Wed, 23 July 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013
  • Agustus, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Kalijambe


    [ 17/03/2014, 12:56 WIB ]
    MTs Muh 2 Kalijambe Menuju Sekolah Berkualitas

    Seperti apa sebenarnya sekolah yang baik dan ideal? Apakah harga menjamin kualitas yang diberikan? Sebagai orang tua tentunya Anda berharap sekolah yang dipilih akan mampu menjadi tempat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Berikut ini tips mencari sekolah yang ideal bagi anak-anak Anda. MTs Muh 2 Kalijambe adalah salah satu Sekolah di Kalijambe yang bisa menjadi alternatif pilihan.


    [ PDE SRAGEN ]


    [ 03/02/2014, 10:30 WIB ]
    Sekilas SMPN 2 Kalijambe “Sekolah Desa Prestasi Kota”

    Bekerja menjadi yang terbaik adalah melaksanakan tugas tanpa memperdulikan apa yang kita dapat, tetapi apa yang mengutamakan apa yang dapat kita berikan terhadap sekolah ini. Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMPN 2 Kalijambe Supriati, S.Pd, M.Pd. Sebagai srikandi pendidikan, Supriati terbilang cemerlang dalam mendidik siswa siswinya.
    Ini terbukti segudang prestasi yang telah dimiliki, yakni tahun 2010 juara 2 lomba perpustakaan tingkat kabupaten, juara LKIG LIPI tingkat nasional, Finalis Lomba LKI tingkat propinsi, Finalis lomba Media tingkat Nasional, juara 2 lomba guru berprestasi tingkat kabupaten dan juara lomba gerak jalan tingkat kecamatan, Tahun 2011 Finalis lomba guru berprestasi dalam penulisan PTK tingkat propinsi, Finalis lomba media tingkat Nasional.
    Sedangkan kelulusan banyak yang diterima di SMU/SMK baik negeri dan swasta Favorit dan umumnya juga berprestasi.

    [ PDE SRG ]


    [ 04/09/2013, 09:36 WIB ]
    KAIN TENUN DARI SAMBIREMBE, KECAMATAN KALIJAMBE

           KALIJAMBE - Menarik jejak dari masa lampau
    yang bertahan dari terpaan zaman teknologi yang kian hari semakin menarik untuk
    diamati, apalagi dimiliki hasilnya. Bermula dari usaha sang suami bapak Priyo Suharto
    sejak puluhan tahun lalu untuk merintis pembuatan kain tenun di Desa
    Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Satu selendang tenun jika
    tidak melalui proses klosing atau melemaskan benang dengan di gulung bisa
    dibuat dalam waktu dua jam.

          

           Mengawali proses pengerjaan dengan memberi
    warna pada kain sesui pesanan kemudian mencelupkan kain dalam air yang mendidih
    dicampur dengan warna tertentu yang sesuai dengan pesanan konsumen. Penjemuran
    untaian benang pun dilakukan tidak jauh dari ruang kerja tempat selendang tenun
    tersebut di buat.

          

           Setelah benang jemuran dirasa sudah
    mengering masuk pada tahap klosing yaitu menggulung benang untuk dirapikan
    menjadi gulungan benang yang siap masuk ke mesin tenun. Membutuhkan ketelatenan
    yang dalam menggulung benang-benang tersebut karena jika benang akan mengeras
    sesudah terpanggang matahari. Penyusunan benang pada mesin tenun (menyucuk)
    untuk benang yang sudah tersusun rapi dan siap untuk proses anyaman sebagai
    penyambung benang yang sudah teranyam menjadi selendang tenun. Mirip moncong
    peluru untuk peperangan alat ini digunakan untuk mengoprasikan alat tenun
    melempar benang kekanan dan kekiri untuk menghasilkan jerat benang yang
    kencang.

          

           Mengecek kerapian atau menyetel benang
    dengan mengecek hasil tenun sesekali sekadar untuk memberi sentuhan rasa. Untuk
    memberikan kelicinan dan tidak membuat karat mesin tenun sedikit minyak bekas
    pengorengan diteteskan pada bagian tertentu. Terkadang jiwa sosial juga pasti
    tumbuh dalam lingkungan kerja, membantu teman yang sedikit mengalami masalah
    dalam menyelesaikan tenunan adalah hal penting untuk produktivitas kerja.

          

           Usai istirahat mereka kembali kemeja tenun
    mereka, semangat sang Proklamator Republik Indonesia senantiasa menjiwai semangat
    kerja mereka para ibu penyambung hidup keluarga. Memasukan kain tenun yang
    sudah jadi untuk ditekan selama kurang lebih satu hari untuk memperoleh
    kerapian selendang-selendang tenun yang masih sedikit mengeras. (pj/yl)

     

     


    [ PDE ]


    [ 19/08/2013, 09:24 WIB ]
    MEMBANGUN USAHA KONVEKSI DI KALIJAMBE

           KALIJAMBE –
    Moh. Toyib (35 Th) Pengusaha yang tergolong dalam kategori menengah ke bawah
    ini tidak terpengaruh dampak implementasi adanya perdagangan bebas ASEAN-China
    ACFTA mengingat produk-produk China yang sekarang masuk ke Indonesia sudah
    mulai menguasai pasar.

           
    Menjamurnya produk China di beberapa pasar yang strategis membuat pengusaha
    kecil sampai menengah kelabakan, mau dijual kemana produk-produk ini jika
    ternyata di pasaran banyak produk China dengan harga jual sangat murah. Namun
    pengusaha konveksi Desa Banaran Kecamatan Kalijambe Kab. Sragen ini masih mampu
    mengembangkan usahanya karena telah memiliki pasar yang sangat luas yaitu,
    sampai ke pulau Bali, danau Toba dan sebagian besar pasar baju di Jakarta.

            Di Desa
    Banaran Kecamatan Kalijambe sendiri dulunya merupakan sentra usaha konveksi
    rumahan yang cukup besar, namun karena dampak krisis di tahun 1998 lalu
    sebagian besar sudah gulung tikar. Dengan kegigihanya, Moh. Toyib mampu
    bertahan dan bangkit membangun usahanya. Hingga kini omset dari usahanya ini
    tak kurang dari 500 juta per bulan mampu diputar dan tentunya tenaga kerja di
    sekitarnya pun juga terserap.

