Thu, 17 April 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013
  • Agustus, 2013
  • Juli, 2013
  • Juni, 2013
  • Mei, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Nasional


    [ 17/04/2014, 00:17 WIB ]
    KETIKA KARTINI MASA KINI MENYUSURI PELOSOK BUMI SUKOWATI

           SRAGEN – Siang itu, Senin (14/4), beberapa isteri pejabat
    berjalan kaki “blusukan” di kampung-kampung pelosok desa Ngepringan, Kecamatan
    Jenar Sragen. Jalan setapak di tengah lahan tebu yang becek akibat hujan
    semalaman dan medan naik turun, tak menyurutkan semangat mereka menempuh jarak
    cukup jauh.  Terik mentari yang menyengat
    di siang itu, membuat tubuhnya basah oleh keringat yang berleleran. Sementara
    sepatu dan celana panjangnya berlepotan tanah. 

           Itulah yang dilakukan ibu-ibu Panitia Hari Kartini ke-135
    Kabupaten Sragen Tahun 2014 saat mengunjungi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik
    warga miskin yang tengah direhab atas bantuan Mitra Kesejahteraan Rakyat
    (MATRA). Di Desa Ngepringan, ada 11 RTLH mendapat bantuan MATRA yang berasal
    dari PMI Sragen (10 buah), sedangkan satu rumah sumbangan dari Ny. Ning Agus
    Fathur Rahman. Warga sekitar dengan semangat gotong royong membantu merehab
    RTLH tersebut. 
           Generasi penerus RA Kartini yang rela berpayah-payah menemui
    warga miskin di pelosok bumi Sukowati itu, diantaranya Ny. Ning Agus Fatchur
    Rahman (isteri Bupati), Ny. Wahyu (isteri Dandim), Ny. Victor (isteri Kajari),
    Ny. Edy (isteri Wapolres), Ny. Damai Tatag Prabawanto (Isteri Sekda) dan Ny.
    Titik Budiastuti (Kabag PP Setda). 
           Mereka mengunjungi lima lokasi, didampingi
    Camat Jenar, Catur, Wakil Ketua PMI Sragen Soewarno dan kepala UPTPK, Suyadi.

    Selain menyaksikan kegiatan gotong royong membangun rumah,
    panitia Hari Kartini juga menyerahkan bantuan beras dan uang kepada warga
    miskin pemilik RTLH. Sedangkan PMI Sragen membagikan bibit tanaman pepaya
    California. 
           Mendapat kunjungan ibu-ibu pejabat dari kota, kaum papa itu merasa
    begitu bahagia. “Matur nuwun griya kula dipun dandosi supados sae, taksih diparingi
    uwos lan sakniki ditiliki (terima kasih rumah saya di bangun supaya bagus, masih
    diberi beras dan sekarang dikunjungi)”, kata Mbah Pani kepada Ning Agus Fatchur
    Rahman. Ungkapan yang sama disampaikan Wagiyem, Lasiyem, Sokaryo dan Lasiyo,
    warga miskin yang selama ini menempati rumah reyot.   
           Kepala Desa Ngepringan, Syamsu Warno menjelaskan, dari  524 Keluarga miskin yang ada di desanya,  132 diantaranya pemilik RTLH, Sehingga bantuan
    yang disalurkan MATRA Sragen sangat berarti bagi warganya. 
           Sebelum mengunjungi lokasi rehab RTLH, panitia Hari Kartini
    Kabupaten Sragen mengadakan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada
    ratusan warga miskin bertempat di balai desa Ngepringan. ( Suparto – MATRA Sragen )
    [ MATRA ]


    [ 15/04/2014, 06:17 WIB ]
    Catatan Ikut Arung Jeram (Bag-3) : PILIHAN SULIT DI TENGAH ARUS

           SRAGEN – Ada filosofi tentang arti kehidupan manusia dalam
    kegiatan Arung jeram pada setiap
    permainannya. Arus  sungai yang terus
    mengalir misalnya, menandakan kehidupan manusia itu memang harus berjalan maju
    dan tidak bisa mundur sedikitpun. Sekuat apapun melawan arus kehidupan yaitu
    takdir, pada akhirnya kita akan kembali kepada Sang Pemilik kehidupan ini,
    yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.

