejelian
    dan kesabaran adalah faktor yang sangat dibutuhkan. Bila tidak jeli dan sabar
    dipastikan tak dapat menghasilkan kulit ikan yang kuat dan mengkilat, terang
    Wagiman.

           Setelah Kelompok Tani Ikan Produksi Samak Kulit Ikan DADI MULYO terbentuk dan
    berjalan dengan baik maka pengembangan selanjutnya adalah penggunaan peralatan
    yang lebih modern, dimana selama ini hanya menggunakan peralatan, selain itu
    kualitas samakan kulit ikan lebih dikembangkan dengan mengacu pada standar baku
    kebutuhan pasar agar pemasaran bahan baku samak kulit ikan dapat menembus pasar
    yang lebih luas.

          


    [ PDE ]


    [ 21/08/2013, 09:48 WIB ]
    KERAJINAN KONDE DARI MIRI

           MIRI - Sanggul atau konde yang biasa dipakai kaum hawa ternyata merupakan
    peluang usaha yang cukup lumayan, seperti pengrajin sanggul/konde dari Desa
    Sunggingan, Kecamatan Miri.  Salah seorang pengrajin menuturkan usaha kerajinan
    konde/sanggulnya ini telah dirintis sejak beberapa tahun silam.

           Seperti pengrajin usaha rumahan yang lain,
    kerajinan pembuat snggul/konde ini cukup memberikan keuntungan yang lumayan dan
    mempunyai prospek kedepan yang sangat baik. Kendala yang mungkin ada hanyalah
    pengadaan bahan baku, namun hal itu juga masih bisa diatasi, dan kendala yang
    lain adalah keterbatasan modal usaha.

           Konde-konde tersebut dipasarkan ke
    berbagai daerah hingga kota-kota besar lainya. Sanggul dijual dengan harga yang
    bervariasi antara Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per buah, tergantung kualitasnya.
    Sedangkan, bahan dasar pembuatan sanggul itu adalah potongan rambut yang tak
    terpakai dan dibeli dari salon-salon dengan harga Rp 5.000 ribu per kilogram.
    Semakin panjang rambut, harganya makin mahal. (pj/yl).[ PDE ]


    [ 11/06/2013, 12:47 WIB ]
    KUE BERAS KETAN JAJANAN TRADISIONAL MENYEHATKAN

            
    MIRI - Kue dari beras ketan merupakan
    sebuah jajanan tradisional warisan dari nenek moyang kita, kue jajanan pasar
    sangat mudah di temukan di pasar tradisional, tapi bagaimana cara membuatnya
    pasti banyak orang yang belum mengetahui resep dan cara membuatnya.

             Di Desa Brojol Kecamatan Miri
    terdapat banyak pembuat  kue dari beras ketan atau yang lebih di kenal
    dengan sebutan jajanan pasar, pada saat-saat tertentu atau musim hajatan, maka
    akan banyak pesanan yang akan dibuat. Hal ini tentunya akan sangat
    menguntungkan para pembuat kue tradisional tsb, dan juga bisa melestarikan
    budaya di bidang kuliner.

            Untuk membuat kue ini cukup mudah. Seperti
    beras ketan, gula merah, kelapa yang diparut, di bungkus daun pisang. Biasanya,
    ditambah dengan sedikit kapur sirih dan garam untuk pelengkap rasa. Beras ketan
    bersama kapur sirih direndam terlebih dahulu beberapa saat lalu dicuci bersih.
    Bentuk daun pisang menjadi segitiga, kemudian masukkan pulut, diikat lalu direbus
    sampai masak. Setelah masak, beras ketan didinginkan dulu kemudian
    dikupas. 

          

           Menurut pengakuan para pembeli, selain
    rasanya enak juga dapat menghilangkan rasa lelah karena kandungan gula merah
    jahe plus kayu manis yang berfungsi membangkitkan kembali stamina. (pj-yl).


    [ PDE ]


    [ 21/05/2013, 08:16 WIB ]
    KERAJINAN TAS BATIK DARI KEC. MIRI

           MIRI
    - Batik yang
    merupakan warisan leluhur Indonesia sekarang sudah diakui dunia merupakan
    kebanggan tersendiri buat kita khususnya bangsa Indonesia. Sehingga dengan
    menyebut batik sudah otomatis menyebut budaya indonesia.
      

          

           Saat ini batik tidak hanya digunakan untuk pembuatan baju dan kebaya. Namun
    kini batik diaplikasikan ke semua produk fashion. Tidak ketinggalan, batik juga
    dipakai untuk bahan tas yang dapat menambah tampilan semakin trendi dan cantik.
      

          

           Pembuatan tas batik biasanya disesuaikan antara kombinasi warna dengan
    kepribadian si pemakai. Ada yang berwarna emas dengan paduan merah dan hijau
    bagi mereka yang menyukai penampilan lebih glamor, atau batik berwarna pink
    muda dengan gambar bunga dan hiasan rantai kristal swarovski bagi yang menyukai
    tampilan feminin.
      