           
    Kemampuan berwira usaha yang di bangunya mampu menyerap setidaknya 100 orang
    lebih karyawan di lingkungan desa Banaran, dan tentunya itu sangat membantu
    Pemerintah Kecamatan Kalijambe dari segi penyediaan lapangan sehingga mampu
    meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

            Produk
    yang dihasilkan disini memang sangat simpel mulai dari pakaian pantai, baju
    batik, kaos dan berbagai kain pantai. Namun karena proses pengerjaan yang semua
    di tangani sendiri, dari pembelian bahan baku (Grey), cetak kain, pemutihan,
    pewarnaan sampai printing ini mampu menghasilkan laba yang besar sehingga bisa
    memutar usaha dan mampu bertahan.

           Muda,
    pekerja keras dan berani mengambil resiko sekiranya bisa menjadikan contoh bagi
    kaum muda dan masyarakat di Kabupaten Sragen untuk berani membangun sebuah
    usaha, khususnya usaha konveksi seperti di Kecamatan Kalijambe ini. (pj/yl).

    [ PDE ]


    [ 27/06/2013, 13:15 WIB ]
    KERAJINAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA

           KALIJAMBE - Anda tahu batok atau tempurung
    kelapa? Bagi kebanyakan
    orang tempurung kelapa mungkin tidak berguna. Padahal sebenarnya tempurung
    kelapa
    justru sangat berguna untuk dijadikan kerajinan.
    Siapa sangka dengan bermodalkan limbah tempurung yang dimodifikasi dengan tali
    pandan dan pelepah
    pisang, menjadikan produk yang satu ini bernilai seni dan semakin banyak
    diminati. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika aneka barang kerajinan
    berbahan baku tempurung kelapa muda ini kerap ditemui disetiap pusat
    perbelanjaan di daerah kota wisata seperti Solo,
    Jogja, Bali, dan Lombok.

            Seperti di Dukuh Sendang, Desa
    Bukuran Kecamatan Kalijambe ini, dalam satu dusun terdapat beberapa sentra
    kerajinan batok kelapa, hampir seluruh penduduk selain bercocok tanam mereka
    mengisi harinya dengan membuat kerajinan. Bahan baku yang murah dan mudah
    didapat merupakan keuntungan tersendiri, setelah diolah menjadi berbagai
    aksesorispun mudah pemasaranya.

            Kerajinan tempurung kelapa banyak
    dijajakan untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari
    aksesoris perempuan seperti jepitan, bingkai foto, hingga perabotan rumah
    tangga layaknya sendok
    dan mangkuk.
    Selain itu batok kelapa juga
    bisa dibentuk menjadi gelas minum, nampan, penutup lampu, sendok, garpu, atau
    sendok sayur. Dengan sentuhan seni yang sangat halus, hasil kerajinan batok
    kelapa tersebut terlihat sangat artistik. Bahkan hasil dari kerajinan tempurung
    kelapa ini bisa berupa ragam tas dengan berbagai bentuk (model) dan
    ukuran, beragam bentuk model rel gorden, cup lampu, peci, manik-manik/kancing,
    dan lain-lain.

            Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk
    membuat kerajianan dari batok kelapa cukup mudah untuk didapatkan, seperti lem
    kayu, tangkel (batok kelapa), dempul, melamin, amplas dan cat. Selain itu
    texwood juga dibutuhkan untuk dijadikan rangka kerajinan seperti produk meja
    dan lemari kecil yang bagian luarnya ditempeli tangkel.Agar terlihat artistik,
    serat dari tempurung kelapa harus ditonjolkan. Karena diseratlah melekat nilai
    seni yang kuat daripada usaha ini, selain bentuk-bentuk unik yang dibuat. (pj/Yl).

    [ PDE ]


    [ 30/07/2010, 09:33 WIB ]
    TIRAKATAN DAN SARASEHAN PEMBUKAAN KEMBALI PASAR MEBEL DAN KONVEKSI BANARAN KALIJAMBE

           KALIJAMBE - Pasar Mebel dan Konveksi yang terletak di Desa Banaran Kalijambe yang diresmikan pada tahun 2003 selama ini keberadaannya terkesan mati suri. Meski memakai nama Pasar Mebel namun kenyataannya tidak ada mebel hasil olahan pengrajin atau pedagang mebel yang diperjualbelikan disana. Justru mebel dan furniture produksi dari pengrajin dan pedagang lebih banyak yang dibawa ke luar dari Sragen. Hal ini diduga disebabkan karena selama ini pemilik hak penggunausahaan kios Pasar Banaran sebagian besar bukan pelaku dari kegiatan produksi dan perdagangan mebel.


           Untuk menghidupkan kembali Pasar Banaran sebagai Pasar Mebel dan Konveksi Pemkab Sragen melalui Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) dan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM mengalihkan hak penggunausahaan 26 kios dari total 59 kios di Pasar Banaran kepada pedagang dan pengrajin mebel di sekitar pasar yang tergabung dalam Paguyuban Ngudi Makmur.


           Untuk menandai pengalihan hak penggunausahaan kios Pasar Banaran pada hari Selasa (20/7) telah dilaksanakan acara penyerahan kunci ke Paguyuban, sedangkan pada hari Kamis Malam (22/7) diadakan kegiatan soft launching pasar dengan mengadakan tirakatan dan sarasehan pembukaaan kembali Pasar Mebel dan Konveksi Kalijambe. Acara ini dihadiri oleh pejabat dari Dinas terkait, Muspida Kalijambe dan Paguyuban Ngudi Makmur serta perwakilan dari masyarakat sekitar pasar.

