Tue, 28 July 2015
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Juli, 2015
  • Juni, 2015
  • Mei, 2015
  • April, 2015
  • Maret, 2015
  • Februari, 2015
  • Januari, 2015
  • Desember, 2014
  • November, 2014
  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Nasional


    [ 28/07/2015, 14:55 WIB ]
    BIMTEK PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DIGELAR DI SRAGEN

    SRAGEN - Sekretaris Daerah kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto B,MM mewakili Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman,SH,MH  membuka Bintek pengelolaan barang milik daerah bagi pengurus dan penyimpan barang SKPD dan Unit Kerja di kabupaten Sragen (Selasa, 28/7). Peserta bintek terdiri dari  1 orang pengurus barang,1 orang penyimpan barang atau 1 orang pengurus sekaligus penyimpan barang.

    Dihadiri Kepala BPKP propinsi Jawa Tengah Bambang Wahyudi B, beserta Kepala SKPD terkait di lingkungan pemkab Sragen. Bambang  menjelaskan  antara lain mengenai  peran BPKP dalam mendorong penerapan standar akuntansi berbasis akrual, bagaimana menyusun anggaran yang benar dengan keterbatasan anggaran, Perperan APIP menurut PP 60/2008 dan penjelasan lainnya.

    [ humas ]


    [ 27/07/2015, 15:58 WIB ]
    PRODUKSI PADI SRAGEN NAIK, MENTERI PERTANAIN NAIKKAN ANGGARAN UNTUK SRAGEN

    SRAGEN – Tahun ini Kabupaten Sragen mendapat kenaikan anggaran pertanian hinggan 200% atau tiga kali lipat. Hal itu disebabkan Sragen menjadi salah satu kabupaten yang mencapai peningkatan produksi padi. Demikian diungkapkan Menteri Peratnian (Mentan) Amran Sulaiman dalam kunjungannya di kabupaten Sragen tepatnya di desa Gebang kecamatan Masaran (27/7).

    “Terima kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.


    [ Humas ]


    [ 27/07/2015, 13:57 WIB ]
    KOMPOSER MUDA DAN BERBAKAT DARI SRAGEN

           Sragen - Gigih, si penunggang skuter matik lawas ini, adalah komposer muda. Lewat
    dentingan piano pinjaman, ia menghasilkan banyak lagu sendu nan mengawang.
    Pemuda 24 tahun ini masih bertahan berada di luar jalur musik industri meski
    kerap sepi. 

           Gardika Gigih Pradipta

    Lahir:

    Sragen, 5 Agustus 1990

    Ayah:

    Agus Purwoko, peneliti tanaman

    Ibu:

    Prasetyaningsih, guru SMP Negeri 2 Sragen

    Pendidikan:

    SMA
    Kolese De BrittoInstitut
    Seni Indonesia, Jurusan Musik, minat utama Komposisi MusikUniversitas
    Gadjah Mada.[ (www.kompas.com / pde ]


    [ 27/07/2015, 09:01 WIB ]
    PRESIDEN TINJAU JALAN TOL SOKER, TARGETKAN 2018 SELESAI

    SRAGEN – Saat meninjau jalan tol Soker Sabtu sore ( 25/7), Presiden RI Joko Widodo menargetkan tahun 2018 selesai. “Kita harapkan akhir Desember 2018 sudah rampung semuanya. Tapi tadi saya tawar untuk bisa maju lagi,” terang Presiden.

    Bahkan Presiden memperkirakan, lebaran tahun depan, ruas Solo- Sragen sudah selesai. “Ya, kalau Lebaran tahun depan, yang ruas Solo-Sragen dipastikan selesai, tapi yang Sragen-Ngawi dulu itu masih ditawar Desember 2016. Apabila bisa maju, jika pengerjaannya dilakukan dengan dua ‘shift’,” ujar Presiden Jokowi.
    [ Humas ]


    [ 23/07/2015, 12:43 WIB ]
    “BALUNG BUTO” PEMBAWA BERKAH

    SRAGEN – Satu abad lebih yang lalu di sebuah desa di ujung barat selatan Kabupaten Sragen sering ditemukan Balung Buto. Balung merupakan bahasa Jawa yang berarti tulang dan Buto berarti raksasa. Masyarakat saat itu menyebutnya balung buto karena tulang-tulang yang telah membatu yang ditemukan mempunyai ukuran besar, tidak lazim untuk ukuran tulang tulang hewan atau manusia.

