Thu, 2 October 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Tanon


    [ 19/05/2014, 13:20 WIB ]
    Kesenian Gejok Lesung Lukas Tanon, Masih eksis meski jarang pentas

    Lesung merupakan alat tradisional para petani dalam mengolah padi. Namun juga bisa dimainkan sebagai alat musik. Di Sragen kesenian ini termasuk jarang ditemui, salah satu group yang masih eksis adalah  kelompok musik  Lukas dari Tanon. Grup musik gejok lesung ini mengangkat seni tradisional dengan menampilkan Nyanyian & Tarian Gejok Lesung yang menggambarkan sukacita para petani menyambut panen. Diiringi suara lesung dan gamelan mereka bernyanyi dan menari, semantara di depan panggung juga ada aksi para petani mengolah padi saat panen.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 14/04/2014, 13:34 WIB ]
    Yang tersisa dari aksi Pramuka Ngampung

    Realita masih banyaknya siswa Sekolah Dasar (SD) yang berlatar belakang tidak mampu, mulai memantik keprihatinan dari kalangan pejabat Sragen. Berbekal umplungan , jajaran Gugus Darma Inspektorat dan Dinas Perindustrian Koperasi (Disperinkop) UMKM Sragen bersama Muspika Tanon menggalang iuran yang diwujudkan untuk membantu 78 siswa miskin di Kecamatan Tanon.


    [ PDE SRAGEN ]


    [ 14/03/2014, 13:40 WIB ]
    PERAN GANDA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER AKADEMIK DAN ENTREPRENEURSHIP

    SMK NU berdiri tahun 2002 yang terletak di Jl. Raya Tanon Sukodono Km3 Bangle tanon, tanon Sragen. Yang berada di bawah Yayasan LP Maarif Sragen. Awal mula berdirinya SMK NU Adalah inisiatif para tokoh dan para Kyai NU Yang berada  di desa Bangle, Guna untuk memperluas Ahlu Sunnah Waljama\'ah, tapi begitu banyak rintangan untuk Berdirinya SMK NU.
    Awal berdiri, SMK NU Tidak punya Bangunan Sendiri untuk menampung siswa -siswanya,, sehingga para Tokoh dan para Kyai berinisiatif bagaimana caranya untuk menampung siswa - siswa tersebut, Akhirnya setelah melewati Musyawaroh bersama Siswa siswi bertempat di pondok Simbah Yai Yajib, sambil menunggu bangunan ada. sambil Berjalanya akhirnya SMK NU mengalami Perkembangan setiap Tahunya. sampai dengan Sekarang.

    [ PDE SRG ]


    [ 17/02/2014, 10:37 WIB ]
    Mengatasi keterbatasan jumlah pendidik, MTsN Tanon memanfaatkan e-learning

    Belajarlah hingga akhir hayat. Pepatah tersebut menggambarkan bahwa belajar tidak ada hentinya, usia, jarak, tempat bukan menjadi alasan untuk tidak belajar jika ada kemauan. Belajar via online atau yang lebih dikenal dengan istilah e-learning sangat memungkinkan menghilangkan keterbatasan jarak dan waktu untuk belajar. Materi yang dapat dilihat, diunduh dan di pelajari mandiri sangat menarik untuk diterapkan di Sekolah. MTsN Tanon Sragen telah membuktikan hal itu. banyak manfaat yang dipetik dari penerapan e-learning di sekolah. Beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, diantaranya adalah:
    Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement). Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience). Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).


    [ PDE SRAGEN ]


    [ 19/11/2013, 09:34 WIB ]
    SEPATU CARDOLA DARI TANON

           TANON
    -
    Usaha pembuatan sepatu yang beralamat di Matuk RT 14/6 Padas, Tanon, Sragen
    ini memang terletak jauh di sebelah utara pusat pemerintahan Kabupaten Sragen.
    Namun, Sepatu Cardola sudah tersebar di toko-toko sepatu di Karesidenan
    Surakarta, hingga merambah ke pulau Sumatra dan Sulawesi. Distribusi sepatu
    yang begitu masif ke berbagai daerah dipengaruhi oleh pengalaman pemiliknya,
    Suparno (46).

            Pengalamanya dulu mempelajari pemasaran penjualan sepatu saat masih bekerja di
    suatu pabrik sepatu di daerah Semarang, setelah mengetahui seluk beluk
    pemasaran sepatu, Suparno memberanikan diri untuk pulang ke kampung halamannya
    untuk membuat sepatu dan memasarkannya sendiri. Saat berdiri pada tahun
    1992-an, Sepatu Cardola masih dibantu oleh dua orang tukang sepatu.

            Usaha
    pembuatan sepatunya lambat laun mulai berkembang, semula sepatu yang 
    hanya dipasarkan di daerah Sragen kini mulai berkembang pesat dengan menerima
    pesanan partai grosir dari para penjual sepatu luar Jawa. Dengan bertambahnya
    pesanan sepatu dalam jumlah besar setiap bulannya, kini usaha Sepatu Cardola
    telah mempekerjakan sekitar 14 orang.

                 
           Dengan
    memaksimalkan pekerja dan proses produksi yang sudah dibantu dengan mesin,
    setiap harinya Sepatu Cardola mampu membuat kurang lebih 30 pasang sepatu dan
    40 pasang sandal. Baik sepatu maupun sandal semuanya berbahan kulit sehingga
    jenisnya lebih condong kemodel formal atau kantoran. Soal harga, Suparno
    menjual sepatu buatannya dengan kisaran paling murah Rp100.000 untuk sepatu
    pria dan Rp60.000 untuk sepatu wanita, sedangkan sandal dijual dengan harga
    paling murah sebesar Rp70.000 untuk pria dan Rp60.000 untuk wanita.