           Mustaqim selaku sekretaris Paguyuban Ngudi Makmur mengatakan bahwa kondisi Pasar Mebel dan Konveksi Kalijambe selama ini memang sepi, dengan pengalihan hak penggunausahaan kios ke Paguyuban Ngudi Makmur diharapkan dapat kembali meramaikan pasar. Selain itu pedagang mebel juga dapat menjalankan usaha dengan lebih efisien karena dapat menekan biaya transportasi pengiriman mebel ke luar daerah. [ DP2D-PDE ]


    [ 03/05/2010, 09:31 WIB ]
    VISIT SANGIRAN 2010

           KALIJAMBE – “Visit Museum 2010”, itulah program yang telah dicanangkan oleh kemenbudpar Indonesia di tahun ini. Program yang ditujukan untuk menyemarakan dan meramaikan kunjungan ke museum di seluruh Indonesia ini memang sangat diperlukan mengingat turunnya intensitas masyarakat dalam hal kunjungan ke museum. Museum merupakan tempat bersejarah bagi kehidupan manusia di masa lampau. Disini kita bisa mengetahui berbagai macam peristiwa sejarah di masa lampau yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dan pengetahuan bagi umat manusia sekarang ini. Oleh karena itu, keberadaan museum haruslah tetap kita lestarikan dan kita ramaikan keberadaannya.


           Sangiran yang merupakan salah satu museum pra sejarah kebanggan masyarakat Sragen juga tak luput dari program yang satu ini. Seluruh satker yang ada di kabupaten Sragen mendapat jatah untuk berkunjung ke museum Sangiran. Sedangkan dari masyarakat umum pun juga tidak mau kalah dalam mendukung program ini. Hal ini terbukti dengan adanya kunjungan sekelompok mahasiswa pariwisata yang berkunjung ke Sangiran dalam rangkaian study tour mereka.


           Rombongan yang terdiri dari berbagai mahasiswa di seluruh Indonesia ini tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB dan disambut dengan hangat oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sragen, P. Pedarwanto S. Ss, MM beserta Kabid Kebudayaan Ir. Ismanto, Kabid Kebudayaan, Dra. Huruni Ani Uni Mawarni,dan Camat Kalijambe.


           Rombongan kemudian menuju ke menara pandang untuk melihat keindahan Sangiran Dome (kubah Sangiran) yang terlihat begitu jelas dan indah dari puncak menara pandang. Film Sangiran pun tak luput disajikan di hadapan pelupuk mata mereka untuk memberikan gambaran singkat mengenai asal mula Museum Sangiran beserta koleksi yang ada di dalamnya.


           Lepas dari menara pandang, rombongan langsung menuju ke museum Sangiran untuk melihat koleksi fosil dan artefak manusia dan hewan purba yang terlengkap di seluruh Indonesia. Di sini, mereka terbuat terkesima dengan beraneka ragam koleksi fosil dan display yang tertata secara rapi dan runtut. Kekaguman pun terlihat jelas dari raut muka mereka yang tak pernah hentinya mengambil foto dokumentasi di setiap sudut ruangan.


           Setelah selesai menikmati seluruh koleksi yang ada di museum Sangiran, rombongan kemudian meninggalkan obyek wisata pukul 11.00 WIB dan meneruskan perjalanan mereka ke Solo. Diharapkan, para rombongan ini nantinya dapat menjadi juru promosi terhadap teman –teman, kolega, maupun masyarakat umum yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, museum Sangiran akan lebih dikenal secara luas di seluruh Indonesia sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang akan datang ke museum Sangiran. Dukung terus “visit museum 2010”!!! (disparbudpor)

    [ Disparbudpor-PDE ]


    [ 22/03/2010, 11:59 WIB ]
    PENGRAJIN FURNITURE KEHEBATAN WIRAUSAHA KALIJAMBE

           Kalijambe- Kabupaten Sragen tidak dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Namun pemerintah dan masyarakatnya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seperti yang dilakukan masyarakat di desa Banaran, Kecamatan Kalijambe ini berusaha memanfaatkan keahlianya di bidang pertukangan/ furniture. Lebih dari 75% penduduknya merupakan pengrajin meubel/ furniture yang sebagian besar memang dijadikan mata pencaharian utama. 


           Kebanyakan pengrajin mendatangkan bahan baku dari Pacitan, Wonogiri hingga ke wilayah Banyuwangi Jawa Timur. Jenis kayu yang sering dipakai adalah kayu jati dan akasia. Menurut pak Nasir salah seorang pengrajin mebel jenis kayu jati ada 3 yaitu: jati UD, jati UP, dan jati DL, sedangkan 1 kubik kayu tersebut harganya bisa mencapai Rp 1.000.000 – Rp 2.800.000. Kesetabilan harga bahan baku memamg dirasa menjadi kendala yang cukup besar, harga kayu cenderung naik sedang hasil kerajinan cenderung stabil. 


           Pak Maryono salah satu pengrajin mengungkapkan dari bulan Oktober – Pebruari bahan sangat sulit didapat, kalaupun ada harganya sangat tinggi. Pengrajin khusus kursi dan lemari ini bisa menjual 10 set kursi dalam 1 minggu, dengan 4 tukang dan kesediaan bahan yang cukup. Kendala modal juga dirasa menjadi prioritas yang penting, karena rata- rata pengrajin melakukan pinjaman modal secara pribadi ke bank, dengan bunga yang besar dan hasil penjualan yang biasanya langsung dipesan toko mebel dengan harga yang rendah.     


           Berbeda dengan pak Widodo pengrajin mebel dengan 10 orang karyawan ini mampu memproduksi berbagai jenis mebel/ furniture, seperti: macam macam model kursi, almari, tempat tidur, ayunan. Sistim penjualanya pun tidak melalui pengepul/ toko sehingga harga cenderung bisa stabil, kalaupun harga di pasar rendah dia mampu menampung/ menahan sampai harga naik. Tidak semua pengrajin mampu melakukan hal tersebut dikarenakan faktor permodalan yang kecil, di tambah lagi belum adanya satu kelompok pengrajin menjadikan harga bisa tidak sama. 