    Konon, masyarakat Sangiran saat itu dapat dengan mudah menemukan “Balung Buto”, baik saat mencangkul di ladang atau ditemukan secara tidak sengaja di longsoran bukit. Mereka percaya Balung Buto yang ditemukan mempunyai kekuatan magis. Kabar tersebut kemudian menarik minat salah seorang ningrat yang bernama Raden Saleh untuk mengkoleksi “Balung Buto” yang ditemukan warga. Hobby koleksi benda-benda antik “Balung Buto” yang tak lain adalah fosil Sangiran, akhirnya terdengar sampai ke lingkup teman-temannya yang kebanyakan orang berkebangsaan Eropa.


    [ Humas ]


    [ 23/07/2015, 07:55 WIB ]
    PENGUNJUNG MUSEUM SANGIRAN DIDOMINASI ANAK-ANAK DAN REMAJA

    SRAGEN – Usia 8 – 19 tahun menempati pengunjung terbanyak di museum manusia purba Sangiran. Diikuti usia 20 -29 tahun, hal ini menunjukkan museum Sangiran masih diminati untuk kalangan muda. Meski begitu pengunjung dari kelompok usia diatasnya juga tidak sedikit. Hal tersebut berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Duwiningsih yang dimuat dalam Jurnal Sangiran. 

    Duwiningsih dalam penelitiannya salah satu kesimpulannya menyebutkan jika kelompok umur tersebut ternyata juga berpengaruh pada motivasi mereka dalam mengunjungi Sangiran. Pada kelompok umur anak muda motivasi mengunjungi Sangiran yakni untuk mengetahui “sesuatu”, karena pada usia muda seorang masih mengekplorasi hal-hal baru dan memiliki rasa keinginan yang besar.

    [ Humas ]


    [ 22/07/2015, 08:54 WIB ]
    HARI PERTAMA USAI LIBUR LIBURAN, PNS SRAGEN BERSALAM-SALAMAN

    SRAGEN -  Seperti biasanya, hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran, PNS pemkab Sragen bersalam-salaman dengan Bupati Sragen  Agus Fatchur Rahman, SH, MH, Wakil Bupati Daryanto, SH serta Sekretaris Daerah kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto B,MM dan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemkab Sragen.  Mereka  menggelar halal bi halal dengan seluruh PNS dilingkungan Setda Sragen, Rabu (22/7). 

    Ratusan pegawai baris-berbaris membentuk antrian  panjang  dari halaman depan hingga ke halaman samping  gedung Setda.  Suasana akrab, saling menghormati menghiasi wajah para abdi negara ini. Antrian baris pertama kemudian membentuk barisan lagi menuju jalan masuk Setda pemkab Sragen untuk menanti sesama abdi negara yang hendak lewat di depan barisan untuk bersalaman kembali.

    [ Humas ]


    [ 14/07/2015, 13:09 WIB ]
    Pendaftaran DWS kabupaten Sragen tahun ini sudah dimulai

    SRAGEN -  Pendaftaran Duta Wisata Sukowati  (DWS) tahun 2015  dengan thema Peduli Sesama, telah dimulai sejak bulan April kemarin. Pendaftaran dibuka sampai tanggal 24 Juli 2015. Pendaftaran bisa dilakukan di Dinas Pariwisata,Kebudayaan,Pemuda dan Olah Raga  (Disparbudpor) pemkab Sragen pada jam kerja.  Informasi terkait dengan pendaftaran Duta Wisata tersebut diungkapkan salah satu Juri  Terry Sulistyaningrum,SST.

    Dijelaskannya, beberapa tes seperti Kesamaptaan, Tes Tertulis, Wawancara dan Bakat Seni akan diselenggarakan hari Selasa (4/8) pukul 08.00 -15.00WIB di Disparbudpor.  Materi tertulis meliputi Pengetahuan Umum, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Kepariwisataan. Para peserta diharapkan memakai dress code  bebas, rapi  dan sopan pada tes-tes ini.  Peserta diharap membawa alat peraga sendiri bagi yang membutuhkan untuk unjuk bakat seni.

    “ Peserta diharap memakai pakaian rapi dan sopan, dengan ketentuan celana  panjang kain/rok kain panjang di bawah lutut/dress. Tidak boleh memakai jeans, serta menggunakan sepatu pantofel tertutup warna gelap “ jelasnya. 