                

           Arung jeram juga menggambarkan
    betapa kehidupan manusia di dunia butuh perjuangan.  Perjalanan menuju titik akhir tidak selalu
    mulus. Kita berada di atas perahu karet yang meluncur membelah derasnya aliran sungai, dihadang
    oleh batu-batu besar, jeram-jeram liar, kelokan tajam, pusaran air yang kencang
    dan tebing-tebing terjal berbahaya. 
           Di tengah situasi dan kondisi arus
    seperti itulah kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Padahal kita
    harus tetap bergerak maju, dan tidak bisa menghindar. Kenyataan ini mesti
    dihadapi, meski banyak resiko. Apa yang harus kita lakukan? Sikap paling baik
    adalah cermat dan tidak lengah. Amati, kemana arus ini akan membawa kita, dan
    bijak dalam memutuskan pilihan. Kemampuan membaca “arus” kemudian memilihnya
    dengan tepat merupakan nilai utama dari arung jeram disamping kekompakan.

      

    Terlena Dengan
    Kegembiraan

               
           Insiden yang dialami teman-teman
    kami yang berada di salah satu perahu rafting barangkali menjadi catatan
    penting. Usai beristirahat, semua kelompok bergerak menuju Finishing Point yang
    membutuhkan waktu sekitar satu jam lagi.

    Kami mulai mendayung perahu karet
    dengan lebih bersemangat karena ada harapan untuk bisa segera sampai di titik
    akhir. Tetapi ternyata, berbagai rintangan yang menghadang tidak lebih ringan.
    Arus makin deras, sementara di banyak kelokan dan jeram ada beberapa pohon
    tumbang melintang.       
           Selama pengarungan, beberapa
    kelompok malah “saling serang”. Satu sama lain berusaha menggulingkan perahu
    “lawan” atau menjatuhkan peserta hingga tercebur ke sungai. Tidak hanya itu,
    para peserta yang sudah tercebur masih “dikerjain” juga. Mereka diangkat,
    tetapi baru sampai di bibir perahu langsung didorong lagi dan dijungkirbalikkan
    kembali masuk ke air, sampai terlihat “megap-megap”. Kehebohan seperti ini bagi
    mereka sepertinya menciptakan rasa dahsyat dan kegembiraan tersendiri. 
           Namun satu perahu yang membawa
    rombongan Shinta, Andien, Erwan, Prapto dan Giyanto mengalami insiden.  Kelompok ini di pandu oleh Erik, sementara mas
    Arkok juga berada disitu sebagai trainer. Sebelumnya, oleh Arkok dan Erik,
    dilakukan beberapa kali maneuver perahu terbalik untuk melatih dan uji
    keberanian para awaknya. Setelah berhasil, mereka merasa puas dan kegirangan
    untuk terus melaju menerjang arus deras dan berbagai rintangan berikutnya. 
           Rupanya, di tengah perjalanan ketika
    menerobos jeram liar diantara batu-batu besar ditepian sungai, tiba-tiba laju
    perahu tidak terkendali, terguncang hebat, akhirnya terbalik. Semua awaknya
    terlempar keluar dari perahu. Mereka kocar-kacir. Erik segera menyelamatkan
    perahu. Erwan terseret arus cukup jauh (sampai celananya robek…), sementara
    Prapto dan Giyanto sekuat tenaga berusaha menyelamatkan diri, dengan berpegangan
    pada akar yang menjulur ke sungai. Sedangkan Andien yang terlihat “megap-megap”
    timbul tenggelam dengan cepat ditolong Arkok. Bibir Andien sedikit berdarah
    karena tergores oleh batu yang “dicium”-nya (?). 
           Sedangkan Shinta dalam
    beberapa menit tidak terlihat diantara mereka.

    Dimana Shinta? Ternyata saat
    terlempar dari perahu, Shinta terperangkap ke cekungan sungai, tenggelam, “nyungsep”
    di bawah akar pohon yang tumbang melintang. Ketika menyembul ke permukaan, ia
    tidak bisa bergerak karena terjepit dayung, akar dan pohon, sehingga yang
    terlihat di atas air hanya kepalanya. 
           Shinta terus berusaha keluar dari jepitan
    maut itu, sambil berpegangan pada akar-akar pohon, namun rasanya sulit. Ia
    mencoba tetap tenang sambil tidak henti-hentinya berdoa menunggu pertolongan.
    Ia bersyukur karena masih bisa bernafas. Setelah beberapa menit, Arkok dan Erik
    datang, untuk mengeluarkankan Shinta dari “sarang maut” tersebut. 
    [ MATRA ]


    [ 10/04/2014, 11:15 WIB ]
    SETETES DARAH UNTUK MENYAMBUT KARTINIAN

           SRAGEN - Mulai pagi hari Rabu  tanggal 2 April 2014 suasana di Kantor Bank
    Jateng Cab. Sragen lebih ramai daripada hari-hari biasanya. Tampak  ambulance dan sejumlah karyawan Palang Merah
    Indonesia (PMI) Cabang Sragen dan beberapa anggota Gerakan Organisasi Wanita
    (GOW) terlihat sibuk melaksanakan beberapa aktivitas. Setelah dilihat lebih
    dekat ternyata hari itu ada kegiatan donor darah yang merupakan kerjasama
    antara Panitia Hari Kartini Kab. Sragen dan Bank Jateng Cab. Sragen.