           Dalam berbagai kendala yang dihadapi pengrajin mebel di Desa Banaran Kecamatan Kalijambe masih mampu bertahan dan menjadikan usaha kerajinan mebel ini menjadi mata pencaharian utama, dan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa harus meninggalkan lingkunganya sehingga secara tidak langsung juga membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan bangsa, khususnya Pemerintah Kabupaten Sragen.
    (P. PDE)

    [ PDE ]


    [ 25/02/2010, 12:46 WIB ]
    PELATIHAN PENDAMPINGAN UNTUK MINIMALISIR KDRT

           KALIJAMBE – Meskipun di Sragen KDRT masih terbilang jarang, namun upaya pencegahan terus dilakukan. Kegiatan bertajuk ”Pelatihan Pendampingan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” yang dilaksanakan pada hari Selasa ( 23/02 ) oleh Komunitas Masyarakat Anti Kekerasan (KAMAK) dengan koordinator Sragen Fadhil Mansyurudin, SH dan Maria Sucianingsih sebagai koordinator SPEK-HAM, bekerjasama dengan pemerintah Kecamatan Kalijambe. Bertempat di Aula Gedung PKK Kec. Kalijambe acara dibuka oleh Camat Kalijambe Tugino, S.Sos dan diikuti oleh para tokoh masyarakat, perwakilan pengurus PKK, Pengurus P4A Kalijambe dan pengurus pos layanan terpadu untuk korban kekerasan berbasis gender di dukuh Kaliwuni/KAMAK.


           Tujuan pelaksanaan acara tersebut adalah supaya para peserta dapat memahami tentang perbedaan gender dan kodrat serta akibat-akibat yang ditimbulkan dari perbedaan gender, terhadap perempuan dan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan serta mampu menangani kasus kekerasan terhadap perempuan.


           Menyadari bahwa dampak yang muncul akibat tindak kekerasan berbasis gender adalah masalah yang kompleks karena bukan masalah kriminal biasa, dan tidak juga sebatas soal medis semata, tetapi memiliki dimensi yang sangat luas terkait dengan problem sosial, budaya, ekonomi dan politik – sehingga idealnya layanan bagi korban adalah layanan yang terpadu dari berbagai aspek, yakni medik, sosial, psikososial dan hukum, serta menyentuh tujuan strategis untuk pendidikan bagi penghapusan kekerasan berbasis gender. Oleh karena itu pelayanan terpadu bagi korban kekerasan berbasis gender menjadi pilihan untuk dirintis di tingkat kota khususnya kota kota yang berada di Eks karesidenan Surakarta.


           Menurut Tugino, kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian bersama sesama manusia yang mempunyai sifat dasar saling tolong menolong. (toto_kalijambe_PDE)

    [ Kec. Kalijambe-PDE ]


    [ 23/02/2010, 08:59 WIB ]
    ASSPI JAWA TIMUR KUNJUNGI SANGIRAN

           KALIJAMBE - Museum Sangiran (Rabu, 17/2) menerima kunjungan Farm Trip Travel Agent Jawa Timur (ASSPI). Sebanyak 30 agen perjalanan wisata dari Jawa Timur ini yang difasilitas oleh ASITA Solo melakukan kunjungan ke Kota Solo dan sekitarnya termasuk ke Museum Sangiran. Selain dari ASSPI Jawa Timur dan ASITA Solo, kunjungan ini juga diikuti dari Hotel Lor In Solo, Hotel Sahid Jaya Solo, PHRI dan Biro Perjalanan Rosalia Indah.


           Kunjungan sebelumnya juga dilakukan oleh travel agen dari biro perjalanan yang berada di kota Solo, HPI (Himpunan Pariwisata Indonesia), dan dari pihak penerbangan Garuda Indonesia Airlines Solo dan Padang Pariyangan.


           Menurut salah satu peserta rombongan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh dan mempromosikan obyek-obyek wisata di Soloraya, sehingga untuk kedepan dapat dijadikan kerjasama saling menguntungkan dengan dibuatkan suatu paket wisata untuk memfasilitas wisatawan dari Jawa Timur yang ingin berkunjung ke Soloraya khususnya Museum Sangiran.


           Rombongan diterima oleh Kabid Pariwisata, Disparbudpor Kab. Sragen Ir. Ismanto didampingi Kabid Kebudayaan Dra. Huruni Ani Uni Mawarni dan Penanggung Jawab Obyek (PJO) Museum Sangiran E. Anjarwati Sri Sayekti, SS, MSc. Rombongan kemudian dipandu oleh guide Museum Sangiran, Wibowo Endritono, SS berkeliling menyusuri Museum Sangiran.


           Selain di Museum Sangiran, rombongan juga mengunjungi Menara Pandang dan Wisma Sangiran yang juga berada satu kompleks dengan Museum Sangiran. Di Wisma Sangiran ini rombongan juga diperkenalkan fasilitas penginapan apabila ada wisatawan yang berkenan tinggal beberapa hari di Museum Sangiran. Wisma Sangiran ini menyediakan fasilitas 2 ( dua ) kamar VIP dan 3 ( tiga) kamar standart dengan biaya sewa kamar yang terjangkau. Setelah mengenal lebih jauh Wisma Sangiran, rombongan kemudian disuguhi film tentang Sangiran yang menceritakan asal muasal Sangiran dan Manusia Purbanya.


           Kunjungan seperti ini diharapkan semakin lebih memperkenalkan Sangiran di mata wisatawan domestic khususnya dan mancanegara pada umumnya. (mnr_disparbudpor_PDE)

    [ Disparbudpor-PDE ]


    [ 18/02/2010, 12:05 WIB ]
    Donor Darah Kalijambe : SETETES DARAH UNTUK KEMANUSIAAN

           KALIJAMBE – Puluhan orang tampak antri untuk dilakukan pemeriksaan tensi di Gedung PKK Kec. Kalijambe, mereka antri untuk mengikuti kegiatan donor darah yang dilakukan Rabu (17/02). Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Bhakti sosial donor darah tahap pertama tahun 2010 Kec. Kalijambe oleh PMI Cabang Sragen.


           Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat membantu mengatasi masalah kebutuhan darah di Sragen. Karena darah yang tersedia di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sragen jumlahnya terbatas, sedangkan kebutuhan darah kadang meningkat tajam, apalagi di musim pancaroba seperti ini, tak sedikit permintaan darah untuk penderita demam berdarah.