    [ humas ]


    [ 13/07/2015, 12:24 WIB ]
    SEMUA PERUSAHAAN DIHARAPKAN TAAT BAYAR THR PALING LAMBAT H-7

    SRAGEN - Semua perusahaan agar taat membayar Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 Lebaran (Jumat/10/7). Himbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Sragen, Sarwaka.

    Sarwaka menegaskan, bila nekat mengabaikan pembayaran THR, Dinas Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan (Disnaker)  pemkab Sragen akan melakukan tindakan tegas termasuk memberi sanksi administrasi.

    [ humas ]


    [ 13/07/2015, 10:27 WIB ]
    PAGUYUBAN PEGAWAI KRISTIANI PEMKAB SRAGEN SUMBANG TIGA TANGKI AIR BERSIH DAN 100 BUNGKUS SEMBAKO

    SRAGEN – Paguyuban Pegawai Kristiani Pemerintah Kabupaten Sragen Jumat Siang (11/7) mengadakan kegiatan Bhakti Sosial pemberian bantuan air bersih dan sejumlah sembako. Pada Jumat kemaren Bhakti Sosial dilaksanakan di Kecamatan Jenar.
     
    Menurut dr. Djoko Sugeng, Ketua Panitia Bhaksos menjelaskan, Bhaksos memberikan bantuan 3 tangki air bersih serta 100 bungkus sembako bagi warga setempat. “Bhaksos ini merupakan tanda tresno (bukti kasih) pemkab Sragen kepada warga Sragen,” jelas dr Djoko

    [ humas ]


    [ 10/07/2015, 08:33 WIB ]
    PERPUSDA SRAGEN KEMBANGKAN 5 PERPUSDES BERBASIS TI

    SRAGEN – Perpusda (Perpustakaan Daerah) Kabupaten Sragen mengembangkan lima Perpusdes (Perpustakaan Desa) menjadi perpustakaan berbasis teknologi informasi (TI). Kelima desa terebut adalah desa Kadipiro kecamatan Sambirejo, desa Karang Talun kecamatan Tanon, desa Puro dan Mojorejo kecamatan Karangmalang, dan desa Wonorejo kecamatan Kalijambe. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Perpusda Sragen Tri Andiyas Wororetno terkait lima perpusdes dikembangkan perpustakaan berbasis TI.

    Dijelaskan Tri Andiyas, kelima perpusdes yang telah dikembangkan menjadi
    perpustakaan berbasis TI akan mampu menjadi pusat kegiatan belajar
    masyarakat.
    [ humas ]


    [ 10/07/2015, 08:31 WIB ]
    PADMA, Satu satunya di Indonesia, Hanya ada di Kabupaten Sragen

    SRAGEN – Setelah sukses membangun Pelayanan Administrasi Kecamatan (PATEN), sejak tahun 2014 lalu, Pemerintah Kabupaten Sragen mulai membuat inovasi dengan membangun kantor Pelayanan Administrasi Desa / Kelurahan (PADMA). Mirip seperti PATEN, PADMA merupakan pelayanan administrasi terpadu ditingkat desa. “Kalau ada PATEN, kenapa di desa tidak didirikan sekalian kantor pelayanan administrasi Desa / Kelurahan,” jelas Bupati.

    PADMA belum ada lainnya di kabupaten / kota di Indonesia. Kantor PADMA saat ini hanya ada di kabupaten Sragen. Singkatan PADMA sendiri muncul dari gagasan Bupati Sragen. Seperti yang dikatakan Bupati, masyarakat Sragen patut berbangga hati karena PADMA yang ada di Kab. Sragen merupakan pelayanan bagi masyarakat di tingkat desa / kelurahan,satu-satunya di Indonesia.

    [ humas ]


    [ 10/07/2015, 08:28 WIB ]
    PATEN, BERIKAN PELAYANAN YANG CEPAT DAN TRANSPARAN

    SRAGEN – Sejak tahun 2013, Pemerintah Kabupaten mulai mendirikan Pelayanan Administrasi Kecamatan (PATEN). Kenapa harus mendirikan PATEN dan kenapa harus di Kantor Kecamatan?. PATEN adalah suatu kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik di kecamatan. Mulai dari permohonan sampai penyelesaian dilakukan secara terpadu melalui satu meja atau satu loket.