           Dalam
    pembuatan pesanan sepatu, Suparno beserta pekerjanya membutuhkan waktu pengerjaan
    paling cepat selama 1 hingga 3 minggu. Lamanya proses produksi dipengaruhi oleh
    jumlah sepatu yang dipesan serta bentuk atau model yang diinginkan oleh
    pemesan. Semakin rumit model sepatu atau sandal yang dipesan oleh pelanggan,
    otomatis juga mempengaruhi semakin lamanya proses pembuatannya.

           Proses
    pertama pembuatan sepatu adalah menempatkan bahan-bahan baku dalam cetakan
    sepatu. Lalu proses selanjutnya adalah pemberian pola serta mendesain sesuai
    pesanan. Untuk desain sepatu dan sandal, Suparno selalu memprioritaskan desain
    yang telah ditentukan pemesan, baik desain yang telah tersedia di rumah
    produksinya maupun desain yang dibuat sketsanya oleh si pemesan sendiri. Terakhir,
    proses finishing dengan memoles sepatu agar terlihat menarik dan siap
    untuk dikirim ke berbagai daerah. (Septian Ade Mahendra).

    [ PDE/terasolo.com ]


    [ 08/04/2013, 11:23 WIB ]
    PILKADES GAWAN : KETELA MENGUNGGULI PADI

           TANON – Pemilihan Kepala Desa,
    atau seringkali disingkat Pilkades,
    adalah suatu pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh warga desa setempat.
    Berbeda dengan Lurah
    yang merupakan Pegawai Negeri Sipil, Kepala Desa merupakan jabatan yang dapat
    diduduki oleh warga biasa.


      
           Desa Gawan Kecamatan Tanon hari Sabtu (6/4/2013) kemarin juga melaksanakan
    kegiatan Pilkades ini. Dilaksanakan di lapangan Gawan, diikuti pemilih sebanyak
    2317 warga, dengan  2 kandidat calon
    kepala desa yaitu Suparlan dengan tanda gambar padi dan Sutrisna, S. Sos dengan
    gambar Ketela.


          
    Meskipun keadaan lapangan yang becek
    karena hujan deras di malam sebelumnya, namun semangat warga untuk memilih
    tidak berkurang. Warga menggunakan hak pilih mulai jam 08.00 s.d 14.00 WIB, dan
    bagi warga yang telah menerima undangan namun undangan rusak / hilang masih
    bisa menggunakan hak pilihnya dengan cara datang ke tempat pemungutan suara
    dengan membawa KTP / KK dan akan diterbitkan undangan duplikat.

           Dalam pelaksanaan Pilkades Gawan, Tanon kali ini telah terpilih Sutrisna, S.
    Sos, yaitu kandidat dengan tanda gambar Ketela.

    Pesta rakyat Pilkades telah ada jauh sebelum era Pilkada Langsung, Akhir-akhir
    ini ada kecenderungan Pilkades dilakukan hampir serentak dalam satu Kabupaten,
    yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan agar pelaksanaannya
    lebih efektif, efisien, dan lebih terkoordinasi dari sisi keamanan.(fa-ning)[ PDE ]


    [ 02/04/2011, 08:47 WIB ]
    TAHU TANON, PRODUK LOKAL YANG TINGGI PROTEIN

           TANON - Sri Wahyuni, ibu dua anak, mengaduk-aduk adonan kedelai yang sudah direndam,
    diselep, dan kini direbus dalam tong berbahan semen di pabrik tahu miliknya. Ia
    terus mengaduk tanpa henti hingga keringatnya mengucur. Rebusan adonan kedelai
    kemudian ia saring dan diberi cuka. Butuh waktu sepuluh menit untuk
    menghasilkan endapan tahu.

           Di pojok belakang pabrik tahu semi permanen itu, seorang ibu-ibu setengah
    baya sedang mencuci kedelai yang baru saja direbus. Ia memisahkan kedelai dari
    kulit arinya dan membuang kedelai yang busuk. Setelah bersih, ia memasukkan
    kedelai ke dalam penggilingan. Kedelai yang sudah digiling disiapkan lagi untuk
    direbus.

            Kegiatan itu setiap hari terlihat di rumah Sri Wahyuni sejak tahun 2001. Pabrik
    tahu yang beralamat di Patihan RT 2 Gabugan Tanon Sragen itu dalam sehari mampu
    memproduksi dua kuintal kedelai. Dengan dibantu 5 orang karyawannya setiap hari
    dengan modal 1,1 juta mampu mendapat laba bersih Rp 100.000.

            Tahu yang diproduksi dapat dicetak bermacam-macam ukuran dan jenis, ada tahu
    putih, tahu gembos, tahu kuning, dan tahu matang. Untuk tahu putih besar
    harganya Rp 250 per biji, sedang tahu gembos dan tahu kuning masing-masing Rp
    150 dan Rp 200.

    Hasil produksi sebagian besar dijual di pasar mulai jam 3 pagi, sebagian
    lagi diambili oleh pedagang-pedagang tahu.

            Bila
    ingin merasakan nikmat dan gurihnya tahu asli Sragen yang sangat kaya dengan
    protein nabati ini, datang saja ke pabrik tahu ibu Sri Wahyuni, atau dapat
    dipesan melalui telepon 0271 5848100.(sri-ning-PDE)
    [ PDE ]


    [ 26/11/2010, 08:47 WIB ]
    TAHU TANON, PRODUK LOKAL YANG TINGGI PROTEIN

           TANON - Sri Wahyuni, ibu dua anak, mengaduk-aduk adonan kedelai yang sudah direndam,
    diselep, dan kini direbus dalam tong berbahan semen di pabrik tahu miliknya. Ia
    terus mengaduk tanpa henti hingga keringatnya mengucur. Rebusan adonan kedelai
    kemudian ia saring dan diberi cuka. Butuh waktu sepuluh menit untuk
    menghasilkan endapan tahu.



