PEMKAB SRAGEN GELAR PASAR MURAH DENGAN SISTEM DRIVE THRU


admin | 23 Nopember 2020 | 164

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen menggelar pasar murah tahun 2020 di 20 Kecamatan, yang dimulai hari ini, Senin (23/11/2020) hingga Jumat (4/12/2020) mendatang.

Karena masih dalam kondisi pandemi, maka pelaksanaan kegiatan pasar murah dilakukan dengan sistem drive thru dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebagai upaya pencegahan potensi penularan virus covid-19.

Pada hari pertama, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen, Dedy Endriyatno didampingi Kepala Disperindag Sragen Tedi Rosanto menyaksikan langsung pelaksanaan pasar murah untuk Kecamatan Tanon dan Mondokan yang dilangsungkan disatu titik lokasi yakni Desa Trombol, Kecamatan Mondokan.

Menurut Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan di era pandemi covid-19 ini bisa menjadi salah satu jaring pengaman ekonomi covid-19.

"Disini bukti bahwa pemkab Sragen hadir membantu masyarakat salah satunya dengan menggelar Pasar Murah ini," katanya.

"Tahun ini jumlah sembako dalam pasar murah secara keseluruhan ada 4.000 paket, dimana masing-masing Kecamatan mendapat 200 paket," imbuhnya.

Pihaknya menambahkan satu paket sembako senilai Rp100.000, tetapi dalam pasar murah itu hanya dijual senilai Rp10.000/paket dan diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Pemilihan warga kurang mampu yang berhak menerima dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kemudian diberikan kupon sebagai syarat penukaran sembako dengan uang Rp10.000," ujarnya.

Sementara isi paket sembakonya, berisi beras 2 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter dan susu kental manis 1 kaleng.

Terkait pengambilan sembako dengan sistem drive thru, dikatakannya sebagai bentuk pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

"Kita contohkan dengan cara mengambil sembako dengan cara drive thru agar tidak ada kerumunan dan tetap menjaga jarak. Karena di tengah pandemi ini sangat dibutuhkan edukasi kepada masyarakat," ungkap Plt Bupati. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top