    Seperti dijelaskan oleh Kepala Bagian Pemerintahan dan Pertanahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen melalui Kasubag Tata Pemerintahan Umum Ediati Wardaningsih, S.Sos, melalui PATEN ini, pemerintah bisa memberikan pelayanan yang cepat dan transparan ditingkat kecamatan. Sehingga diharapkan dapat mengikis anggapan masyarakat jika mengurus administrasi di pemerintahan selalu berbelit-belit.

    [ humas ]


    [ 09/07/2015, 08:48 WIB ]
    SRAGEN TETAP GUNAKAN 6 HARI MASUK SEKOLAH

           SRAGEN–Sekretaris Dinas Pendidikan
    (Disdik) Sragen, Suwardi, mengatakan SE dari Gubernur Jawa Tengah itu tidak
    bersifat mutlak. Menurutnya, masing-masing pemerintah Kabupaten (pemkab) bisa
    membuat kebijakan sendiri untuk mengoptimalkan sistem pendidikan. “Kalau di
    Sragen, kami akan tetap menggunakan enam hari kerja. Ada banyak pertimbangan,”
    kata Suwardi saat dihubungi solopos.com melalui sambungan telepon.



          Beberapa pertimbangan yang digunakan Disdik Sragen antara lain
    siswa belum siap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai pagi hingga
    sore dari pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB. “Pulang sore itu konsekuensi yang
    harus dijalani jika menerapkan lima hari kerja. Kalau pulang sore, otomatis
    beban biaya pendidikan dari orangtua bertambah. Kalau orangtua tidak siap,
    nanti akan menimbulkan masalah baru,” kata Suwardi.



          Sementara itu, Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, mengatakan akan
    banyak waktu yang kosong bagi siswa jik diberlakukan aturan lima hari kerja di
    lingkungan sekolah. Dia menganggap banyaknya waktu yang kosong itu rawan
    disalahgunakan pelajar.


           “Paling tidak dalam 50 tahun terakhir ini kita kenal model sekolah
    enam hari. Implementasi dari SE Gubernur itu saya kira perlu dipertimbangkan
    ulang. Kita sekarang sedang dalam situasi darurat narkoba atau dekadensi
    moral,” kata Bupati melalui Blackberry Messanger (BBM) yang diterima
    solopos.com. (solopos.com).

    [ Solopos.com/pde ]


    [ 09/07/2015, 08:33 WIB ]
    ANGKUT PEMUDIK, 5 KA TAMBAHAN AKAN LINTASI SRAGEN

           SRAGEN — Kereta api (KA) yang beroperasi
    melintasi kawasan Sragen dipastikan ditambah hingga lima unit menghadapi
    Lebaran 2015. Kereta tambahan itu akan dioperasikan untuk mengangkut pemudik.

    ]

           Kepala Stasiun Sragen, Helly Indrayatno, mengatakan tambahan
    kereta itu akan digunakan sejak Rabu (8/7/2015) hingga Selasa (28/7/2015)
    mendatang.

    Lima kereta tambahan itu terdiri atas satu kereta kelas eksekutif,
    satu kereta kelas eksekutif dan ekonomi serta tiga kereta kelas ekonomi.

    “Kereta tambahan itu masing-masing memiliki maksimal 12 gerbong. Kereta
    tambahan ini menggunakan lokomotif kereta barang yang operasionalnya sengaja
    dibatasi,” kata Helly saat ditemui solopos.com
    di kantornya, Selasa (7/7/2015).



           Helly menjelaskan khusus kereta barang operasionalnya memang
    dibatasi selama berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran. Namun, hal itu
    tidak berlaku untuk kereta barang pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

    “Informasi yang saya dapat, operasional kereta barang untuk
    sementara dihentikan pada 15-24 Juli mendatang,” terang Helly.



           Beberapa kereta tambahan untuk pemudik itu meliputi Gajayana
    jurusan Malang-Gambir PP, Sancaka jurusan Jogja-Surabaya PP, Pasundan jurusan
    Surabaya-Kiaracondong PP, Matarmaja jurusan Malang-Pasar Senen PP, Madiun Jaya
    jurusan Madiun-Pasar Senen PP.

    Helly memprediksi penumpang KA yang turun di Stasiun Sragen bakal
    mencapai puncak pada H-5 Lebaran.



          Untuk memberi rasa nyaman penumpang KA sesampainya di stasiun, PMI
    Sragen bakal memberikan layanan pertolongan pertama kepada pemudik.