               

           Menurut
    Ketua Panitia Hari Kartini Ke 135 Kab. Sragen Tahun 2014, Ny. Damai Tatag
    Prabawanto, bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini menggelar beberapa kegiatan
    yaitu Donor Darah, Bhakti Sosial bagi KK Miskin, Seminar Pengelolaan Sampah
    Rumah Tangga dan Senam Sehat Indonesia. Dan kebetulan pada bulan ini juga Bank
    Jateng Cab. Sragen tengah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka ulang
    tahunnya yang ke 51 yang salah satu kegiatannya donor darah, sehingga kegiatan
    tersebut dapat dilaksanakan secara terpadu.

               
          
           Kegiatan
    donor darah tersebut mendapat partisipasi penuh dari jajaran SKPD se Kab.
    Sragen, karyawan-karyawati Bank Jateng Cabang Sragen, Tim Penggerak PKK dan
    segenap organisasi wanita. Dari 150 orang pendonor yang berpartisipasi dalam
    kegiatan tersebut terlihat sejumlah pendonor pemula, salah satunya Kepala Badan
    Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kab. Sragen, Tugiyono, SH.
    Menurut Tugiyono, ini kali pertama mendonorkan darahnya.    
    [ PDE & Yunie BPT ]


    [ 09/04/2014, 16:50 WIB ]
    KELOMPOK TERNAK AMANAH MULYA SRAGEN MAJU LOMBA TINGKAT NASIONAL

           SRAGEN – Kelompok Ternak Amanah Mulya asal Kabupaten Sragen akan maju Lomba Ternak Tingkat Nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya beberapa bulan lalu, Kelompok ternak ini memenangkan sebagai Juara Pertama Lomba Ternak Tingkat Jawa Tengah. Untuk memberi semangat kepada kelompok ternak yang baru berdiri tahun 2009 ini, Selasa (8/4) lalu Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman mengadakan kunjungan kerja  ke kantor KT. Amanah Mulya yang terletak di Desa Karangpelem Kec. Kedawung. Apresiasi sempat diberikan Bupati Sragen lantaran para anggota KT. Amanah Mulya banyak dari para kaum muda. “ Diversifikasi ternak semacam ini bisa dijadikan contoh oleh para muda lainnya, saya yakin mereka akan tertarik,” katanya.[ Humas ]


    [ 07/04/2014, 15:24 WIB ]
    BUPATI SERAHKAN BANTUAN SOSIAL KRPL KEPADA KELOMPOK WANITA TANI

           SRAGEN - Bupati Sragen, Agus Fatcur Rahman, SH,MH pagi tadi  Senin (7/4) menyerahkankan bantuan untuk kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di Aula Sukowati Setda Sragen. Bantuan diberikan  kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah berdiri di setiap kecamatan di kabupaten Sragen. Pemberian bantuan untuk kegiatan P2KP pada hari ini merupakan lanjutan kegiatan  tahun 2013. Pada tahun 2013,   20 kecamatan di kabupaten Sragen yang diwakili oleh Kelompok  Wanita Tani (KWT) kecamatan telah menerima bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)  dengan nominal per kecamatan Rp. 47.000.000, 00.    Untuk melengkapi dana  sebesar 47 juta tersebut,  ke 20 kecamatan tersebut menerima bantuan KRPL  lanjutan sebesar Rp 3.000.000,  sehingga masing-masing KWT menerima dana Rp. 50 juta.

    [ humas ]


    [ 07/04/2014, 14:55 WIB ]
    ADD KABUPATEN SRAGEN TH 2014 NAIK 89 %

           SRAGEN – Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Sragen tahun 2014 naik sebesar 89%. Yang semula hanya sebesar Rp. 8.496.042.000 pada tahun 2013 menjadi Rp.16.000.000.000 pada tahun 2014. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pembangunan Masyarakat Desa Muhari, SH, MM pada acara Rapat Koordinasi ADD di Pendopo Sumonegaran Sragen pagi tadi ( 7/3). ADD adalah dana yang dialokasikan langsung kepada Pemerintah Desa untuk membiayai  Program Pemerintah Desa dalam melaksanakan kegiatan dibidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.[ Humas ]


    [ 07/04/2014, 07:48 WIB ]
    SRAWUNG WARGA DI KEC. SAMBIREJO MERIAH

           SRAGEN – Srawung Warga yang diselenggarakan di Desa Musuk kecamatan Sambirejo berlangsung cukup meriah. Warga sangat antusias menyambut Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman SH, MH beserta rombongan. Disetiap titik lokasi kunjungan banyak warga yang menyambut kedatangannya. Tak kurang ada 12 titik lokasi yang dikunjungi Bupati.