           Di pojok belakang pabrik tahu semi permanen itu, seorang ibu-ibu setengah
    baya sedang mencuci kedelai yang baru saja direbus. Ia memisahkan kedelai dari
    kulit arinya dan membuang kedelai yang busuk. Setelah bersih, ia memasukkan
    kedelai ke dalam penggilingan. Kedelai yang sudah digiling disiapkan lagi untuk
    direbus.



           Kegiatan itu setiap hari terlihat di rumah Sri Wahyuni sejak tahun 2001. Pabrik
    tahu yang beralamat di Patihan RT 2 Gabugan Tanon Sragen itu dalam sehari mampu
    memproduksi dua kuintal kedelai. Dengan dibantu 5 orang karyawannya setiap hari
    dengan modal 1,1 juta mampu mendapat laba bersih Rp 100.000.



           Tahu yang diproduksi dapat dicetak bermacam-macam ukuran dan jenis, ada tahu
    putih, tahu gembos, tahu kuning, dan tahu matang. Untuk tahu putih besar
    harganya Rp 250 per biji, sedang tahu gembos dan tahu kuning masing-masing Rp
    150 dan Rp 200.

    Hasil produksi sebagian besar dijual di pasar mulai jam 3 pagi, sebagian
    lagi diambili oleh pedagang-pedagang tahu.


           Bila
    ingin merasakan nikmat dan gurihnya tahu asli Sragen yang sangat kaya dengan
    protein nabati ini, datang saja ke pabrik tahu ibu Sri Wahyuni, atau dapat
    dipesan melalui telepon 0271 5848100.(sri-ning-PDE)
    [ PDE ]


    [ 27/01/2010, 08:37 WIB ]
    NAMA BOTHOK MERCON PEMBAWA BERKAH

           TANON - Sangat pedas dan terasa panas di lidah, begitu yang pertama kali terasa saat menyantap bothok mercon. Rasa pedas yang amat sangat ini merupakan cirikhas bothok yang satu ini. Bagi pecinta masakan-masakan bercita rasa pedas, botok ikan patin ini dijamin akan membuat ketagihan.


           Saat menyantap bothok mercon, akan terasa lebih nikmat bila ditemani dengan teh manis yang panas. Namun bagi penikmat yang berusia muda biasanya lebih menyukai ditemani dengan es teh. Kebanyakan penikmat bothok mercon akan menghabiskan 2 hingga 3 gelas minuman untuk mengimbangi rasa pedas yang serasa melekat lidah.


    Mercon membawa berkah


           Bisa dipastikan bothok yang berlabel “Mercon” ini hanya dapat dijumpai di daerah Sragen. Tepatnya di sebuah warung kecil di dusun Tenggak, Desa Nglombo, Kecamatan Sidoharjo. Telah 30 tahun lebih warung kecil yang berdiri di dekat jembatan Nggawan ini setia dengnan menu tunggalnya yakni bothok mercon. Namun baru sekitar 3 tahunan ini warung milik Wiro Admojo dan Tumiyem mulai ramai dikunjungi pelanggan. Menurut pengakuannya, sejak diberi nama Warung Bothok Mercon sekitar tiga tahun lalu, warungnya mulai ramai didatangi pelanggan dari berbagai daerah. Semula pelanggannya hanya berasal dari penduduk sekitar. “Sejak diberi nama Mercon, banyak yang penasaran dan ingin mencoba mencicipinya” Terang Wiro.


    Dari plat nomor kendaraan yang digunakan oleh pelanggannya, terlihat banyak yang berasal dari luar daerah Sragen. Larisnya pelanggan yang mampir ke warungnya karena letak warunya yang strategis yakni dipinggir jalan alternatif Semarang Madiun. “Banyak juga pejabat dari Semarang yang mampir ke warung kami” terang Wiro sambil melayani pelanggan.


           Nama “Mercon” untuk warungnya, menurut Bapak berusia 66 tahun ini merupakan pemberian dari Wakil Bupati Sragen, Agus Factur Rahman. “Kala itu beliau sering berkunjung ke warung saya ini, kemudian beliau memberikan nama Mercon, sesuai dengan citarasa pedas botok ikan patin menu tunggal kami” terang Wiro.


    Empat Banding Satu


          Untuk memberikan citarasa yang sangat pedas, untuk empat kilo gram ikan patin dibumbui lombok sebesar 1 kilogram. Dalam satu hari ia membutuhkan kurang lebih 4 kilogram lombok, karena setiap harinya ia menghabiskan minimal 16 kilogram ikan patin untuk diolah menjadi bothok. Setiap kilogram ikan patin dapat diolah menjadi 9 bungkus. Sehingga dalam satu hari rata-rata ia dapat menyajikan 144 bungkus. Sejak berdiri hingga sekarang, setiap harinya bothok merconnya selalu habis.

    [ Humas ]


    [ 15/06/2009, 12:52 WIB ]
    NELAYAN KETRO MAKSIMALKAN PENGGUNAAN KERAMBA

           TANON - Terkait dengan elevasi air di Waduk Ketro sejumlah nelayan memaksimalkan penggunaan keramba apung. Elevasi waduk yang berlokasi di Kecamatan Tanon ini mengalami peningkatan seiring datangnya musim hujan. Yakni mencapai 98,6 meter dengan kapasitas volume air 2.391.600 meter kubik.


           Menurut Petugas UPT Pengairan Utara bengawan Solo di Tanon, Jamal, Waduk Ketro mampu mengairi 284 hektare areal persawahan di wilayah Tanon. Sedangkan Bendungan Buduran yang di bagian hilir waduk, mampu mengairi 608 ha. Total areal persawahan yang dialiri mencapai 892 ha. Selama ini Waduk Ketro mengaliri beberapa desa yang termasuk daerah tadah hujan.