           Ternyata masyarakat masih antusias mengikuti kegiatan donor darah kali ini, terbukti para Muspika, Dinas Instansi, desa dan pelajar, di Kalijambe tampak ikut mendukung kegiatan ini sehingga menghasilkan 26 Kantong darah, dibandingkan donor darah tahap pertama tahun 2009 mengalami peningkatan, dari 20 menjadi 26 kantong darah, diharapkan jumlah tersebut dapat meningkat pada kegiatan donor darah tahap kedua tahun 2010. (toto_kalijambe-PDE)

    [ Kalijambe-PDE ]


    [ 16/02/2010, 11:43 WIB ]
    Kerja bakti Serentak Se-Kec. Kalijambe

           KALIJAMBE - Warga Kalijambe dari berbagai elemen di seluruh penjuru desa menggelar Kerja bhakti, pada hari Minggu (14/2) lalu. Kegiatan ini adalah salah satu agenda gerakan kerja bhakti serentak se ke-kecamatan Kalijambe, dalam rangka menjaga kebersihan, waspada terhadap penyakit dan gizi buruk.


           Kegiatan kerja Bhakti ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat kalijambe pada lingkungan sekitar dalam rangka mendukung kegiatan bersih desa, adapun lokasi kerja bhakti dilaksanakan secara serentak di 14 desa se-kecamatan Kalijambe. Harapan dari pada penyelenggara semoga kegiatan kerja bhakti ini dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga salah satu tradisi nenek moyang ini dapat dilestarikan secara turun temurun. (Toto_Kalijambe-PDE)

    [ Kalijambe ]


    [ 04/02/2010, 08:31 WIB ]
    KEC. KALIJAMBE : MUSRENBANG UNTUK TENTUKAN SKALA PRIORITAS PEMBANGUNAN

           KALIJAMBE - Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun anggaran 2011 dilakukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), begitu pula di Kecamatan Kalijambe Musrenbang dilaksanakan secara bertahap yaitu dari tingkat desa pada bulan Januari lalu, dilanjutkan di tingkat Kecamatan pada Selasa (2/2) lalu.


           Musrenbang di tingkat desa bertujuan untuk sinkronisasi kegiatan-kegiatan pemerintah dan partisipasi masyarakat ditindaklanjuti Musrenbang Kec, hal ini sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional perlu melaksanakan kegiatan perencanaan secara terkoordinasi.


           Acara yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Kalijambe ini dihadiri oleh Camat Kalijambe Tugino, S.Sos, Tim dari Kab. Sragen, Muspika Kalijambe, Anggota DPRD Kab. Sragen Bapak Subandono, Kepala Desa dan Sekretaris Desa se-Kec. Kalijambe, Ketua BPD se-Kec. Kalijambe, Ketua LP2MD se-Kec. Kalijambe, Kepala Dinas/Instansi se-Kec. Kalijambe, UPK PNPM – MP Kec. Kalijambe.

    [ Kec. Kalijmabe ]


    [ 22/01/2010, 08:11 WIB ]
    KALIJAMBE BANGGA UPK-PNPM JUARA SATU

           KALIJAMBE - Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kec. Kalijambe yang pada Selasa (19/1) lalu mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) tahun 2010. Pasalnya pada hari itu para undangan menjadi tahu prestasi yang berhasil diraih oleh Unit Pengelola Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (UPK-PNPM-MP) Kec. Kalijambe sebagai juara satu tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2009.


           Kegiatan MAD ini dilaksanakan di Gedung PKK Kec. Kalijambe yang dihadiri oleh Camat Kalijambe, Kepala Badan KB & PMD Kab. Sragen, Kepala Desa, Unsur BPD/LP2MD, dan kelompok paguyuban sebagai wakil dari perempuan.


           Dalam sambutan, Camat Kalijambe, Tugino, S.Sos menyampaikan ucapan selamat dan bangga mewakili seluruh warga Kalijambe maupun warga Kab. Sragen umumnya, atas keberhasilan prestasi UPK PNPM-MP Kec. Kalijambe sebagai juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2009. Menyadari hal itu, Camat mengharapkan kesiapan dari UPK bila ada kota lain yang ingin meninjau atau studi banding.


           Turut memberi pengarahan, Kepala Badan KB dan PMD Kab. Sragen Drs. Sarwaka diantaranya menyampaikan bahwa bulan juli/agustus 2010 dana PNPM-MP direncanakan sudah bisa cair sehingga dapat lancar dalam pelaksanaanya, sehingga diharapkan kepada para pelaku PNPM-MP agar segera verifikasi dan sosialisasi.


           Dalam acara tersebut juga diagendakan pembahasan beberapa kegiatan yaitu laporan pertanggungjawaban kerja/pengelola dana UPK PNPM-MP Kec. Kalijambe, Rencana kerja Pengelolaan dana tahun 2010, serta Sosialisasi PNPM-MP 2010.(keckalijambe)

    [ Kec.Kalijambe ]


    [ 19/10/2009, 11:02 WIB ]
    BHAKTI SOSIAL DONOR DARAH, AGENDA RUTIN KALIJAMBE

            KALIJAMBE - Sudah menjadi agenda rutin bagi Kecamatan Kalijambe dalam mengadakan kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah. Agenda mulia ini dilaksanakan beberapa hari yang lalu tepatnya hari Rabu (14/10) bertempat di Gedung PKK Kec. Kalijambe.


           Tampak seluruh Muspika, Dinas/ Instansi/UPTD, Perangkat Desa dan Masyarakat umum turut Nyengkuyung dengan menyumbangkan setetes darahnya atau hanya sekedar membantu kelancaran kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Sragen.


