PEMERINTAH SUDAH MENYALURKAN BANTUAN KEPADA MBAH KADIYEM SEJAK TAHUN 2013


admin | 19 Januari 2021 | 238

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Sosial Sragen telah rutin menyalurkan bantuan kepada Mbah Kadiyem alias Dasir (80) warga Dk. Jenar RT 01, Desa Jenar, Kecamatan Jenar sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Joko Saryono saat meninjau langsung tempat tinggal Mbah Kadiyem bersama Kepala UPT Dinsos Provinsi Jawa Tengah (Panti Raharjo Sragen) Wadyo Basuki dan TKSK Jenar, Aminudin, Senin (18/1/2021).

Terkait pemberitaan tersebut yang kini viral di media, Kepala Dinsos Sragen, Joko Saryono menegaskan bahwa Mbah Kadiyem sudah mendapat perhatian dari Pemerintah sejak tahun 2013.

"Jadi pemerintah sudah hadir sejak tahun 2013 untuk membantu keluarga Mbah Kadiyem. Selama ini bantuan pemerintah sudah mengalir ke keluarga itu, yakni raskin atau rastra tahun 2013-2018. Bantuan itu kemudian berganti nama menjadi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) sejak 2019 sampai sekarang. Bantuan jaminan sosial lanjut usia dari APBD juga diterima mereka pada 2014," paparnya.

Selain itu juga bantuan Jaminan sosial penyandang cacat dari APBN juga diberikan pada 2016-2018. Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2017, bantuan sembako 2017-2018, dan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) disabilitas tahun 2019 hingga sekarang.

"Bantuan yang terus mengalir ke keluarga Mbah Kadiyem berupa BPNT senilai Rp200.000/bulan, sembako dan PKH senilai Rp1,8 juta per tahun. Tidak hanya itu, kepedulian tetangga juga masih ada," lanjut Joko.

Pihaknya juga menjelaskan, rumah yang ditempati Mbah Kadiyem bersama anaknya, Ngadiman (36) adalah tanah milik warga hasil koordinasi dengan Kepala Desa dan Ketua RT setempat.

"Dulu rumahnya jauh, menempati tanah kas desa. Kemudian akhirnya dari Pemerintah Desa dan warga memindahkan disini karena lokasi dekat dengan pemukiman warga dan ini bukan perhutani," lanjutnya.

Sementara Kepala UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Pelayanan Sosial Disabilitas Intelektual Raharjo Sragen, Wadyo Basuki mengatakan Mbah Kadiyem sudah masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Sebetulnya Pemerintah sudah hadir, kalau kita lihat sekarang ini adalah bantuan RTLH dan sudah terwujud. Jadi tidak benar kalau dikatakan pemerintah belum hadir dan pemberitaan yang sebelumnya ditulis itu tidak ditulis lengkap," ujar Wadyo.

Bahkan Pemerintah berencana datang kembali ke tempat tinggal Mbah Kadiyem untuk memastikan apakah keluarganya mau atau tidak jika Mbah Kadiyem dirawat di panti. Kalau keluarga tidak mau, Wadyo mengatakan tidak akan memaksa mengingat masih ada anaknya yang bersedia merawat di rumah.

"Jadi nanti apabila bersedia, Mbah Kadiyem segera kami bawa dulu ke Rumah Sakit Jiwa di Solo. Sedangkan Ngadiman nanti dirawat saudaranya. Setelah Mbah Kadiyem sehat psikisnya baru dilakukan penanganan lebih lanjut," tutupnya.

Terkait Jaringan Listrik, Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Sragen sudah memasang jaringan listrik untuk rumah Mbah Kadiyem dengan daya 450 Watt. (MY_DISKOMINFO)

Berita Terbaru

Top