           Bupati dan Rombongan yang kesemuanya berseragam Pramuka tiba di lokasi titik kunjungan pertama pada kegiatan Posyandu di dukuh Sidoharjo desa Musuk sekitar pukul 15.20 WIB. Begitu tiba, rombongan disambut dengan tarian Reog oleh anak-anak SD Sambirejo. Meski mereka masih anak-anak, namun nampak begitu lincah, lucu dan menarik. Selain itu ada sekitar 300 - an siswa siswi SD dan SMP berseragam pramuka yang berjejer rapi menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sragen ini.[ Humas ]


    [ 04/04/2014, 11:06 WIB ]
    Catatan Ikut Arung Jeram (2) : BEKERJASAMA MENUJU TITIK TUJUAN

           SRAGEN - Di dalam olahraga Arung jeram atau Rafting ini, kalau
    kita cermati ternyata mengandung banyak filosofi dan pelajaran bagi kehidupan
    nyata. Pertama, tentang kerjasama. Arung jeram adalah olahraga alam bebas yang memadukan kecepatan dan
    kekompakan dalam bereaksi. 

           Sebagai olah raga kelompok, arung jeram sangat mengandalkan
    kekompakan tim secara keseluruhan, di bawah komando skipper. Kerja sama yang terpadu dan pengertian yang mendalam antar
    awak perahu, merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan melewati
    berbagai rintangan di sungai. Semua
    awak kapal harus bekerjasama diatas perahu agar perahu tetap pada arah/orientasi
    yang benar. 
           Saya ingat
    Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, ketika beberapa waktu lalu bercerita
    tentang salah satu pelajaran yang diperolehnya saat mengikuti Arung Jeram
    bersama para Pimpinan Satker di Sungai Elo ini juga. 
           Menurut Agus, ada  pesan moral yang bisa diambil dari kegiatan
    mendayung perahu.

    Ketika mendayung,
     Agus membayangkan Sragen itu seperti
    sebuah Bahtera atau kapal besar dan seluruh aparat yang ada (mulai dari Bupati,
    Wakil Bupati, Sekda, Pimpinan Satker, Camat, Lurah, semua PNS dan lain-lain)
    menjadi para pendayungnya. Semua aparat itu adalah Anak Buah Kapal (ABK). Para
    ABK ini bekerja, bergerak sesuai bidang tugasnya masing-masing, saling
    koordinasi, dengan misi yang sama, bagaimana agar perahu bisa bergerak, melaju
    dengan baik sampai titik tujuan akhir dengan selamat. 
           Menurutnya,
    ketika melewati tikungan, jeram/riam, batu dan lain-lain, asal kita kompak dan
    bersama-sama ternyata bisa melewati semua tantangan. “Persis kabupaten Sragen
    ini. Kalau kita tetap bekerjasama, tidak akan gampang terprovokasi oleh apapun,
    tentu kita akan bisa melakukan pencapaian titik harapan”, katanya. 
           Didalam
    satu kelompok , ia berpikir, kalau kita yang mendayung disini terlalu menuruti
    para penonton di atas tebing, atau kelompok perahu lain yang berteriak-teriak menantang,
    mengganggu dan mengejek, atau terlalu terpesona dengan pemandangan orang mandi
    di pinggir sungai,  tentu kita tidak akan
    sampai tujuan di garis finish itu. Makanya kita harus tetap focus dan bersemangat.
    Jangan sampai terlena di tengah jalan. 
           Atau ada
    kemungkinan kedua, jika ada diantara kita para Anak Buah Kapal itu malah
    melakukan penggembosan dari dalam, membocorkan kapal, atau berhenti  (mogok) tidak mau mendayung, maka akan membuat
    perjalanan kapal itu tidak seperti mimpi bayangan yang kita angankan
    bersama-sama. 
           “Jadi, pelajaran moralnya adalah bagaimana kita tetap  bersama dalam situasi seperti apapun. Seperti
    halnya kala kita mendayung perahu kabupaten Sragen. Dalam situasi airnya paling
    landai, tenang, dengan riam, di medan yang terjal, curam dan lain-lain kita
    tetap bersama-sama mendayung sampai di titik tujuan dan harapan”, ujar Agus. 
    [ MATRA ]