           Sesuai laporan online Kantaya dari kec. Kalijambe tanggal 16 Oktober 2009, dari pelaksanaan donor darah ini didapatkan 24 kantong darah yang selanjutnya akan dikirimkan ke Kantor PMI Sragen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan oleh Camat Kalijambe, Tugino S.Sos yang juga turut menyumbangkan darahnya, kegiatan rutin ini tetap dapat dilaksanakan dan dengan peserta yang terus meningkat, karena setetes darah kita dapat menyelamatkan jiwa orang lain.(kalij/pde)

    [ Kec. Kalijambe ]


    [ 05/02/2009, 08:23 WIB ]
    KECAMATAN KALIJAMBE ADAKAN MUSRENBANGKEC

           KALIJAMBE - Dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah Tahun Anggran 2010 sesuai dengan Undang – Ungdang RI No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka perlu dilaksanakan kegiatan perencanaan secara terkoordinasi antara lain melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka sinkronisasi kegiatan-kegiatan pemerintah dan partisipasi masyarakat atau sering disebut perencanaan partisipatif dimana dalam perencanaan tersebut melibatkan seluruh unsur pelaku pembangunan di daerah. Untuk melaksanakan amanat tersebut pada hari Selasa, 3 Pebruari 2009 bertempat di Gedung PKK Kalijambe diadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangkec) dalam rangka menyusun rancangan RKPD tahun 2010. Peserta musrebang kecamatan adalah Kepala Dinas/Instansi Tk Kecamatan, Anggota DPRD Kab. Sragen. Kepala Desa, BPD, LP2MD, PKK Desa, Kepala SD, dan LSM serta dipantau dari Tim Kabupaten Sragen yang terdiri dari Bappeda, Bagian Pemerintahan Setda, Dinas Kesehatan dan Dinas PKBM. Adapun tujuan diadakan musrenbang kecamatan antara lain adalah membahas dan menyepakati hasil-hasil musrenbang desa yang akan menjadi skala prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan.


          

    [ Kec. Kalijambe - PDE ]


    [ 31/01/2009, 10:17 WIB ]
    ANGGOTA PPS SE-KEC. KALIJAMBE DIKUKUHKAN

          KALIJAMBE – Pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2009 semakin dekat sehingga tahapan – tahapan kegiatan dalam rangka persiapan Pemilu 2009 terus dilakukan oleh penyelenggara Pemilu. Sebagaimana pada hari Kamis 29 Januari 2009 bertempat di Gedung PKK Kalijambe dilaksanakan acara Pengangkatan dan Pengukuhan Kembali Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kecamatan Kalijambe oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kalijambe, Drs. HS. Suwito Putro.


           Acara pelantikan diikuti oleh semua anggota PPS se-Kecamatan Kalijambe masing – masing Desa 3 personil. Juga dihadiri oleh anggota KPU Kabupaten Sragen, Muspika Kalijambe, Kepala Dinas/Instansi Tk Kecamatan Kalijambe, Ketua Panwascam Kalijambe, serta Kepala Desa se-Kec. Kalijambe.


           Dalam sambutannya Ketua PPK Kalijambe Drs. HS Suwito Putro menegaskan agar semua anggota PPS bertindak dan bersikap netral dan tidak berpihak kepada partai politik manapun meskipun secara pribadi semua mempunya hak pilih, agar anggota PPS bekerja sesuai aturan yang berlaku dan benar-benar memahami semua peraturan perundangan dengan benar, bila terjadi permasalahan jangan diselesaikan dengan cara anarkhis dan tidak etis tetapi selesaikan dengan saling koordinasi dan komunikasi, laksanakan tugas dengan iklas pasti Allah akan memberikan balasan yang lebih baik dan banyak meskipun honor yang diterima anggota PPS sedikit, juga sosialisasikan cara memberikan suara yaitu dengan memberi tanda centang hal ini penting karena pemberian suara dalam Pemilu 2009 ini berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Sedangkan pejabat dari Muspika Kalijambe yang diwakili oleh Dan Ramil 18 Kalijambe, Kaswanto dalam sambutannya meminta agar suasana kondusif di wilayah Kecamatan Kalijambe terus kita jaga dan teruskan sosialisasi cara pemungutan suara pada Pemilu 2009 yaitu dengan memberi tanda centang.

    [ Kec. Kalijambe - PDE ]


    [ 27/08/2008, 10:16 WIB ]
    SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

    KALIJAMBE – Dalam rangka menginformasikan tentang produk-produk hukum baik Undang- undang maupun Peraturan Daerah kepada warga masyarakat khususnya warga Kecamatan Gemolong dan Kecamatan Kalijambe kemarin Kamis 21 Agustus 2008 bertempat di Gedung PKK Kalijambe, Bagian Hukum dan Pertanahan Setda Kabupaten Sragen mengadakan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Sosialisasi peraturan perundang – undangan tersebut meliputi : Undang – undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 tentang PD BPR Syariah, Perda Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pendirian PT. Gentrade dan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pendirian PT. Jasa Konsultan. Kegiatan tersebut diikuti oleh Camat Gemolong, Camat Kalijambe, Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua LP2MD dan Kaur Pemerintahan Desa se- Kecamatan Gemolong dan Kecamatan Kalijambe.

    Dalam sambutannya Camat Kalijambe yang diwakili oleh Sekcam Kalijambe, Sardjoko,SE diantaranya mengharapkan dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih memahami dan patuh terhadap undang – undang dan peraturan daerah serta meminimalisir pelanggaran, kasus yang sering terjadi misalnya masalah KTP ganda dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 23 tentang Administrasi Kependudukan bahwa setiap warga Negara hanya berhak memiliki satu KTP dan satu KK dan sanksi untuk kepemilikan KTP dan KK ganda dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp. 25.000.000,- . Dengan pemberian sanksi yang tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran.

    Sedangkan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 tentang
    Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Syariah Kabupaten Sragen (
    PD. BPRS ) disampaikan oleh Musdiman,SE.MM. Dengan adanya PD. BPRS
    Sragen ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi pengusaha dan
    masyarkat yang ingin berhubungan dengan bank dari bank konvensional ke
    bank yang sesuai syariah Islam karena mayoritas pengusaha dan
    masyarakat Sragen masyoritas masyarakat Islam.
    [ Kec. Kalijambe - PDE ]


    [ 27/08/2008, 09:30 WIB ]
    PENTAS SENI KECAMATAN KALIJAMBE TAHUN 2008


    KALIJAMBE – Berbagai kegiatan untuk menyemarakkan HUT Proklamsi Kemerdekaan RI ke-63 Tahun 2008, telah dilaksanakna oleh Panitia Tingkat Kecamatan Kalijambe dan sebagai puncak dan penutup dari serangkaian kegiatan tersebut adalah malam resepsi HUT Proklamsi Kemerdekaan RI ke-63 Tahun 2008 dan dimeriahkan dengan pentas seni Kecamatan Kalijambe yang berlangsung semalan Sabtu 23 Agustus 2008 bertempat di halaman Kantor Kecamatan Kalijambe.