    “Posko pelayanan pertama untuk pemudik akan dibuka PMI Sragen pada
    H-5 hingga H+5. Petugas dari PMI akan memberikan layanan kesehatan kepada
    penumpang yang capai dan kurang fit setelah menempuh perjalanan jauh,” papar
    dia. (solopos.com).

    [ Solopos.com/pde ]


    [ 09/07/2015, 08:13 WIB ]
    PULUHAN RAMBU PENUNJUK JURUSAN MULAI DIPASANG DI SRAGEN

           SRAGEN - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo)
    Sragen memasang puluhan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) pada H-10
    Lebaran, Selasa (7/7/2015).

    RPPJ itu dipasang di sejumlah perlintasan yang dilewati pemudik. Beberapa
    lokasi yang dipasangi RPPJ antara lain simpang tiga Pungkruk, depan Puskesmas
    Ngrampal, perempatan Pilangsari serta perempatan terminal lama atau Tugu
    Adipura.

           Pemasangan RPPJ yang berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas di
    satu lokasi itu dibantu aparat Satlantas Polres Sragen. “Hari ini [kemarin] ada
    24 RPPJ yang dipasang. Totalnya ada 53 RPPJ. Pada H-6, rencananya kami memasang
    RPPJ di simpang empat Gemolong,” kata Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Sragen,
    Purwo Santoso, saat ditemui wartawan di simpang tiga Pungkruk.

           Pemasangan RPPJ di Gemolong, kata Purwo, urung dilakukan lantaran
    masih ada proyek perbaikan jalan. Pengecoran beton di permukaan jalan di
    kawasan Gemolong belum sepenuhnya kering sehingga jalur mudik Lebaran itu kini
    baru dibuka sebagian.

    “Pada H-6 diperkirakan sudah kering sehingga jalur dua arah bisa
    dibuka di Gemolong,” ucapnya.

           Guna mengurai kepadatan lalu lintas di Jl. Sukowati, Purwo
    menjelaskan kendaraan yang menuju Jawa Timur akan dialihkan ke ring road
    utara melalui pertigaan Pungkruk.

    Sementara kendaraan dari arah Jawa Timur akan dialihkan ke ring
    road selatan melalui tiga titik yakni depan Puskesmas Ngrampal, perempatan
    Pilangsari serta perempatan terminal lama.

    “Pengalihan arus lalu lintas pemudik itu adalah salah satu cara
    menghindari kemacetan di pusat kota,” paparnya.

    Purwo menganggap potensi kemacetan di Sragen masih wajar.

           Biasanya, kemacetan terjadi pada jam-jam tertentu saat arus mudik dan balik.
    Dia memprediksi kemacetan berpotensi terjadi di sekitar traffic light
    Gambiran karena penyempitan jalan. “Untuk mengurai kemacetan, kami akan
    menempatkan personel di lokasi,” ujarnya.

    Selain memasang puluhan RPPJ, Dishubkominfo juga menyiapkan
    sekitar 13 kamera closed circuit television (CCTV) serta empat area traffic
    control system (ATCS) yang beroperasi 24 jam. Keberadaan CCTV dan ATCS akan
    membantu pendistribusian personel untuk menanggulangi kemacetan lalu lintas.


           “Dengan adanya CCTV dan ATCS, kami tidak perlu membuat posko mudik
    Lebaran. Posko kami cukup di kantor. Kondisi lalu lintas bisa terlihat melalui
    CCTV. Personel akan diterjunkan ke lokasi yang rawan macet itu,” kata Kepala
    Dishubkominfo Sragen, Heru Martono, saat ditemui di kantornya. (Solopos.com.)

     

    [ Solopos.com/pde ]


    [ 04/07/2015, 21:36 WIB ]
    MEMBANGUN BUMI SUKOWATI DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI

    SRAGEN - Teknologi Informasi dan
    Komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pemerintahan atau “e-government” yang
    diterapkan Pemkab Sragen, punya peran penting dalam memperlancar tugas dan membangun
    sinergitas dengan berbagai kalangan. Demikian dijelaskan Kepala Kantor
    Pengelola Data Elektronik (PDE) Kabupaten Sragen, Dwiyanto, saat tampil di
    acara Talkshow program “Aspirasi Sukowati” Radio Publik Buana Asri FM Sragen,
    Kamis (2/7). 