    [ 03/04/2014, 14:10 WIB ]
    BUPATI LANTIK 40 PEJABAT STRUKTURAL, PENGAWAS SEKOLAH DAN KEPALA SEKOLAH

            SRAGEN - Bupati Sragen, Agus Fatcur Rahman, SH,MH melantik 40 pejabat struktural, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dilingkungan Pemkab Sragen bertempat di Pendopo Sumonegaran rumah Dinas Bupati Sragen pagi tadi, Kamis 3 April 2014. Dari 40 orang tersebut terdiri dari 30 orang pejabat eselon III, 2 orang pejabat eselon IV, 1 orang Pengawas SMK, 5 orang Kepala Sekolah Menengah Atas,  dan 2 orang Kepala Sekolah Menengah Kejuruan. Acara  dihadiri oleh jajaran Forum pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kab.Sragen, Drs. Tatag Prabawanto B, MM, para  Kepala Satker dan Camat. Yang beda dari pelantikan – pelantikan sebelumnya yakni pakaian pejabat yang dilantik dan seluruh tamu undangan berseragam pramuka.

    [ humas ]


    [ 03/04/2014, 10:46 WIB ]
    Srawung Warga di Kec. Sumberlawang : WARGA SAMBUT BAIK PEMKAB BELA WONG CILIK

           SRAGEN –Tekad, kebijakan dan tindakan nyata Pemkab Sragen selama ini dalam memprioritaskan kepentingan rakyat ternyata disambut baik oleh warga. Pengakuan tersebut diungkapkan Kepala Desa Ngandul, Supriyanto, mewakili warga desa Ngandul pada saat berdialog antara warga dengan Bupati Sragen Agus Fatchurrahman SH.MH di acara Srawung Warga di Kec. Miri tadi malam (3/4/2014)  Kepala desa Ngandul tersebut mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat didesanya  menyambut baik dan mendukung semua langkah Pemkab Sragen dalam membela dan memprioritaskan kepentingan rakyat kecil.  Selain itu seluruh masyarakat desa  Ngandul juga bertekad akan selalu mengikuti langkah dan arahan Bupati Sragen.[ Humas ]


    [ 02/04/2014, 15:57 WIB ]
    ANTUSIASME WARGA GUWOREJO TIDAK TERBENDUNG OLEH HUJAN DERAS

           SRAGEN -  Meski hujan deras , warga Guworejo tampak antusias dan bersemangat sekali menyambut kedatangan  Bupati Sragen Agus Fatcur Rahman,SH, MH beserta rombongan dalam sarasehan malam hari yang  dikemas dalam acara srawung warga.  Srawung Warga  di kecamatan Karangmalang kali ini bertempat di Balai Desa Guworejo (  1/4) dihadiri oleh Sekretaris Daerah kabupaten Sragen, Drs.Tatag Prabawanto,B,MM  serta jajaran Forum Pimpinan Daerah kabupaten Sragen.  Sebelum sarasehan malam hari, seperti biasanya Bupati beserta rombongan  pada siang hari  sampai menjelang sore hari meninjau secara langsung kegiatan – kegiatan yang sifatnya fisik seperti kerja bakti pengecoran jalan, bedah rumah RTLH,  penyuluhan  bidang kesehatan, peternakan dan lain-lain

    [ humas ]


    [ 02/04/2014, 11:28 WIB ]
    Catatan Ikut Arung Jeram (1): BERANI HADAPI TANTANGAN

           SRAGEN -
    Ini sepenggal catatan tercecer ketika saya mengikuti olahraga yang cukup
    menantang, yakni Arung Jeram atau Rafting bersama  PNS BPTPM dan UPTPK Sragen, akhir Maret lalu.
    Lokasinya di kawasan sungai Elo, Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
           Kegiatan
    bersama ini, disamping untuk menyegarkan badan dan pikiran juga dimaksudkan
    sebagai sarana meningkatkan kekompakan dan media pembelajaran dalam menjalani tugas
    serta berani menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
           Kebetulan, dua instansi
    ini setiap hari personilnya harus berhadapan langsung dengan masyarakat untuk
    memberikan pelayanan secara prima. BPTPM melayani para pemilik modal berkaitan
    dengan perizinan usaha, sementara UPTPK menjadi tumpuan bagi warga miskin di
    kabupaten Sragen yang ingin mengurus “nasib hidupnya”.


           Nah, saat
    jeda tugas, para karyawan di kedua instansi tersebut perlu “disegarkan” otak,
    hati dan fisiknya melalui olahraga Arung Jeram. Apalagi, olahraga yang satu ini
    memberikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan hidup yang harus
    dihadapi.
           Diantara peserta arung jeram yang dipandu PT. Citra Elo River
    Magelang ini, terdapat kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal
    (BPTPM), Tugiyono. Sedangkan Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan
    Kemiskinan (UPTPK), Suyadi tidak bisa ikut karena ada acara lain. Di luar BPTPM
    dan UPTPK, ada tiga orang peserta, yakni dokter Shinta dari Klinik Holistik,
    Ririn (EO) dan saya sendiri dari MATRA.