           Disamping berfungsi sebagai pengairan, warga sekitar memanfaatkan persediaan air yang melimpah sebagai tempat pengembangbiakan ikan. Biasanya ikan yang digemari masyarakat berupa ikan nila merah. Jenis ini dipilih para nelayan karena harga jual ikan yang diatas rata-rata. Nelayan sekitar seringkali memaksimalkan tingginya elevasi dengan membuat keramba apung.


          Jamal menambahkan, penyebaran benih ikan yang dilakukan warga mencapai 1000 bibit per warga. Ada sekitar 15 warga yang memaksimalkan penggunaan keramba apung di tempat ini. Kendala yang dihadapi warga diantaranya mahalnya harga pakan ikan, namun secara umum masih meraup untung. “Setidaknya pemaksimalan keramba ini mampu menambah sumber pendapatan,” pungkasnya. (nova humas)

    [ humas ]


    [ 15/01/2009, 09:38 WIB ]
    Usaha Pembenihan Lele di Gawan, Tanon : MENEBAR INDUKAN, MENUAI BENIH

           TANON - Bagi penikmat kuliner, siapa yang tidak kenal dengan ikan lele, beraneka ragam masakan dapat diolah dari ikan berkumis ini, mulai dari pecel lele, pepes lele, sampai bothok lele, kepopulerannya bukan saja karena kelezatannya tentunya juga karena harganya yang terjangkau. Tapi, taukah proses pembenihan ikan lele ini, ayo kita menjelajah Desa Gawan Kecamatan Tanon, ada apa disana?


           Suasana asri khas pedesaan sangat kental terasa pagi itu, diantar oleh Kepala Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sutrisna,S.Sos, rombongan menuju rumah Bp. Tugimin, dihalaman yang tidak begitu luas terhampar beberapa kolam ikan yang terbuat dari plastik terpal dengan berbagai ukuran yang yang terkecil 2 x 3 m atau yang terbesar 6 x 8 m. Dengan berbekal peralatan sederhana ditambah ketekunan dan keuletan, halaman rumah yang tidak begitu luas bisa menjadi ladang bisnis yang beromzet lumayan.


           Selama menjalankan usaha pembenihan ikan lele ini, Tugimin juga mengaku ada pasang surutnya. Saat musim kemarau, permintaan agak menurun dari kalangan masyarakat umum, hal ini tentu terkait dengan sulitnya untuk mencari sumber air bersih guna pemeliharaan ikan lele. Juga kenaikan harga pakan yang sempat memberikan tamparan keras bagi peternak ikan untuk pembesaran. Sedangkan dari kalangan pebisnis besar, berbagai kendala tetap disikapi dengan berbagai cara supaya tetap bisa berproduksi guna memenuhi kebutuhan konsumen.


           Menyangkut pemasaran benih lele sendiri, tidak menjadi masalah selama ini, karena baik masyarakat sekitar juga ada pedagang besar yang siap mengambil langsung ke tempat pembenihan ini. Rata – rata benih lele yang berukuran 3-4 cm dihargai sekitar Rp. 40,- atau tergantung stok. Bila banya benih lele tentu harga agak terkoreksi, namun bila pembenihan banyak yang gagal seperti hukum ekonomi tentu harga akan melambung.

    [ TANON-PDE ]


    [ 01/12/2008, 11:04 WIB ]
    Dari Gerak Jalan Peringatan Hari Korpri Kecamatan Tanon : MEMBUDAYAKAN HIDUP SEHAT

           TANON - Sekitar 700-an peserta yang terdiri dari PNS, Perangkat Desa dan Anggota TNI dan Polri memadati Halaman Kantor Kecamatan Tanon pada Jumat pagi (28/11/2008) yang cukup cerah. Dengan pakaian olahraga dan dibalut senyum penuh semangat, semua berkumpul menyatu dalam suasana hangat. Tidak ada perbedaan meski lain dinas atau satuan kerja, lain tugas dan wewenang ataupun perbedaan tanggung jawab yang emban, semua saling mengakrabkan diri, bersosialisasi dengan yang hadir saat itu.


           Sambil menunggu pelepasan peserta jalan santai yang diadakan oleh Pengurus PGRI dan Korpri Kecamatan Tanon dalam rangka HUT PGRI dan Korpri diselenggarakan kegiatan jalan santai yang menempuh rute menembus tengah Desa Gabugan Kecamatan Tanon. Rute ini telah disesuaikan dengan kemudahan akomodasi peserta karena start dan finish di Halaman Kantor Kecamatan Tanon yang berada di pusat wilayah kecamatan juga memudahkan pengaturan lalulintas oleh pihak keamanan. Menyikapi hal tersebut Anggota Polsek Tanon dan Koramil Tanon dibantu Satpol PP Kecamatan Tanon telah siaga di lokasi strategis untuk mengatur lalulintas serta mengamankan peserta jalan santai.


           Tepat jam 07.30 WIB, peserta dilepas oleh Camat Tanon, P. Joko Haryanto, S.Sos, didampingi Sekcam, Danramil, Kapolsek dan Ka. UPTD P dan K Kecamatan Tanon. Sebelum pengibasan bendera start, Camat Tanon Joko Haryanto, S. Sos menyampaikan bahwa tujuan jalan santai ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi serta kerjasama tim dalam wilayah Kecamatan Tanon juga meningkatkan kesadaran peserta untuk giat berolahraga. Diharapkan peserta jalan santai ini tidak terjebak dalam budaya hidup yang monoton baik sebagai pelayan masyarakat maupun pendidik dan pengajar namun melupakan keberadaan dan kesiapan fisik dari masing – masing pribadi. Tanpa di dukung fisik yang prima, cita cita yang mulia sebagai pribadi yang siap melayani masyarakat serta mencerdaskan insan Indonesia akan sulit tercapai.