    Acara yang dihelat bersama antar Panitia HUT RI ke-63 Kecamatan Kalijambe dengan PNPM Kecamatan Kalijambe serta masyarakat lingkungan RT. 01 Banaran dan warga RT. 07 Jetiskarangpung dihadiri oleh segenap Muspika, Dinas/Instansi, Panitia, Tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, pemuda serta masyarakat. Dalam pentas seni tersebut ditampilkan berbagai kesenian tradisionil yang dimiliki oleh Kecamatan Kalijambe antara lain Rodad perempuan Al – Hidayah dengan musik kotekan lesung dari Desa Saren, Rebana dan juga ditampilkan organ tungal. Suara kotekan lesung yang dibawakan oleh srikandi-srikandi yang cantik dari Desa Saren benar-benar mampu menghidupkan dan menyita perhatian penonton karena seakan kembali kemasa yang lampau (tradisional) terdengar suara merdu dari lesung dan diikuti gerakan penari-penari cantik yang menggambarkan semangat perjuangan dalam usaha mencapai kemerdekaan. Sehingga dengan kekhasan tersebut bahkan Camat Kalijambe sudah menyatakan bahwa rodad merupakan asset kebudayaan Kalijambe sehingga kesenian rodad ini sudah ditetapkan untuk menyambut tamu kenegaraan yang berkunjung ke Menara Pandang ataupun Musium Sangiran.


    Dalam sambutannya Camat Kalijambe Tugino,Sos. menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak baik panitia, donator, dinas/instansi, masyarakat dan lainnya yang telah membantu sehingga terlaksananya serangkaian kegiatan dalam rangka HUT RI ke-63 tahun 2008 di Kecamatan Kalijambe. Camat Kalijambe juga meminta kepada semua saja untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih ini dengan cucuran keringat dan darah para pahlawan yang telah gugur dengan kegiatan-kegiatan yang positif sesuai dengan keahlian masing-masing.
    [ Kec. Kalijambe - PDE ]


    [ 06/02/2008, 10:13 WIB ]
    PENYALURAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) PNPM-PPK KEC. KALIJAMBE CAPAI 1 MILYAR LEBIH

    KALIJAMBE – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pengembangan Kecamatan (PNPM-PPK) adalah kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat perdesaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu berkelanjutan. PNPM-PPK merupakan kelanjutan PPK, yang selama ini dinilai berhasil. Keberhasilan PPK diantaranya pertama, program ini berhasil menyediakan lapangan kerja bagi rakyat miskin ( mengatasi masalah pengangguran ) dan sekaligus menambah penghasilan bagi kelompok rakyat miskin ( penanggulangan kemiskinan ). Kedua, hasil evaluasi yang dilakukan secara independent menunjukkkan program ini telah teruji baik dilihat dari pencapaian tujuannya maupun efisiensinya. Penghematan dari program rata-rata mencapai 56%, artinya sarana prasarana dasar yang dibangun dengan program ini berhasil menekan biaya sebesar 56% dibandingkan dengan program serupa yang dibangun oleh pemerintah sebelumnya. Ketiga, dari hasil penelitian independent, program ini berhasil mewujudkan model perencanaan dari bawah atau lebih dikenal dengan perencanaan partisipatif, sehingga mendekatkan antara kebutuhan riil masyarakat dengan program pembangunan nasional.


    PNPM-PPK berupaya terus mempertajam visi dan meningkatkan pencapaian misi PPK. Visi PNPM-PPK adalah kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan. Kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Kemandirian yaitu mampu mengorganisir diri untuk memobilisasi sumber daya yang ada dilingkungannya, mampu mengakses sumber daya diluar lingkungannya, serta mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, khususnya masalah kemiskinan. Misi PNPM-PPK adalah: (1) Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya, (2) Kelembagaan system pembangunan partisipatif, (3) Pengoptimalan fungsi dan peran pemerintahan lokal, (4 ) Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dasar masyarakat, (5) Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan. Dalam rangka melaksanakan visi dan misi PNPM-PPK, strategi yang dikembangkan PNPM-PPK yaitu menjadikan rumah tangga miskin (RTM ) sebagai kelompok sasaran dan penguatan system pembangunan partisipatif
    [ PDE ]


    [ 31/01/2008, 14:55 WIB ]
    PELATIHAN BORDIR ALA BADIKLAT DI KALIJAMBE

    KALIJAMBE – Setelah selama sebulan berjalan, Sabtu (27/01) kemarin, merupakan hari terakhir pelaksanaan pelatihan sub kejuruan bordir di Gedung PKK Kecamatan Kalijambe. Meskipun hari terakhir namun para peserta pelatihan masih terlihat begitu semangat dan antusias mengikuti praktek dan menerima materi pelajaran dari instruktur seakan-akan pelatihan ini masih akan berlanjut terus. Seperti biasanya, setiap pagi selama satu bulan para peserta telah mengikuti pelatihan bahkan sedari jam 07.00 WIB pagi para peserta telah hadir dan menyiapkan mesin bordir. Semangat itu pun terlihat dari para instruktur yang dengan sabar memberikan materi teori mupun praktek.



    Sebagaimana diberitakan beberapa waktu lalu bahwa Kecamatan Kalijambe bekerja sama dengan Badiklat Kabupaten Sragen pada Tahun Angguran 2007 ini mengadakan beberapa pelatihan ketrampilan yang diikuti oleh warga masyarakat Kecamatan Kalijambe. Pelatihan tersebut antara lain Pelatihan Pengurus Lembaga Keuangan Desa (LKD), Pelatihan Komputer Dasar serta Pelatihan Sub Kejuruan Bordir.



    Pelatihan sub kejuruan bordir kali ini dilaksanakan sejak tanggal 27 Desember 2007 s/d Sabtu, 26 Januari 2008. Adapun jumlah peserta sebanyak 34 orang wanita yang terdiri dari remaja, ibu rumah tangga, dan profesi lain yang berasal dari 14 Desa sewilayah Kecamatan Kalijambe. Adapun instrukurnya adalah Bpk Sutrisno dan Bpk Suyatno dari Badiklat Sragen. Materi pelatihan meliputi pengetahuan tentang mesin jahit, pengetahuan bahan, menggambar desain, latihan dasar bordir, RAB, dan praktek barang jadi.