           Sekitar
    pukul 13.00, rombongan telah tiba di lokasi basecamp
    Citra Elo River. Selanjutnya kami diangkut dengan beberapa kendaraan Colt
    Station carteran menuju titik start. Di tempat ini, semua peserta segera
    memakai pelampung dan helm serta siap dengan dayung. Dari seluruh peserta
    sekitar 50 orang, dibagi kedalam 9 kelompok perahu.
           Sebelum
    masuk ke dalam perahu yang telah disediakan, kami mendapatkan briefing dari pengelola Citra Elo River,
    yakni Arkok Indarto. Untuk memantapkan brifieng Arkok, salah seorang
    pemandu,  Triyono  (Mas Peyek), memberikan arahan teknis. Setelah
    semua peserta siap di perahu masing-masing, pengarungan sungai berjeram pun
    dimulai. Kami akan menempuh jarak sekitar 12,5 kilometer.


           Pelan
    tapi pasti, perahu mulai melaju mengikuti arus sungai, seirama dengan
    gerakan dayung. Sebagai peserta pemula, awalnya saya agak “deg-degan” ketika perahu
    sudah benar-benar meninggalkan titik start untuk mengarungi Sungai Elo yang
    berhulu di Gunung Merbabu ini.  Tetapi
    ibarat mengarungi kehidupan di dunia, kami harus tetap tenang dan siap menghadapi
    segala medan, apapun resikonya. Saya berada satu perahu dengan Supenget, Indarjo,
    Diana dan Ririn. Kami dipandu Puswanto yang biasa dipanggil Pak Kempus. 

     



    Pacu
    Adrenalin


           Hari itu
    debit air lumayan  besar, sehingga tidak
    terlalu butuh tenaga ekstra untuk mendayung di jalur-jalur  landai menjelang jeram atau kelokan. Pengarungan
    yang memakan waktu sekitar 3 jam ini cukup menantang, mendebarkan sekaligus mengasyikkan.
    Jeram-jeram di sekitar kelokan dan turunan sungai Elo menciptakan sensasi luar
    biasa dan memacu Adrenalin.
           Ketika  meluncur cepat di kelokan dan jeram-jeram
    liar, beberapa kali perahu membentur keras batu-batu besar, atau tebing sungai,
    menimbulkan guncangan hebat. Kadang perahu berputar-putar di pusaran air yang
    tak terkendali, membuat  kepala pusing
    dan perut mual.       


           Arung  jeram ini benar-benar membawa suatu pengalaman
    baru, sebagai obat dari kejenuhan kesibukan keseharian. Juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan. Ketika menghadapi
    jeram-jeram ganas, secara spontan kami akan berteriak keras, bisa melepaskan ketegangan jiwa, dan menjadi obat ampuh bagi berbagai stress.


           Jika
    jeram telah terlewati dan perahu berada pada arus tenang dan landai, maka
    giliran panorama luar biasa indahnya terlihat
    di kanan kiri sungai. Gugusan tebing setinggi belasan meter dengan pohon-pohon
    besar, terbentang memanjang menemani perjalanan kami.


           Setelah berjuang
    mengarungi arus sungai selama dua jam, di pertengahan jalur pengarungan, seluruh
    peserta beristirahat sejenak di sekitar kelokan pinggir sungai dengan
    tebing-tebing yang cukup indah. Kami disambut dengan hidangan makanan kecil dan
    kelapa muda.  Sambil menikmati kesegaran
    udara dan minuman alami, kami saling bercerita tentang perjalanan yang baru
    saja dilalui. Sekitar lima belas menit istirahat, pengarungan dilanjutkan.
           Ada belasan
    jeram kecil dan besar sudah kami arungi dengan selamat. Sampai finish point nanti, masih ada puluhan
    jeram yang tidak kalah ganasnya akan kami arungi. Ya, ini sebuah tantangan yang
    harus kami hadapi. Bersambung…(Suparto-MATRA Sragen)

     

    [ MATRA SRAGEN ]


    [ 01/04/2014, 11:08 WIB ]
    UNTUK SUKSES TIDAK HARUS ANAK ORANG KAYA

           SRAGEN – Masa depan yang sukses tidak hanya menjadi hak orang kaya. Anak orang tidak mampu pun berhak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Termasuk juga anak-anak desa Brojol  Kecamatan Miri yang kurang mampu juga mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Satu hal yang wajib dimilikinya yakni bekal kepandaian. Untuk masalah biaya sekolah atau kuliah telah difasilitasi oleh Pemkab Sragen melalui program beasiswa.