    [ TANON-PDE ]


    [ 19/11/2008, 13:46 WIB ]
    Dari Kegiatan Donor Darah Kec. Tanon : MEMBERI LEBIH TERHADAP SESAMA

           TANON - Saling berbagi dengan ketulusan dan keikhlasan, itulah yang tercermin dari kegiatan sosial donor darah yang diselenggarakan oleh Satker / Dinas/ TNI / Polri yang ada di wilayah Kecamatan Tanon. Bekerjasama dengan PMI Cabang Sragen, bertempat di Gedung Pertemuan Kecamatan Tanon yang ditata nyaman untuk pelayanan donor darah.


           Suasana kekeluargaan diselingi gurauan untuk menghilangkan sedikit ketegangan sesaat ketika jarum menembus kulit, dan darah segarpun mengalir lewat selang menuju kantong – kantong darah. Acara ini dibuka oleh Camat Tanon Joko Haryanto, S.Sos, didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Tanon R. Suparwoto, SSTP dan perwakilan UPTD Pendidikan Kecamatan Tanon Drs. Nurhadi dengan do’a bersama sebagai pembuka acara agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar.


           Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dapat terkumpul sekitar 33 kantong dengan berbagai jenis golongan darah. Harapannya, kegiatan sosial ini dapat dilaksanakan dengan dukungan kerjasama dari berbagai pihak, untuk selalu menumbuhkan dan meningkatkan jiwa sosial diantara sesama dimulai dengan Perangkat Desa, PNS, TNI dan Polri.(setrow tanon)

    [ Tanon-PDE ]


    [ 20/10/2008, 13:22 WIB ]
    Dari Halal Bi Halal Korpri Kec. Tanon : SEMUA BERANGKAT DARI HATI

    TANON - Sebagai insan yang hidup dalam kelompok sosial, tentunya dalam beraktifitas banyak berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan individu lain. Adanya dorongan untuk pemenuhan kebutuhan hidup terkadang membuat manusia seakan lupa terhadap kodratnya untuk selalu membina hubungan, baik dengan Sang Khaliq maupun sesama manusia. Bahkan terkadang manusia seperti dibutakan hatinya untuk sebisa mungkin menguasai dunia ini.

    Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, manuasia seperti terlahir kembali apalagi setelah menunaikan Sholat Ied yang diakhiri dengan bersalam – salaman, saling memaafkan diantara kaum muslim.

    Begitu juga halnya dengan Anggota Korpri Kecamatan Tanon yang pada hari ini, Senin, 20 Oktober 2008 bertempat di Gedung Pertemuan Kecamatan Tanon mengadakan acara Halal bi Halal. Semua berangkat dari hati, niat yang tulus untuk saling memaafkan. Saling menyadari kekhilafan, ketidaksempurnaan sebagai manusia untuk kemudian saling memohon dan memberi maaf, berdoa kepada Sang Khaliq agar semua dosa dan kesalahan diampuni oleh-Nya. [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 23/08/2008, 11:01 WIB ]
    TANON ADAKAN PAMERAN PRODUK UNGGULAN

    TANON - Masih dalam semangat Peringatan HUT ke 63 RI Tahun 2008, Kecamatan Tanon mengadakan Pameran Pembangunan produk unggulan yang diikuti oleh seluruh desa di Kec. Tanon. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan panggung hiburan rakyat. Sebelumnya, berbagai lomba olah raga telah dilaksanakan pada Jumat (22/8) kemarin bertempat di Lapangan Desa Karangasem Tanon.



    Acara pameran dibuka oleh Camat Tanon, P. Joko Haryanto, S.Sos, dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, Ka. UPTD/B, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan tokoh Masyarakat. Dalam laporan Ketua Penyelenggara pameran, R. Suparwoto, SSTP, yang juga menjabat sebagai Sekcam Tanon, disebutkan bahwa sekarang ini semua pihak dituntut untuk berpromosi, bukan hanya bagi mereka yang bergerak di bidang marketing, dan promosi bisa mengandung arti luas yaitu menyampaikan informasi tentang keberadaan Dinas, Instansi, Sekolah ataupun Desa, berikut kiprah maupun prestasi yang telah dicapai. Selain itu, bentuk pelayanan kepada masyarakat maupun produk unggulan dan hasil karya masyarakat yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi juga perlu di blow up.
    [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 06/08/2008, 13:48 WIB ]
    BERIKAN RASA AMAN KEPADA MASYARAKAT

    TANON - Guna meningkatkan kualitas sumber daya aparatur negara guna mewujudkan Kabupaten Sragen yang aman, tertib dan kondusif, Satpol PP Kabupaten Sragen menyelenggarakan penyuluhan kepada Jogoboyo dan Hansip tentang peningkatan kualitas dan kinerja Jogoboyo dan Hansip di wilayah Kabupaten Sragen.

    Bertempat di Gedung Pertemuan Kecamatan Tanon, hari ini, Rabu (6/8) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sragen mengadakan penyuluhan kepada Jogoboyo dan anggota Linmas Desa di tingkat Kecamatan Tanon dan Sukodono. Untuk Kecamatan Tanon sendiri terdiri dari 16 desa sehingga mengirimkan jumlah peserta sebanyak 32 dua. Sedangkan untuk Kecamatan Sukodono yang terdiri dari 9 desa mengirimkan 18 orang peserta. [ Kec.Tanon-PDE ]


    [ 24/07/2008, 11:05 WIB ]
    HANYA ORANG YANG BERBUAT LEBIH AKAN MENDAPATKAN LEBIH

    TANON - Saling berbagi dalam segala keadaan akan membuat hidup semakin bermakna. Itulah cerminan yang diusung dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Koperasi Tahun 2008 di Kecamatan Tanon. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak lepas dari prinsip dasar dari koperasi itu sendiri.