    Menurut penuturan salah satu instruktur, Sutrisno, ”Tujuan diadakan pelatihan ini adalah melatih tenaga kerja mandiri, setidaknya untuk penguasaan tingkat dasar karena sebenarnya jumlah tenaga kerja kita banyak tetapi keterampilannya masih kurang. Untuk itu diharapkan pelatihan ini mampu menciptakan tenaga-tenaga trampil yang dibutuhkan pasar bahkan bisa menjadi wirausahawan yang mandiri.”
    [ PDE ]


    [ 07/12/2007, 07:43 WIB ]
    PELAYANAN PERPANJANGAN SIM JEMPUT BOLA


    KALIJAMBE – Dalam rangka mendekatkan dan memberikan pelayanan publik yang prima, pemerintah dan instansi vertikal terus berusaha mengusahakan kemudahan kepada masyarakat. Seperti halnya dilakukan oleh aparat Kepolisian RI kemarin Selasa (4/12) bertempat di Markas Polsek Kalijambe diadakan pelayanan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi dengan cara jemput bola atau keliling. Perpanjangan SIM tersebut meliputi SIM C dan SIM A dengan biaya Rp 80.000 dan dipandang cukup terjangkau bagi masyarakat Kalijambe dan sekitarnya.



    Perpanjangan SIM ini dilakukan untuk melayani SIM yang sudah habis masa berlakunya, dengan toleransi paling lama habis masa berlakunya selama 6 bulan.. Layanan perpanjangan SIM ini dilayani dengan menggunakan mobil keliling pelayanan SIM dari Polwil Surakarta.



    Dengan pelayanan mobil keliling, diharapkan perpanjangan SIM ini dapat membantu memudahkan masyarakat sehingga tidak perlu jauh-jauh datang ke Polres untuk mendapatkan pelayanan perpanjangan SIM dan juga dapat meningkatkan tingkat kedisiplinan warga mayarakat akan kepemilikan SIM dalam mengendarai sepeda motor, mobil atau kendaraan lainnya.



    Asih (34 th) warga Gemolong salah seorang warga yang ikut perpanjangan SIM merasa senang dengan adanya pelayanan jemput bola perpanjangan SIM ini, alasannya dia tidak repot-repot datang jauh ke Polres dan harus mengantri lama. Dia merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh petugas juga berharap dikemudian hari diadakan lagi sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang dekat, cepat dan prima. Pelayanan SIM keliling ini akan diadakan keliling di masing-masing Mapolsek setiap satu bulan sekali se wilayah Polres Sragen. (prie)




    Sumber/Foto : Kec. Kalijambe
    [ PDE ]


    [ 28/11/2007, 16:30 WIB ]
    KALIJAMBE ADAKAN DIKLAT LKD TAHUN 2007

    KALIJAMBE – Dalam rangka meningkatkan kwalitas sumber daya petugas Lembaga Keuangan Desa ( LKD ) hari ini di Kecamatan Kalijambe dilaksanakan Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat ) Lembaga Keuangan Desa bertempat di Gedung PKK Kecamatan Kalijambe. Pelaksanaan Diklat diadakan bekerjasama dengan Badan Diklat Kabupaten Sragen dengan anggaran dari ADD tahun 2007.


    Adapun peserta diklat adalah para petugas LKD se-Kecamatan Kalijambe sebanyak 40 orang. Menurut jadwal pelaksanaan diklat akan berlangsung 1 (satu) minggu yaitu dimulai hari ini Rabu, 28 Nopember 2007 sampai dengan Rabu, 5 Desember 2007. Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Diklat Kabupaten Sragen, Drs. Sumarna, M.Si. Dalam sambutannya Drs. Sumarna, M.Si. mengharapkan agar peserta mengikuti diklat dengan baik sejak awal sampai selesai, jangan sampai ada diklat maupun tidak di diklat sama saja. Kalau nanti LKD bagus manajemennya pada waktu yang akan datang bantuan-bantuan kepada Desa bisa dilewatkan dan dikelola oleh LKD.
    [ PDE ]


    [ 22/11/2007, 13:06 WIB ]
    MONEV KEGIATAN PERKEMBANGAN DI KEC. KALIJAMBE OLEH TIM KAB. SRAGEN

    KALIJAMBE - Hari ini Rabu, 21 Nopember 2007 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Camat Kalijambe diadakan monitor dan evaluasi (monev) dari Tim Kabupaten Sragen. Monev diikuti oleh Camat, Sekcam, Kasi Ekbang Kec dan 14 Kades se-Kec. Kalijambe dan Tim Monev dari Kabupaten Sragen.



    Dalam sambutannya Camat Kalijambe, Tugiyono, S.Sos mengatakan bahwa monev diadakan dalam rangka mengetahui sejauh manakah pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang ada diwilayah Kecamatan Kalijambe baik dari tahap persiapan, pelaksanaan maupun penyelesaian proyek-proyek tsb. apakah sdh sesuai dengan rencana dan ketentuan yang ada
    [ PDE ]


    [ 03/10/2007, 12:23 WIB ]
    Safari Ramadhan Putaran XX (terakhir) : KALIJAMBE, JEPARANYA SRAGEN

    Kalijambe-Safari Ramadhan putaran terakhir, Selasa (2/10)
    digelar di Masjid An Nur desa Tegalombo kecamatan
    Kalijambe yang terkenal dengan industri meubelnya.
    Sebagian besar warga desa Tegalombo kec. Kalijambe ini
    bermata pencaharian pengrajin meubel. Home Industri
    meubel baik skala kecil maupun yang berskala eksport
    banyak bertebaran di desa ini.


    Sewaktu mengadakan kunjungan silaturahmi ke
    rumah-rumah warga di desa Tegalombo, Bupati Sragen
    mengatakan “ Saya menginginkan Kalijambe ini bisa seperti
    Jepara”. Menurut Bupati, Kalijambe sangat potensial untuk
    dikembangkan menjadi zona Industri mebel yang besar.
    “Untuk menjadi zona industri yang besar, yang diperlukan
    adalah kekompakan, dan kerja keras diantara para
    pengusaha meubel ”.
    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+