           Harapan tersebut disampaikan Bupati Sragen saat berdialog dengan warga Desa Brojol Kec. Miri Jumat malam (28/3). Salah satu contoh anak Sragen yang telah lulus kuliah berkat program beasiswa yakni anak  dari Kecamatan Mondokan yang bernama Giman. Saat ini dia dikabarkan telah lulus kuliah dari Universitas Gajah Mada (UGM). [ Humas ]


    [ 28/03/2014, 12:27 WIB ]
    PEMKAB SRAGEN FASILITASI KEPALA DESA DENGAN MOTOR DINAS BARU

           SRAGEN - Untuk menunjang kinerja para kepala desa (Kades) dan  Lurah sebagai ujung tombak pemerintah dalam melayani masyarakat,  pemerintah Kabupaten Sragen memberikan bantuan fasilitas kendaraan roda dua kepada 208 Kepala  Desa se-Kabupaten Sragen. Sepeda motor dinas tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sragen kepada perwakilan  lurah dan kades  pagi tadi (28/3) bertempat di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen. 

     


    [ humas ]


    [ 20/03/2014, 11:57 WIB ]
    Srawung Warga di Gondang : Warga Wonotolo Antusias Sambut Bupati Sragen

           SRAGEN – Warga Desa Wonotolo tampak antusias sambut Bupati Sragen Agus Fatchurrahman dan rombongan saat kunjungan kerja Bupati Sragen di Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang Rabu siang (19/3). Ada beberapa titik lokasi kunjungan pada siang yang cukup panas tersebut. Diantaranya kegiatan gotong royong pengecoran jalan, pengobatan dan pelayanan KB gratis, pengecekan dan pengobatan ternak, penyerahan bantuan ternak enthok di dukuh Sendangrejo, peninjauan ternak sapi dan penyerahan bibit sayur-sayuran untuk Pakesra.

    [ Humas ]


    [ 20/03/2014, 11:23 WIB ]
    SENYUM BAHAGIA DI HARI TUA MBAH SURIPTO

           SRAGEN - Mata
    tua Mbah Suripto warga Desa Sambungmacan RT 9 Kec. Sambungmacan berkaca-kaca
    sewaktu menyambut kedatangan  Bupati
    Sragen, Agus Fatchur  Rahman, SH, MH
    bertandang ke rumahnya setelah mendapat bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni
    (RTLH) dari Dana Mitra Kesejahteraan Masyarakat (Matra).

     

           

           Lansia
    usia 78 tahun ini sama sekali tidak menyangka disisa usianya sekarang ini
    akhirnya dapat menikmati hangatnya sebuah 
    rumah impiannya . Selama ini Mbah Suripto beserta istri menempati rumah
    yang sangat tidak layak dilihat dari sisi kesehatan maupun keamanan.

     

          

           Rumah
    yang layak disebut gubuk itu semua berbahan dari bambu, bila musim hujan air masuk
    baik  dari atap gendengnya yang sudah
    bocor-bocor  maupun dari dinding bambu
    yang mulai rapuh. Apalagi jika ada hujan disertai angin seperti yang sering
    terjadi akhir-akhir ini Mbah Suripto menjadi sulit tidur karena  kawatir rumahnya sewaktu-waktu roboh.    

           
           
    [ PDE & Yunie BPT ]


    [ 19/03/2014, 18:09 WIB ]
    Srawung Warga di Mondokan : SEKOLAH DI SRAGEN DISUKAI WARGA KOREA


           SRAGEN – Ada satu hal menarik saat penyelenggaraan acara Srawung Warga yang dilaksanakan Selasa malam di Desa Jekani Kec. Mondokan. Dua orang warga Korea yang bernama  Sun Yun dan Sun Mo ikut hadir untuk menyaksikan Srawung Warga. Yang menarik bukanlah kehadiran dua orang yang merupakan ibu dan anak warga Korea tersebut, melainkan niat dan keinginan Sun Mo untuk bersekolah di Sragen adalah sesuatu yang langka. Meski mereka hidup di negara maju banyak sekolah sekolah yang berkualitas, namun pada awal tahun ajaran mendatang  Sun Mo berniat mendaftar di SBBS Gemolong.[ humas ]


    [ 19/03/2014, 17:23 WIB ]
    PMI SRAGEN SUMBANG MATRA 48 JUTA

           SRAGEN – MATRA Sragen, Senin (17/3) lalu menerima sumbangan
    dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sragen sebesar Rp. 48 Juta. Sumbangan
    diserahkan Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno, di kantor Unit Pelayanan Terpadu
    Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) kepada anggota komisioner MATRA, Suyadi. 