    Bekerjasama dengan beberapa pihak yang ada khususnya di lingkungan Kecamatan Tanon, Panitia HUT Koperasi Tingkat Kecamatan Tanon menggelar berbagai kegiatan antara lain yang melibatkan masyarakat luas adalah kegiatan Pelayanan Kesehatan dan Donor Darah. Kedua kegiatan yang digelar serentak pada Hari/tanggal : Selasa, 22 Juli 2008, berlangsung dengan koordinasi yang baik antara Panitia, Jajaran Pemerintah Kecamatan, Kepala Desa, Ka. UPTD serta masyarakat yang dengan antusias mengikuti acara tersebut.

    Pelaksanaan Kegiatan Donor Darah dan Pengobatan / Pelayanan Kesehatan Masyarakat dilaksanakan di Aula KPRI Gabugan, Kecamatan Tanon dengan bantan tenaga Medis dari PMI Sragen dan dibantu Tenaga Kesehatan dari Puskesmas I dan II Kecamatan Tanon. Kegiatan yang melibatkan PNS dari berbagai Satker dan Perangkat Desa tersebut mampu menghadirkan peserta sebanyak 58 ( lima puluh delapan ) orang donor darah.

    Sementara pelayanan kesehatan / pengobatan sendiri lebih ramai, sebab masyarakat yang antusias sempat memadati Aula KPRI yang harus berbagi dengan kegiatan Donor Darah. Namun tangan – tangan cekatan dari paramedis Puskesmas Tanon I dan II yang dengan tekun melayani keluhan masyarakat yang menderita gangguan kesehatan. Acara yang berlangsung dari sekitar jam 08.30 dan berakhir jam 12.30 WIB tersebut mampu memberikan pelayanan kesehatan / pengobatan gratis kepada kurang lebih 74 ( tujuh puluh empat ) warga masyarakat.
    [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 09/07/2008, 07:35 WIB ]
    BERBURU TIKUS SETELAH PANEN

    TANON - Ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan olah para petani setelah musim panen selesai. Dari sekedar membersihkan sisa – sisa panen hingga mempersiapkan lagi lahan untuk ditanami. Apalagi menyambut musim kemarau seperti sekarang ini, beberapa petani banyak yang mulai menyiapkan lahan untuk ditanami berrbagai komoditas palawija, namun tidak sedikit juga yang akan menanam padi yang dalam istilah jawa disebut sebagai “nggadu “.

    Kesiapan lahan dan berbagai penunjang seperti kesedian sumber air akan sangan menentukan kelangsungan proses bertanam terutama bagi lahan yang hanya mengandalkan pengairan dari sumur pompa dan bukan irigasi dari waduk / dam. Dari penelusuran sekilas, banyak dari warga tani yang memilih “bermain aman “ dengan menanam palawija seperti Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Tanah, Jagung dan lain – lain. Namun ada juga beberapa petani yang mencoba peruntukan dengan menanam komoditi yang membutuhkan modal banyak seperti Melon, Semangka Non Biji, Cabe Merah, Bawang Merah dan lain – lain. [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 16/06/2008, 07:49 WIB ]
    OPERASI MINYAK GORENG DI KECAMATAN TANON

    TANON - Cuaca pagi yang cerah pada hari Kamis, 12 Juni 2008, membuat masyarakat yang didominasi kaum ibu–ibu memadati halaman komplek Kecamatan Tanon. Ada apa gerangan? Apa mereka akan mengadakan demo seperti banyak yang terjadi akhir–akhir ini untuk menuntut pembatalan kenaikan harga BBM ? apalagi rata – rata mereka membawa jerigen? Wah bisa bahaya kalau sampai ada kejadian bakar – bakaran seperti di TV itu !


    Ternyata setelah di telusur lebih lanjut, mereka ini, kaum ibu – ibu bukan ikut demo masalah BBM tapi akan antre untuk mendapat jatah Operasi Pasar khusus Minyak Goreng. Masih berhubungan juga dengan minyak kan? Ya, pada hari kamis ( 12/6/2008) Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM mengadakan OP Migor yang dipusatkan di Komplek Kecamatan Tanon.


    Menurut penjelasan Ka. UPT Dinas Perindagkop dan UKM Kecamatan Tanon, Suharni, langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah disamping sebagai dampak kenaikan harga minyak sawit (CPO) dunia yang ikut mengatrol harga Migor juga sekaligus sebagai langkah meringankan beban masyarakat kurang mampu akibat kenaikan harga BBM yang ikut menyumbang nilai dari perdagangan migor.


    Bekerja sama dengan Pemerintah Desa se Kecamatan Tanon dalam pendistribusian kupon yang akan digunakan masyarakat untuk mengantri jatah migor yang ditujukan kepada keluarga kurang mampu. Untuk setiap KK mendapat jatah 1 liter migor dengan subsidi harga dari Pemerintah sebesar Rp. 2.500,-
    Mendekati siang hari, cuaca yang agak mendung membuat gerah suasana antrean. Disamping lalulintas yang lumayan ramai karena berada di tepi jalur besar, antrian yang agak panjang sempat menyentuh sisi luar halaman Komplek Kantor Kecamatan Tanon. Namun dengan sigap, dibantu dengan Satpol Pamong Praja Kecamatan Tanon yang mengatur lalulintas dan pemindahan lokasi parkir bagi masyarakat yang ingin mengajukan pelayanan umum serta kendaraan karyawan ke sisi belakang Komplek Kecamatan Tanon, masalah langsung teratasi.
    [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 13/06/2008, 10:51 WIB ]
    PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN PPS PEMILU 2009

    TANON - Menindak lanjuti surat dari Ketua KPU Kabupaten Sragen tanggal 6-6-2008 Nomor : 270/28/KPU/2008 yang memberikan perintah kepada PPK di masing – masing kecamatan untuk segera mengambil sumpah dan melantik anggota PPS untuk Pemilu 2009. Menyikapi hal tersebut, kemarin (Rabu, 11 Juni 2008) bertempat di Gedung Pertemuan Kecamatan Tanon sekitar jam 13.00 WIB PPK Tanon secara resmi mengambil sumpah dan melantik Anggota PPS untuk Pemilu 2009.