    Menurut Dwiyanto, disamping memperlancar
    tugas kedinasan (government to government), penerapan TIK sangat membantu
    Pemkab Sragen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (government to citizen)
    serta melakukan kerjasama dengan  pihak
    swasta (government to business) dan berbagai lembaga lainnya. Penerapan
    e-government di lingkungan Pemkab Sragen diwujudkan dan dikemas melalui system
    yang dikenal dengan Kantor Maya (Kantaya). 

    Dwiyanto memberikan beberapa
    contoh. Dalam membantu kelancaran pekerjaan organisasi pemerintah, misalnya,
    surat menyurat yang dulu dilakukan secara manual melalui kurir, sekarang menggunakan
    aplikasi persuratan yng dinamakan Surat Maya (Surya). “Dalam hitungan detik,
    surat dinas sudah bisa terkirim ke semua tujuan”, tegasnya.
    [ Radio Buana Asri ]


    [ 03/07/2015, 09:07 WIB ]
    PEDULI KEMANUSIAAN, JAMAAH MASJID DONOR DARAH

    SRAGEN – Takmir masjid At-Taqwa Plumbungan Indah Sragen,
    Rabu malam (1/7) mengadakan kegiatan bakti sosial donor darah. Kegiatan yang
    berlangsung usai shalat tarawih itu bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia)
    Sragen. Malam itu, sebanyak 25 orang jamaah menjadi donor darah sukarela sebagai
    wujud peduli kemanusiaan. 


    “Saya mendengar informasi, di bulan Ramadhan ketersediaan
    darah di PMI Sragen makin menipis, sementara kebutuhan tetap tinggi. Setelah saya
    sampaikan kepada jamaah masjid, mereka tergerak hatinya untuk menjadi donor
    darah sukarela”, kata Suparto, ketua takmir Masjid Attaqwa Plumbungan Indah
    Sragen. “Semula ada sekitar 35 orang mendaftarkan diri menjadi relawan donor
    darah. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Widodo dari PMI Sragen,
    25 orang dinyatakan layak diambil darahnya”, lanjut Suparto. 

    Menurut Suparto, ada kecenderungan umat Islam selama ini takut
    melakukan donor darah di bulan Ramadhan dengan alasan mengganggu kesehatan karena
    sedang berpuasa. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengambilan darah di malam hari
    usai shalat tarawih menjadi alternatif  sangat
    efektif, karena tubuh jamaah dalam kondisi segar. 
    [ Radio Buana Asri ]


    [ 02/07/2015, 12:25 WIB ]
    Antisipasi di Musim Kemarau, Dinsos Kabupaten Sragen siapkan 5 Unit Mobil Tangki

    SRAGEN – Mengantisipasi datangnya musim kemarau mendatang, Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Sragen menyiapkan 5 unit mobil tangki air.  Lima mobil tersebut bukan milik Dinsos semua, melainkan pinjaman dari sejumlah instansi terkait seperti PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Demikian dijelaskan Kasi Bantuan Sosial  Korban Bencana Alam Dinsos pemkab Sragen, Budi Paryono (29/6). 

    Dikatakanmya, kelima mobil tangki tersebut nantinya tidak permanen di satu tempat saja namun terus bergerak ke tempat yang membutuhkan. “Kami juga dibantu PDAM, kalau tidak salah 5-6 unit, dari Barkorwil juga 2 unit mobil. Sifatnya tidak permanen di satu tempat namun terus bergerak ke tempat-tempat yang membutuhkan” jelasnya.
    [ Humas ]


    [ 01/07/2015, 08:45 WIB ]
    Bupati Sragen Terima Penghargaan Tingkat Dunia di Columbia

    SRAGEN - Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman,SH,MH menerima penghargaan tingkat dunia ketegori pelayanan publik  United Nations Public Service Award (UNPSA) tahun 2015. Penghargaan diserahkan langsung oleh Perwakilan PBB di Kota Medellin Colombia. 

    “Yang jelas kami bersyukur. Alhamdulilah dengan penghargaan ini setidaknya Sragen telah ikut mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi internasional,” kata Bupati.

    Penyerahan dilakukan hari Jumat (27/6) siang pukul 12.30 waktu Medellin atau Sabtu dinihari waktu Indonesia Bagian Barat. Saat menerima penghargaan, Bupati didampingi oleh Kepala UPTPK Kab. Sragen Suyadi, SKM, Mkes. 


    [ Humas ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+