           Sumbangan dari PMI ini merupakan wujud kepedulian masyarakat
    di luar pejabat dan PNS terhadap program pengentasan kemiskinan di Kabupaten
    Sragen yang disalurkan melalui Mitra Kesejahteraan Rakyat (MATRA). Januari
    lalu, MATRA juga menerima sumbangan dari para petani tebu se Kabupaten Sragen
    sebesar Rp. 90,7 juta untuk mendukung program rehab Rumah Tidak Layak Huni
    (RTLH). 
           Sejak digulirkan November 2013, hingga pertengahan Maret
    2014 MATRA telah menerima sumbangan sekitar 
    Rp. 360 juta.  Sumbangan ini
    berasal dari para Pejabat Struktural dan PNS di lingkungan Pemkab Sragen serta
    beberapa kelompok di luar birokrasi pemerintahan. Dari sumbangan yang masuk,
    MATRA telah menyalurkan dana sebesar Rp. 259 juta untuk membantu rehab Rumah
    Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 56 rumah milik keluarga miskin.  
           Di Kabupaten Sragen, saat ini terdapat sekitar 60 ribu Rumah
    Tidak Layak Huni (RTLH) yang kondisinya amat memprihatinkan. Pemkab Sragen,
    dalam dua tahun terakhir melalui APBD baru bisa menyelesaikan rehab sekitar dua
    ribu RTLH. Karena itu, sumbangan sukarela dari para pejabat, PNS dan  berbagai pihak melalui MATRA ini sangat
    berarti bagi keluarga miskin yang mendambakan bisa hidup di rumah yang layak. 
           Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno menjelaskan, dana yang
    diserahkan ini berasal dari sumbangan seluruh elemen masyarakat Sragen melalui
    bulan dana PMI tahun 2013. Menurut Soewarno, kebetulan tahun 2013 di kabupaten
    Sragen kondisinya aman tidak ada bencana alam yang berarti, sehingga sisa dana
    yang ada dikembalikan kepada masyarakat melalui MATRA untuk membantu rehab
    RTLH. 

    Bupati Tinjau Hasil
    Rehab RTLH
     
           Sementara
    itu, Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, Sabtu (15/3) mengunjungi keluarga
    Suripto (79 tahun) warga Sambungmacan RT. 09, Rw.03 Kecamatan Sambungmacan yang
    mendapat bantuan rehab RTLH. Bupati sempat berbincang dan bercengkerama dengan
    keluarga Suripto dan warga sekitarnya, termausk anak-anak. Suripto dan
    isterinya nampak bahagia karena rumahnya yang selama puluhan tahun ditempati dalam
    kondisi reyot, sekarang sudah bagus setelah direhab. (Suparto-MATRA Sragen). 
    [ MATRA ]


    [ 18/03/2014, 12:41 WIB ]
    BUPATI SRAGEN SERAHKAN 1.033 SK KENAIKAN PANGKAT PNS

           SRAGEN – Bupati Sragen Agus Fatchurrahman pagi ini, Selasa 18/3/2014,  menyerahkan 1.033 Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab.  Sragen di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen. SK diserahkan secara simbolis kepada perwakilan golongan I, II, III dan fungsional guru. [ Humas ]


    [ 17/03/2014, 15:17 WIB ]
    KOTA JAYAPURA MENGADOPSI BPTPM KABUPATEN SRAGEN

           Untuk sekian kalinya Badan
    Perizinan Terpadu Dan Penanaman Modal (BPTPM) Kab. Sragen menjadi rujukan untuk
    berbagi pengalaman dengan daerah lain seperti Kota Jayapura baru-baru ini.
    Beberapa kali Walikota Jayapura Drs. Benhur Tommy Mano, MM melakukan kunjungan
    ke Kab. Sragen untuk melihat dari dekat pola pelayanan di BPTPM sekaligus
    bertukar pikiran dengan Bupati  Agus
    Fatchur Rahman, SH, MH dan beberapa pejabat Kab. Sragen mengenai
    penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

           Bahkan pada kunjungan terakhir
    Walikota Jayapura ini menghantarkan sejumlah 21 personil pejabat dan staf yang
    baru saja dilantik menduduki posisi pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu
    Pintu (BPPTSP) Kota Jayapura melaksanakan kerja magang pada BPTPM . Selama 2
    minggu di Sragen, rombongan yang dipimpin Kepala BPPTSP Kota Jayapura, Yohanes
    Wemben, SH, MH disambut baik Kepala BPTPM, Tugiyono, SH dan jajarannya. Dalam
    kesempatan itu Tugiyono, SH menyampaikan secara gamblang konsep dan aplikasi
    BPTPM, sekaligus berbagi pengalaman 
    keliling nusantara digandeng Kementrian PAN dan RB sebagai narasumber
    PTSP.[ PDE & BPPTM Kab. Sragen ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+