    Seperti disampaikan oleh Ketua PPK Tanon, Hartawan,S.Ag dan Sekretaris PPK Tanon, R. Suparwoto dalam sambutan setelah pelaksanaan acara tersebut, bahwa untuk Kecamatan Tanon ada 48 Anggota PPS yang ikut dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan yang berlangsung dengan khidmat tersebut. Mungkin ada beberapa pertanyaan yang timbul dalam pemikiran orang, kenapa PPS yang sekarang masih ada, tapi membentuk PPS lagi ? dalam keterangan Sekretaris PPK Tanon bahwa untuk PPS yang diambil sumpah dan dilantik ini adalah untuk menghadapi Pemilihan Umum 2009 yang akan memilih anggota legslatif antara lain DPR, DPRD Propinsi, DPRD Kab/Kota dan DPD.

    Sedangkan PPS yang aktif ini adalah PPS untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Selain itu untuk anggaran sendiri juga berbeda yaitu PPS untuk Pemilu 2009 dibiayai dari APBN sedang PPS Pilgub dari APBD Propinsi Jawa tengah.
    Pengambilan Sumpah dan Pelantikan PPS ini adalah kelanjutan proses yang hampir sama tapi beda tingkatan yaitu setelah Pengambilan Sumpah dan Pelantikan dari Anggota PPK di Wisma Asri Kabupaten Sragen ( Sekretariat KPU Kabupaten Sragen ).
    Dalam sambutannya Camat Tanon , P.Joko Haryanto, S.Sos, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan warga masyarakat Kecamatan Tanon untuk selalu aktif terlibat dalam proses demokrasi yang ada di Indonesia. Selain ikut menggunakan hak suara, juga ikut serta menjadi tulang punggung proses demokrasi tersebut bukan sebuah pekerjaan yang ringan. Karena dengan menjadi Panitia Pemilihan Suara (PPS) berarti ikut menentukan keberhasilan dan arah demokrasi dimasa yang akan datang. Selain itu diminta juga kenetralan dan profesionalisme dalam bekerja menjadi sorotan agar terhindar dari tudingan miring pihak – pihak yang ingin menjatuhkan atau merusak sistem demokrasi di Indonesia.
    Setelah acara pengambilan sumpah dan pelantikan, di adakan acara sosialisasi / bintek dan tanya jawab yang membahas permasalahan baik administrasi maupun kendala di lapangan. Hingga acara berakhr seiktar jam 16.30 WIB, semua peserta sangat antusias mengikuti jalannya acara tersebut. (S-Tanon)
    [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 05/06/2008, 12:53 WIB ]
    PENYULUHAN PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT DI DESA KECIK

    DESA KECIK - KEC. TANON - Inti dari pengendalian diri itu iman, iman itu terbentuk dari pribadi dan setiap pribadi dapat tumbuh sehat secara jasmani dan rohani bila lingkungan masyarakat yang terkecil yang disebut keluarga mampu memberikan kesempatan tumbuh kembang secara baik sehingga setiap individu mempunyai respons dan kekebalan terhadap apa yang terjadi di dunia luar. Pengaruh lingkungan akan sangat terasa bila individu – ndividu terutama generasi muda tidak diseiapkan sejak dini untuk menangkal pengaruh buruk tersebut. Mengapa mesti generasi muda ?


    Tentu saja, dengan gejolak muda yang masih menggelora dan adanya kenginan untuk selalu mencoba hal yang baru, tentunya riskan bagi generasi muda untuk terjebak dalam pengaruh buruk tersebut. Maka dari itu peran penting dari setiap individu anggota keluarga untuk selalu menjadi akan menjadi benteng yang teramat kuat dari serangan penyakit masyarakat. Orang tua menjaga anak yang merupakan kewajibannya, namun tidak ada salahnya anak berusaha selalu dekat dengan orang tua karena hal ini bisa menjadikan orang tua terutama yang sibuk dengan aktifitas sehari – hari akan mempunyai semacam rem untuk tidak terjerums dalam kehidupan yang salah.


    Keterikatan emosional antar anggota keluarga bisa diwujudkan dalam banyak hal mulai yang ringan, kecil namun sangat berarti. Dari yang hanya melangkan waktu untuk berbicara ringan, makan bersama, sekedar menghabiskan libur bersama atau bahkan menuniakan sholat berjamaah bagi yang muslim, akan sangat membantu menjalin hubungan dalam keluarga. Karena dengan menanamkan bekal yang baik terhadap mental anak akan sangat berguna bagi ehidupan mereka kelak.
    [ Ds. Kecik, Kec.Tanon - PDE ]


    [ 29/05/2008, 14:28 WIB ]
    UPK PPK TANON ADAKAN PELATIHAN PENGURUS KELOMPOK SPP

    TANON - Kemarin siang selama dua hari Selasa- Rabu, 27 s/d 28 Mei 2008 bertempat di Balai Desa Pengkol Kecamatan Tanon, UPK PPK Tanon mengadakan Pelatihan Pengurus Kelompok SPP / UEP khusus untuk Desa Pengkol Kecamatan Tanon yang merupakan kegiatan perdana karena sesuai dengan jadwal yang ada di UPK PPK Tanon kegiatan sejenis akan dilaksanakan secara bergilir di semua desa yang ada di Kecamatan Tanon yang jumlahnya ada 16 orang.