          

           Saat ini tas batik juga dikombinasikan dengan berbagai hiasan cantik, seperti
    bahan satin, brokat, kristal swarovski, batu-batuan semi mulia, dan beads.
    Jenis batik yang digunakan untuk pembuatan tas pun sangat beragam. Ada batik
    Solo, batik pesisir, batik oriental, dan lainnya.

      

         Di Kecamatan Miri terdapat pengrajin tas batik yang penjualanya telah merambah
    pasar di Bali, bahkan telah memenuhi pesanan-pesanan di distro dan galery terkenal
    di Bali, selain juga memenuhi pasar lokal seperti di pasar Klewer Solo.

      

          Usaha kerajinan rumahan ini ternyata mampu menyerap tenaga kerja yang banyak
    dan dapat meningkatkan penghasilan warga sekitar, hal ini ditunjang dengan
    mudahnya mendapatkan bahan baku dan terus meningkatnya berbagai pesanan dari
    luar kota. Namun bantuan dari pemerintah daerah memang masih sangat dibutuhkan,
    yaitu yang erat kaitanya dengan masalah permodalan.

     

          
    Namun demikian sejauh ini usaha swasembada dan kerajinan rumahan tersebut masih
    mampu berjalan dan terus meningkatkan kwalitas dan senantiasa mengikuti
    permintaan pasar sehingga keberadaanya bisa terus exsis di pasaran, dan pada
    akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat disekitar.(pj/yl).

     

    [ PDE ]


    [ 12/02/2009, 11:06 WIB ]
    Dari Kujungan Kerja Bupati di Kecamatan Miri: TAK ADA LAGI APARAT GAPTEK

           MIRI- Kunjungan Kerja Bupati Sragen H Untung Wiyono Kamis (12/2), memasuki Desa Girimargo Kecamatan Miri. Dalam kunjungan ini Bupati di dampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sragen Hj. Suparmi Wiyono. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan 50 SK CPNS Sekretaris Desa se-Kecamtan Miri. Selanjutnya, Bupati beserta pejabat dinas/instansi di lingkup Pemkab Sragen menggelar sambang desa di wilayah itu. Rencananya, Bupati akan mengunjungi 10 desa, di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali itu.


           Dialog yang berlangsung di Balai Desa Girimargo diikuti sejumlah warga, PNS Desa, Karang Taruna, Lansia serta TP PKK. Menurut Bupati, dialog ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi desa, pejabat desa, serta berkomunikasi dan menyampaikan informasi pada masyarakat. Kunjungan ini adalah salah satu program pemantapan, penyempurnaan, penyelesaian 10 tahun masa kerja Bupati. Melalui kunjungan semacam ini, jika ada kekurangan fasilitas masyarakat desa bisa segera dicari solusinya.

    [ humas ]


    [ 13/12/2008, 10:21 WIB ]
    SOSIALISASI TATA TERTIB LALU LINTAS : Semakin Aman & Nyaman di Jalan dengan Mematuhi Tatib Lalu Lintas

           MIRI - Rasa aman dan nyaman dalam berkendara di jalan raya menjadi kebutuhan seluruh pengguna jalan raya mengingat mobilitas kendaraan dari hari kehari semakin meningkat. Jumlah kendaraan yang semakin bertambah akan dapat memicu kecelakaan apabila tidak diatur dengan tata tertib lalu lintas.


           Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, kemarin hari Jum’at, 12-12-2008 diadakan sosialisasi tata tertib lalu lintas yang disampaikan oleh Dinas Perhubungan Kab. Sragen serta dari Kepolisian. Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh Kepala Desa, Kadus, RT dan RW se-Kecamatan Miri, dengan antusias para peserta mengikuti materi sosialisasi mengenai rambu-rambu lalu lintas, perangkat keselamatan berkendara serta pelayanan Samsat Kepolisian Sragen. Sosialisasi juga dihadiri oleh Kepala Sekolah se-Kecamatan Miri dengan harapan materi sosialisasi yang telah disampaikan kemudian dapat di-gethok tular-kan kepada siswa sekolah. (Kec. Miri)

    [ Kec. Miri - PDE ]


    [ 06/09/2008, 09:07 WIB ]
    Sarling Ke-3 di Miri : ASHAR KELILING MENJALIN SILATURRAHIM SESAMA

    MIRI - Bulan Ramadhan sangat tepat untuk menjalin silaturrahim dengan sesama. Itulah yang dilaksanakan oleh Bupati Sragen H. Untung Wiyono pada hari Kamis, 04 September 2008 kemarin. Bersama Ibu Suparmi Untung Wiyono dan seluruh jajaran eksekutif Pemkab. Sragen, Bupati mengadakan kunjungan kerja dalam rangka Ashar Keliling (Sarling) di Masjid Al Ikhlas, Dk. Bulakrejo, Desa Sunggingan, Kec. Miri. Selain bersilaturrahim dengan masyarakat setempat Bupati Sragen juga meninjau dari dekat infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Sunggingan.