    Kegiatan pelatihan tersebut didanai dari Dana Operasional UPK Tanon, yang melibatkan peserta sebanyak 12 ( dua belas ) kelompok SPP / UEP yang ada di Desa Pengkol dengan masing – masing kelompok terdiri dari 3 ( tiga ) orang peserta pelatihan yaitu : Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Sementara Tim yang memberikan materi adalah gabungan dari UPK Tanon, Fasilitator Kab Sragen dan Konsultan Pendamping UPK Tanon.


    Selama pelatihan berlangsung, materi yang disampaikan antara lain : Teknik Komunikasi, Manajemen Kelompok, Pengenalan Diri dan Teknik Kerjasama. Materi yang dikemas secara ringan dan penggunaan bahasa yang tepat adalah kunci agar peserta mudah paham dan tidak merasa jenuh. Hal ini disampaikan oleh Ketua UPK PPK Tanon, Hartawan,S.Ag yang didampingi oleh Fasilitator Kab Sragen dan Konsultan Pendamping UPK Tanon disela – sela penyampaian materi.
    [ Kec. Tanon - PDE ]


    [ 19/12/2007, 13:17 WIB ]
    PELANTIKAN ANGGOTA PPS KECAMATAN TANON

    TANON - Dalam rangka Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008, Kecamatan Tanon telah mengadakan Pengambilan sumpah / janji dan pelantikan Anggota PPS se Kecamatan Tanon


    Pelaksanaan pelantikan tersebut berlangsung hari ini, Rabu (19/12) di Gedung Pertemuan Kecamatan Tanon. Pada acara tersebut hadir Muspika Tanon, Kepala Desa se wilayah Kecamatan Tanon, Anggota PPK dan Anggota PPS yang akan diambil sumpah / janji dan dilantik. Anggota PPS se wilayah Kecamatan Tanon berjumlah 48 orang untuk 16 desa.


    Dalam kesempatan tersebut bertindak selaku Rohaniawan Agama Islam yaitu dari Kepala KUA Tanon, Drs. Sofyan sedangkan dari agama Nasrani yaitu Bpk. F. Sukimin. Menurut Ketua PPK Tanon, Hartawan,S.Ag, dalam sambutannya bahwa untuk anggota PPS yang diambil sumpah dan dilantik ini banyak muka – muka lama sehingga diharapkan dengan bekal pengalaman yang dimiliki akan semakin solid dalam bekerja. Disamping itu ada juga generasi muda yang akan dijadikan regenerasi untuk tahap pemilihan dimasa yang akan datang. Dilain pihak keterwakilan wanita juga ada dalam keanggotaan PPS meski belum sampai pada taraf 30 % dari total angggota PPS.


    Selanjutnya dalam sambutan Camat Tanon, P. Joko Haryanto S.Sos melalui Sekretaris Kecamatan, R. Suparwoto,S.STP, menyampaikan harapannya bahwa untuk setiap tahap Pilkada nanti dilalui dengan baik, selalu berkoordinasi dan bersikap profesional terhadap tugas dan wewenang yang diemban selaku Anggota PPS.(triwarsono-tanon)


    Sumber / Foto : Kec. Tanon
    [ PDE ]


    [ 12/09/2007, 09:32 WIB ]
    TINGKATKAN KEBERSAMAAN MEMBANGUN WAWASAN KEBANGSAAN

    TANON - TNI Manunggal
    Membangun Desa (TMMD)
    Sengkuyung ke- 79 tahun
    anggaran 2007 yang
    dilaksanakan sejak tanggal 21
    Agustus di Desa Karang Talun
    Kecamtan Tanon, Senin(10/9)
    ditutup oleh Wakil Bupati
    Sragen Agus Fatchur Rahman
    dal am suat u upacar a di
    lapangan Desa setempat.
    TMMD kali ini mengusung
    thema Dengan Semangat
    Kerjasama Limas Sektoral Kita
    Tingkatkan Akselerasi
    Pembangunan di Daerah Guna Mewujudkan Ketahanan Wilayah yang
    Tangguh dalam rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa
    .


    Pasiter Kodim 0725 Sragen Kapten Inf. Arif S. Hadi melaporkan,
    kegiatan yang berlangsung selama 21 hari ini melibatkan personil TNI,
    Satuan Kerja dan unsur masyarakat, berhasil menyelesaikan beberapa
    sasaran fisik dan non fisik. Pembangunan fisik seperti pengaspalan jalan
    sepanjang 1.600 m dan lebar 3 m, rehab masjid, sarana MCK, pembangunan
    sebuah pos kamling, rehab Sekolah Tamara Kanak-Kanak, Pemasangan
    Gorong-gorong dan pembuatan Betonisasi. Sedangkan kegiatan non fisik
    berupa penyuluhan pertanian, kamtibmas lalu limas, bina rohani,
    perlindungan masyarakat, penyuluhan narkoba dan pendidikan beta negara,
    dan Budi pekerti.[ PDE ]


    [ 26/05/2007, 11:14 WIB ]
    Ujicoba PMT-AS Provinsi Jateng di Sragen

    Aroma harum berbagai masakan menggelitik indra penciuman di Gedung PKK Kabupaten Sragen siang itu, Kamis (24/5). Sebanyak 75 orang mempraktekkan berbagai resep kudapan dan makanan ringan, dipandu oleh tiga orang narasumber dari Universitas Semarang. Hari itu, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengadakan ujicoba Pemberian Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (PMT-AS) Mandiri di kabupaten Sragen.
    [ peppy ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+