    Rombongan hadir di Balai Desa Sunggingan kurang lebih jam 13.00 kemudian dilanjutkan pengarahan langsung oleh Bupati Sragen, tentang pentingnya masyarakat berwirausaha mengembangkan potensi di daerah. Menurut beliau, negara kita ini sudah diberikan kenikmatan berupa sumber daya alam yang melimpah namun jangan sampai hal ini menjadikan masyarakatnya malas dan bodoh. Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT maka masyarakat harus mengoptimalkan potensi disekitarnya dan tidak menyia-nyiakan sejengkal tanah pun menjadi tidak bermanfaat. [ PDE-Kec. Miri ]


    [ 11/06/2008, 12:27 WIB ]
    GILIREJO BARU GELAR WAYANGAN BERSIH DESA

    Ds. Gilirejo Baru, Kec. Miri - Kamis besok tanggal 12 Juni 2008 akan diadakan perayaan adat dalam rangka bersih desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka perayaan sehabis panen raya padi, pada tahun ini warga masyarakat gondang legi sepakat mengadakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang rencananya dengan mengambil tema “Mboyong Mbok Sri” bertempat di rumah Bp. Misron (Sekdes Gilirejo baru) Dk. Gondanglegi, Ds. Gilirejobaru, Kecamatan Miri.



    Direncanakan Bupati Sragen Bp. H. Untung wiyono akan menjadi dalang utama dalam pagelaran kali ini, dengan didampingi oleh dalang Ki Suwito yang berasal dari Beji, Andong, Kab. Boyolali. [ Kec. Miri - PDE ]


    [ 18/09/2007, 11:21 WIB ]
    SAFARI RAMADHAN DESA DOYONG MIRI : DESA DOYONG YANG TANDUS YANG BERPOTENSI

    MIRI-Safari Ramadhan Ashar Keliling hari ke enam
    dalam Bulan Ramadhan 1428 H kali ini di gelar di
    kecamatan Miri, tepatnya di Masjid Al Hidayah Doyong
    Kecamatan Miri. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh
    Bupati Untung Wiyono tersebut diikuti oleh para pejabat
    eselon II dan III di lingkungan Pemkab Sragen.


    Kegiatan Safari Ramadhan tersebut sekaligus
    sebagai sarana untuk mengetahui perkembangan desa-desa
    di Sragen serta berdialog secara langsung dengan
    warga masyarakat, seperti yang dilakukan pada siang
    hari ini.


    Lokasi pertama yang ditinjau yaitu Balai Desa
    Kelurahan Doyong kecamatan Miri. Tampak hadir dalam
    acara tersebut, Pejabat Eselon II dan III dan tokoh-tokoh
    masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut
    Bupati mengajak untuk menjaga kebersihan rumah dan
    lingkungan. “Sebuah rumah atau kantor tidak harus
    bagus, yang paling penting adalah bersih dan sehat “ kata
    Bupati.


    Kepada warga masyarakat, Bupati mengatakan,
    akan memberikan bantun rumah murah bersubsidi bagi
    masyarakat yang kurang mampu. Dengan program
    rumah murah senilai Rp. 20 juta tersebut warga yang
    berminat akan mendapatkan subsidi dari pemerintah
    sebesar Rp. 11,5 juta, sisanya warga tinggal mencicil Rp.
    73 ribu perbulan.[ PDE ]


    [ 24/07/2007, 16:14 WIB ]
    DARI DOYONG TEMBUS PASARAN EROPA

    Barang furniture merupakan produk kebutuhan sekunder yang cukup diminati masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah keatas. Masyarakat kalangan ini umumnya sangat menjaga penampilan interior rumahnya agar terlihat nyaman, indah dan elegan, sehingga diperlukan produk interior untuk mendukung penampilan tersebut.

    [ PDE ]


    [ 23/05/2007, 13:57 WIB ]
    KORBAN MUSIBAH LONGSOR DI MIRI MEMPEROLEH SANTUNAN

              Pemkab Sragen, Selasa (22/5) datang ke Desa Soko, Kec. Miri untuk menindaklanjuti musibah yang menimpa para penambang batu kuning. Acara penyuluhan dan pembinaan tersebut bertempat di Balai Desa Soko, dihadiri oleh beberapa pejabat dari instansi terkait, diantaranya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen. Hadir juga dua pejabat dari Balai Pengelola Pertambangan dan Energi (BBPE) Propinsi Jawa Tengah.


    [ peppy ]


    [ 10/02/2007, 08:45 WIB ]
    PILKADES JERUK KECAMATAN MIRI

    Hari Rabu, 31 Januari 2007 masyarakat Desa Jeruk Kecamatan Miri melaksanakan pemungutan suara untuk memilih Kepala Desa.[ ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+